
"Yash gue mau pergi. Lo jaga rumah ya, jangan kemana mana" kata Kath sambil menenteng tas selempangnya.
"Lo mau kemana?" tanya Yash sambil mengerutkan kening.
"Gue mau kerumah temen gue" kata Kath cuek.
"Cowok apa cewek" tanya Yash dengan tatapan introgasinya. Kath menghela nafas perlahan.
"Nggak ada urusannya juga sama elo" kata Kath jengah.
"Ada, gue kan pacar elo. Jadi elo nggak boleh menemui cowok manapun selain gue" kata Yash tegas. Yash menggerakkan tangannya tanpa sepengetahuan Kath dan whush..... Kath mematung seketika.
"Yash gue bener bener bisa telat kalo lo kayak gini" kata Kath yang kesulitan menggerakkan tubuhnya.
"Gue ikut" kata Yash tegas. Kath melongo seketika.
"Tapi kan..... " kata Kath terhenti karena Yash tiba tiba berubah menjadi seekor kucing yang lucu. Yash menatap Kath dengan penuh harap.
"Oke elo boleh ikut, tapi jangan kebanyakan tingkah" kata Kath pada akhirnya.
"Bagus deh kalo gitu" kata Yash sambil menggerakkan ekornya. Kath bisa bergerak lagi. Ia hendak memakaikan kalung hewan ke leher Yash.
"Eh eh lo mau ngapain?" tanya Yash panik.
"La kan elo pura pura jadi peliharaan gue, makanya pake ini" kata Kath sambil menunjukkan kalung rantai itu.
"Gue maunya digendong bukan di rantai" kata Yash menolak.
"Bawel banget sih kayak ikan" kata Kath sebal.
"Lo milih gendong gua atau gua yang gendong elo?" tanya Yash licik.
"Ihhh iya iya dasar!!" kata Kath jengkel. Mau tidak mau akhirnya Kath menggendong Yash yang berbentuk kucing.
"Awas lo kalo nyakar gue" kata Kath memperingatkan.
"Tenang aja" kata Yash sambil mengeluskan pipinya pada tangan Kath.
____________________________
"Hay girl akhirnya datang juga" kata Maya ketika Kath datang.
"Iya dong pastinya" kata Kath sambil tersenyum.
"Wow elo punya kucing baru? Bagus banget, kapan belinya? Gue jadi pingen deh" kata Maya histeris.
"Baru kemarin sih, di bawain bonyok gue" kata Kath mencoba senetral mungkin.
"Kayaknya kucing elo higyenis deh jadi nggak masalah kalo kayak gitu" kata Maya.
"Emang kenapa?" tanya Kath bingung.
__ADS_1
"Kita kan bakal nginep bareng disini, elo lupa agendanya? " tanya Maya riang.
"What?!!!! " teriak Kath keras.
___________________________
Kath berbaring dengan was was. Disampingnya sedang terbaring Yash yang sudah tertidur pulas, tentu saja dalam bentuk kucing. Kath mencoba mengatur nafas. Ia berharap semoga Yash tidak berubah menjadi manusia tiba tiba. Ia mulai mencoba tidur.
"Kath" sebuah suara membangunkannya dari alam mimpi. Kath menoleh, mencari sumber suaranya.Yash masih berbentuk kucing. Kath menemukan Yash dalam raut yang sangat menggemaskan. Kath berdecak kesal. Pasti ada sesuatu yang Yash inginkan.
"Temenin gue yuk" ajak Yash. Kath memutar bola matanya jengah.
"Kemana? " tanya Kath malas. Yash tampak menahan sesuatu.
"Gue kebelet nih" katanya sambil meringis.
"Gue kebelet, yuk anterin ke kamar mandi" kata Yash kembali.
"Lo bisa sendiri kan? " kata Kath singkat. Ia sebenarnya malas menemani Yash. Ia msoh sangat mengantuk.
"Yah nanti kalo ada apa apa gimana?Lo mau gue ketahuan kalo efek gue berubah jadi hewan udah ilang" kata Yash lagi. Kath memutar bola matanya jengah.
"Yuk pliss anterin gue, gue habis ini nggak bakal gangguin lo dulu deh" kata Yash. Kath kembali berdecak kesal. Ia kesal saat mendengar Yash berkata 'gangguin lo dulu'. Tapi karena ia sudah jenuh dengan rengekan Yash, Kath terpaksa mengantarkannya.
"Nggak usah lama lama" kata Kath saat sampai di depan kamar mandi. Yash mengaguk singkat dan segera masuk ke kamar mandi. Selagi menunggu Yash, Kath memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil minum.
"Lo ngapain Kath? " sebuah suara membuat Kath terlonjak kaget. Rasa kantuknya tiba tiba jilang seketika. Kath segera membalikkan badannya menghadap ke sumber suara. Ia menghela nafas lega, ternyata hanya Maya.
"Gue cuma ngambil minum doang kok" kata Kath.
Kath baru teringat kalau Yash masih di dalam. Ia segera mencegah Maya.
"Maya!!!!!! " panggil Kath keras. Maya sontak menoleh ke arahnya.
"Kenapa? " tanya Maya. Ia masih sangat mengantuk. Kath memutar otaknya. Ia bingung harus bilang apa pada Maya.
"Emm, jangan masuk dulu." kata Kath gugup. Ia harus mencari alasan agar Maya tidak masuk ke kamar mandi sekarang.
"Emang kenapa? " kata Maya. Ia menguap sekali. Menandakan kalau di masih sangat mengantuk.
"Kucing gue baru pipis" kata Kath sambil tersenyum kikuk. Maya menaikkan sebepah alisnya heran.
"Cuma kucing elo kan? Bukan orang. Nggak papa keles" kata Maya.
"Jangan!!!! Itu ehhh mungkin kucing gue lagi pup juga. Hehe, nanti bau. Biar kucing gue kelar dulu, baru nanti gue bersiin baru lo boleh ke kamar mandi.
"Lo ngomong kayak gitu seakan akan yang di dalam bukan seekor kucing tapi seorang cowok Kath. " kata Maya berkomentar. Ia mulai curiga dengan gerak gerik Kath. Kath menggigit bibir bawahnya.
"Enggak... Hehe elo bisa aja becandanya. Nggak lucu ah hehe"kata Kath sambil menepuk lengan Maya pelan. Kath tahu guyonannyasangat garing. Tapi itu cukup untik mengulur wwaktu lebih lama. Ia mencoba membuat pendapat Maya sebagai guyonan.
Tiba tiba terdengar gemericik suara air dari dalam kamar mandi. Kath segera masuk kedalam.
__ADS_1
"Bentar ya gue ngurusin kucing gue dulu" kata Kath cepat. Maya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kath segera mengunci pintu kamar mandi agar Maya tidak memaksa masuk tiba tiba. Kath segera membalikkan badannya, mencari keberadaan Yash. Belum genap manik matanya menyusuri kamar mandi, ia menemukan Yash yang telah kembali ke wujud normalnya.
"Yash gimana caranya elo keluar kalo kayak gini? Cepetan berubah lagi jadi kucing. " kata Kata Kath mengintrupsi. Yash menaikkan sebelah alisnya.
"Gue nggak bisa "kata Yash cuek.
"Butuh waktu tiga jam sampai gue bisa kembali berubah jadi kucing" kata Yash kembali. Kath kembali cemas. Ia ningung mencari cara agar Yash bisa keluar tanpa ketahuan Maya.
Berbeda dengan Kath, Yash malah dengan santainya mengeringkan tangannya dengan tissu. Ia menganggap kalau ini bukan masaha besar. Yash tiba tiba mengeluarkan sayap putihnya. Kath terbelalak kaget. Bukannya menolongnya, Yash malah semakin membuatnya khawatir. Kath bingung harus bagaimana. Dalam keadaan seperti ini, Yash malah dengan santainya mengeluarkan sayapnya. Kath mengdengus kesal
"Lebih baik lenyapkan aku sekarang kalau kau mau mempermalukanku" kata Kath pasrah. Yash terkekeh sesaat saat mendengarnya.
"Lo terlalu berlebihan putri guntur. Santailah sedikit. Buka pintunya sekarang. Kita aman" kata Yash.
"Jangan gila!!!! Mana mungkin kita aman? "kata Kath jengkel. Ia benar bnear bingun dengan jalan fikiran Yash.
"Buka saja" kata Yash sambil menegakkan sayapnya tinggi tinggi seperti hendak terbang.
"Lebih lama melakukannya, lebih lama temanmu itu curiga. " kata Yash lagi. Kath tidak punya pilihan lain.
"Baik, tapi jika ini bukan hal yang bagus bersiap siaplah pergi dari kehidupanku setelahnya." kata Kath pada akhirnya. Yash tersenyum sekilas.
"Tidak masalah" kata Yash tanpa beban.
Kath segera menata mentalnya. Ia memberanikan diri untuk melakukan ini. Dengan sebuah hembusan nafas mantap, Kath segera membuka pintu setelah melayangkan tatapam tajam ke arah Yash. Pintu berderit pelan dan menampakkkan sosok Maya di depannya. Maya menaikkan sebelah alisnya. Katj tidak tahu apa tmyang difikirkan Maya saat ini.
"Kucingmu dimana? " kata Maya heran sambil melihat ruangan di belakang Kath. Kath terhenyak seketika. Maya tidak melihat Yash?.
"Kau tidak melihat seusuatu dibelakangku? " tanya Kath memastikan kembali. Padahal Yash dengan jelas berdiri di belakangnya dengan tanpa atasan dan sedang melebarkan sayap megahnya.
Maya kembali mengerutkan kening, bingung.
"Tidak lucu Kath kalau kau mencoba menakutiku" kata Maya sambil bergidik ngeri. Kath bisa melihat Yash lewat dengan begitu mudahnya tanpa menabrak dirinya dan Maya. Tapi ada yang aneh dengan Yash kali ini. Tubuhnya terlihat agak transparan. Yash menyunggingkan senyum tepat di samping Kath.
"Minumlah susu dan kembali tidur, aku akan keluar sebentar. Jangan rindu" kata Yash sambil menyunggingkan senyum khasnya. Ia segera melesat pergi. Angin kencang tiba tiba berhembus menerpa Kath dan Maya.
"Kath, kau benar, rumahku ada hantunya" kata Maya ketakuatan.. Ia segera masuk kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya. Kath terdia di depan pintu.
"Kenapa tidak bilang kalau bisa?!!! " batin Kath geram. Kath segera menuju ke arah kulkas. Ia meraih sekotak susu. Tunggu, ia hampir lupa, kenapa i mematuhi perintah Yash? Bukankah ia sangat benci dengan Yash.
"Ck terserahlah. Tidak penting kalau terus di fikirkan" kata Kath saat dia menggengam kotas susu itu di tangabnya. Ia menyunggingkan senyum tipis saat mengingat Yash mengatakannya, terdengar sangat perhatian. Kath tersadar, ia segera menepuk pipinya.
"Sadar Kath!! Itu bukan apa apa!!! Jangan terlalu di ambil hati." kata Kath tegas. Ia segera meminum susu dan tidur.
Tanpa dia sadari, Yash menyunggingkan senyum manis saat melihatnya.
"Aku harap aku tidak salah menebak Kath" kata Yash yang berada di luar jendela.
***************************
Gimana? Seru nggak? Auto agak baper waktu Yash bilang "jangan rindu"ππ. So kalian vote kebarapa? Jam berapa kalian vote?
__ADS_1
Thanks udah baca. Kalo besok author ngasih sweet scene gimana? Pada setuju nghak? Kalo setuju komentnya mana dong?. Tapi maaf ya, nggak bisa ngasih yang terlalu manis, takut puasanya batalπππ. Kan yang manis manis buat berbuka, bukan untuk ngisi ngabuburit biar kuat puasanya.
Tunggu episode selanjutnya yahhhhhππππ