
"Pertama... " kata gadis itu sambil menghela nafas perlahan.
"Jelasin dulu elo siapa dan dari mana?" kata gadis itu lagi.
"Hahhhh dasar, kepo lagi kan" jawab cowok itu cuek.
"Akh!!!!!!!" teriak gadis itu sambil menjambaki rambut cowok itu karena sudah tidak dapat menahan kejengkelannya.
""Woy sakit woy!!!!!" aduh cowok itu.
"Elo tahu nggak dari pertama elo udah buat image jelek didepan gue, sekarang kalo elo nggak mau terus terang gue akan panggilin polisi dan elo bakal dipenjara gara gara kelakuan lo yang nggak punya sopan santun sama sekali, camkan itu!!!" kata gadis itu garang sambil menjambaki rambut cowok itu dengan membabi buta.
"Oke oke gue bakal jelasin, tapi sebelum itu lepasin jambakan elo dulu!!! Elo mau jambakin rambut gue atau malah mau bikin kepala gue copot sih dasar putri guntur?!" jawab cowok itu sambil menahan perih di kepalanya.
"Gue punya nama!!! Dan nama gue bukan putri guntur!!!! Camkan itu!!!!!!! " kata cewek itu berapi api. Karena tidak tahan dengan sakit yang menyerang kepalanya, akhirnya cowok itu membuat gadis itu mematung dengan magic nya.
"Sial!! , Kenapa gue tiba tiba jadi patung gini?! " rutuk cewek itu. Merasa sakitnya sudah hilang cowok itu berdiri tegak kembali.
"Ehm ehm, baiklah sekarang siapa nama elo? Putri guntur? " tanya cowok itu.
"Kath" jawab cewek itu singkat dengan nada ketus.
"Seharusnya di ganti aja jadi The royal princess of thunder. Wah bagus tuh kayaknya, hehe" kata cowok itu sambil terkekeh renyah.
"Denger ya, gue peringatin elo jaga omongan elo dan segera bebasin gue dari sihir sialan ini!!! " kata Kath sedikit mengeram.
"Emmmm nanti mungkin" jawab cowok itu sambil melirik sekilas.
"Kalo elo nggak mau ngelepasin gue, gue jamin elo bakal"
"Bakal apa?! " potong cowok itu yang tiba tiba sudah berdiri di depan Kath.
"Bakal, bakal" Kath tergagap ketika mengetahui cowok itu sudah berdiri tepat didepannya dengan jarak yang sangat dekat. Kath menahan nafas.
"Nasib lo ada di tangan gue sekarang, dan elo nggak bisa ngapa ngapain selain memohon sama gue " kata cowok itu pelan.
"Plisss bebasin gue sekarang!!! " kata Kath.
"Ummm gimana ya, kalo gue nggak mau gimana? " kata cowok itu di selingi lirikan jenaka.
Huh dasar, benar benar ya cowok ini.... Batin Kath frustasi.
"Apa mau lo? " kata Kath sinis.
"Mudah saja, elo jangan ngomong keras sama gue, elo tau?, suara elo itu bener bener bikin gue sakit" kata cowok itu sambil memajukan bibir bawahnya. Cemberut. Kath membuang nafas panjang.
Tahan emosi Kath..... Oke untuk sekarang ini elo harus pura pura baik sama dia agar elo selamet batin Kath. Kath seketika tersenyum.
"Apa saja itu, akan aku penuhi yang mulia" kata Kath sambil tersenyum manis.
"Lo kok elo tau kalo gue pangeran?, kayaknya gue belum bilang deh tadi. Pinter juga elo udah tau" kata cowok itu senang.
Hadeh..... Mimpi apa gue tadi malem sampe paginya gue ketemu sama mahluk menjengkelkan kayak gini. Batin Kath sambil menerawang ke atas langit.
TES........
TES.......
Rintik hujan jatuh ke bumi. Kath segera tersadar dari lamunannya. Sambil menggelengkan kepala. Menjatuhkan rintik hujan yang mengenai wajah cantiknya.
"Elo bukan mermaid kan? " tanya cowok itu tiba tiba .
"Eh..... Apa? " tanya Kath heran dengan omongan cowok itu.
"Ya....... kali aja elo mermaid trus berubah gara gara kena air hujan gitu" kata cowok itu lagi. Kath menganga seketika. Sekejap Kath punya ide brilian. Ia lantas tersenyum.
"Kalo gue mermaid gimana" tanya Kath sambil melirik ke arah cowok itu.
"Berarti elo nggak ada bedanya dengan p'l*c^r" jawab cowok itu enteng sambil memalingkan muka. Kath segera membulatkan matanya tak percaya.
"Mungkin elo belum tahu, dengan kebaikan hati, pangeran mahkota Yashegaaf Alexander William ke V dari kerajaan pegasus akan menerangkannya. Jadi mermaid itu adalah salah satu mahluk mitogi yang kerjaaanya hanya menggoda sampai bersetubuh dengan laki laki mana saja yang pernah ia temui. Yahhhh bahasa kasarnya sih ya mereka itu adalah mahluk paling rendahan yang nggak punya tata krama. Kalau elo lihat secara sekilas bisa elo lihat dari cara berpakaiannya. Masak ada cewek yang saking gembelnya nggak punya uang buat beli baju sampai dadanya cuma di tutupi pake kerang. Hahahhaha tu otak apa di dengkul kali ya narohnya?!. Gue heran, apa nggak sakit tuh kalo di ganjel pake kerang? " kata Yash panjang lebar sambil tertawa sendiri. Kath bungkam. ******. Skakmatt. Ia tak tahu harus ngomong apa lagi. Ternyata benar cowok yang ada di hadapannya sekarang ini bukanlah dari bumi, melainkan dari tanah imporland. Yash menatap kembali ke arah Kath.
"Apa sekarang elo masih bermimpi mau jadi mermaid? " kata Yash sambil mendelikkan matanya. Kath bungkam tanpa kata kata.
"Gue tahu kalo manusia itu hanya beranggapan yang tidak tidak tentang dunia kami. Bukankah begitu manis" kata Yash pelan. Kath merinding sendiri mendengarnya. Kenapa dia tiba tiba bersikap manis?. Kath merasa ada yang aneh sekarang.
"Untuk sementara kita lanjutkan di dalam rumahmu saja" kata Yash. Kath kembali merasa takut.
"Jangan takut, aku juga tahu kau bukan dari kaum mermaid. Tenang saja aku tidak akan melucuti pakaianmu malam ini" kata Yash seolah tau apa yang dipikirkan Kath sekarang ini. Kath tiba tiba merasa tubuhnya begitu ringan. Dan hup, ia sudah berada dalam gendongan Yash. Kath tidak tahu apa yang terjadi. Sejak kapan dia menggendongku?. Batin Kath bingung.
"Turunin gue sekarang!" teriak Kath waspada.
"Ck dasar cewek ini!, kalau lo tidak bisa diam gue akan menyumpal mulut elo dengan bibir gue sekarang ini, mau? " kata Yash sungguh sungguh . Kath terdiam seketika. Ia tidak mau jika bibir sucinya di kotori oleh mahluk satu ini.
"Nah kalau nurutkan tambah cantik, elo mau apa hujan hujanan kalo nggak gue gendong ke dalam rumah? " kata Yash puas karena Kath mau menurutinya.
"Nggak gini juga kali caranya" kata Kath mencibir.
"Apa? " tanya Yash sambil melayangkan tatapan introgasinya kepada Kath yang ada dalam gendongannya.
"Eh buk bukan apa apa pacarku Yash yang tampan" kata Kath sambil memamerkan senyum manisnya. Ehhh gue bilang apa barusan. Batin Kath sambil menggigit bibir bawahnya.
"Hmmm boleh juga. Tapi setelah ini gue pastikan elo nggak bakal punya pacar seumur hidup elo selain gue. Karena elo udah berani nyebut seorang pangeran sebagai cowok elo. Masalah sah atau tidaknya hubungan ini gue akan pikirkan nanti" kata Yash yang seolah tanpa beban.
__ADS_1
Mati!!! Mati!!!!!! Kenapa gue pake ngomong kayak gitu sih?! Haduhhhh gara gara keseringan bilang gitu sama pacar gue jadi keblabasan deh. Nasib, nasib. Rutuk Kath pada dirinya sendiri. Kath tiba tiba tersadar kalau sekarang dia sudah tidak digendong lagi. Tung tunggu, kok sekarang gue nggak lagi di gendong ya?. Kok sekarang gue malah duduk di..... Astaga! Gue lagi duduk di mana sekarang??? . batin Kath terkejut.
"Nggak mau turun? " tanya Yash tiba tiba. Kath merasakan kalau sekarang dia adalah gadis paling ***** sedunia. Tanpa membuang waktu Kath segera berdiri dari posisinya. Anjiiirrr kenapa gue duduknya di sana tadi?! . Ni anak sengaja apa?. Batin Kath.
"Ahhh maaf" kata Kath gugup.
"Sudahlah, lebih baik elo ngambilin pakaian dan buatin teh rosella buat gue. Elo punya kan? " tanya Yash yang seolah tidak mempermasalahkan kalau Kath baru saja duduk di pahanya.
"Emmm baik, tunggu sebentar ya" kata Kath lalu menuju ke daput dengan secepat kilat. Sementara itu saat di dapur, jantung Kath berdebar luar biasa. Wajahnya memerah layaknya tomat sekarang.
"Hey putri guntur udah belum buat tehnya? Lama amat! " kata Yash yang ada di ruang santai.
"Ahh ya sebentar lagi jadi kok" kata Kath yang masih diselimuti rasa canggung. 2 menit kemudian Kath kembali dengan membawa teh serta pakaian untuk Yash.
Oke Kath, stay in your character. Elo harus terlihat cool sekarang. Batin Kath menyemangati dirinya sendiri.
"Nih yang elo pesen" kata Kath judes. Yash menerimanya dengan senang hati.
"Kok teh nya merah gini? Nggak elo kasih crim/ susu ya? " tanya Yash tidak terima.
"Udah syukur syukur dibuatin, masih aja ngomel" kata Kath sambil memutar bola matanya jengah. "Salahnya sendiri tadi nggak bilang sekalian" kata Kath keki. "Kalo elo mau di tambahin susu, noh ambil sendiri di dapur. Gue mau mandi, udah mau gelap soalnya " kata Kath melanjutkan. Yash membalas dengan senyum jenaka yang membuat Kath ingin menampar wajahnya saat itu juga.
"Buat apa ngambil di dapur?, di depan gue aja sekarang udah tersedia susu kok" kata Yash yang di selingi dengan kerlingan menggoda.
"Oh kalo di depan elo udah ada susu emang sekarang elo mau apa? Ngambil susunya? " kata Kath yang sudah mulai jengkel kembali.
"Ngapain susah susah ngambil, minum dari tempatnya aja lebih nikmat kok" kata Yash sambil menahan tawanya. Kath mengabaikannya dan segera menuju kamar mandi. Setelah mandi Kath merasa badannya jauh lebih segar. Saat diruang tamu ia malah menemukan Yash yang sedang menatap intens kearahnya. Dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gue peringatin elo ya! Ini rumah gue, elo harus jaga sikap disini. Kalo elo nggak bisa jaga sikap elo disini, kalo elo nggak bisa jaga sikap,dengan senang hati gue akan nendang pantat elo sampai tengah jalan!! " kata Kath menegaskan.
"Eh jangan!, kalo pantat gue yang sexy ini tiba tiba tepos, nanti siapa yang bakal manjain elo pas malem pertama? " kata Yash asal nyeplos.
"Nggak sudi gue malem pertama sama elo!!! Lebih baik gue malem pertama sama kuda poni dari pada malam pertama sama elo" kata Kath menahan jijik.
"Kuda poni tuh kecil, enakan sama pegasus yang gagah kayak gue gini, elo mau nggak masuk masuk gara gara kependeken? " kata Yash mulai kambuh sifat absurdnya.
"Ngomong apaan sih? Absurd banget deh elo. Denger ya, gue tuh masih 18 tahun jangan di ajakin ngomong tentang malam pertama. Otak gue bisa nggak suci lagi tau!! " jawab Kath dengan nada agak tinggi.
"Jiahhhhh badan segitu masak baru 18 tahun?, nggak percaya gue. Gue jamin pasti bentar lagi elo bakal nikah. Dan soal ngomongin gitu gituan siapa?. Emangnya salah gue? Tadi kan yang duluan ngomong kayak gitu elo. Ngapain yang disalahin gue?" kata Yash yang tidak terima jika hanya dirinya yang di salahkan. Tiba tiba Kath mendekat ke arah Yash.
"Ngapain lagi? Elo mau godain gue? Kanapa tadi nggak sekalian aja ngajak gue ke kamar mandi? Dasar nggak tau malu! " kata Yash yang melihat tiba tiba Kath berada di depannya saat ini. Yash semakin bingung ketika Kath malah menundukkan kepalanya.
"Khrakkkk" suata Kath menggigit ****** kiri milik Yash.
"Akhhhhhhhhhhhhhh" eluh Yash yang kesakitan. Dia tak habis pikir, kenapa Kath tiba tiba menggigit putingnya . Yash segera berusaha melepaskan putingnya dari gigitan Kath.
"Kath!!!!! Apa yang elo lakuin?! Cepat lepas gigitan lo!!!! Lo nggak tau ya kalo rasanya sakit?!! Cepat lepaskan!!!!!!! " teriak Yash yang sedang kesakitan. Kath berusaha untuk tidak melepaskannya. Ia menggigit sekuat yang ia mampu.
"Minggir elo!!!!!!!! " kata Kath kencang. Yash masih sibuk mengatur nafasnya dan menetralisir rasa sakit di dada kirinya. Mendengar suara teriakan dari Kath membuat gendang telinganya berdengung. Secara reflek dia menutup telinganya. Dan ups, ia malah jatuh menimpa Kath dan bibirnya mendarat pada dagu Kath secara spontan. Kath langsung membelalakkan matanya seketika. Dan berusaha melepaskan diri dari ciuman Yash. Lain halnya dengan Yash ia malah kelihatan tak masalah melakukan itu. Kath tak habis pikir. Nafasnya semakin sesak sekarang karena dengan posisi yang sangat absurd ini Yash tidak segera melepaskannya. Ia merasa jijik kepada dirinya sendiri sekarang. bajing*n!!!!! Rutuk Kath dalam hati. Kath segera memutar otak. Ia jadi terpikir apakah sebaiknya dia menggigit hidung Yash saja? Tanpa pikir panjang Kath segera melakukannya. Yash melotot seketika karena ulah Kath, ia dengan tega menggigit hidung mancungnya. Yash mengeram seketika.
Kath membekap mulutnya . Ia benar benar mual karena kejadian tadi. Kath segera berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya. Sial!!! baru aja gue keluar dari kamar mandi sekarang gue harus masuk lagi. Batin Kath. Sementara itu di ruang lain Yash masih sibuk mengeluh hidungnya sakit.
"Elo benar benar keterlaluan Kath. Belum juga sehari gue kenal sama elo. Elo udah menyakiti jiwa raga gue. Gue nggak tau sampai kapan gue bisa bertahan kayak gini" kata Yash sambil masih memegang dada kiri serta menutupi hidungnya yang masih memerah. Dua menit kemudian Yash sudah merasa baikan. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tidak tau nya ternyata didalam masih ada Kath yang sedang mencuci muka. Kath menatapnya dengan nyalang dan dia mengabaikan Yash lagi. Yash tanpa pikir panjang langsung masuk ke shower room. Dan menutup semua tirainya. Kath melotot seketika setelah mencuci muka, karena dia tidak sengaja melihat betis Yash yang terekspos karena tirainya tersingkap sedikit. Ia langsung menutup mulutnya. Takut malah membuat keributan lagi. Dan langsung berbalik badan dan segera keluar dari kamar mandi dengan wajah memerah.
"Fiuhhhh untung aja nggak ketahuan. Coba kalo tadi yang sampai terlihat atasnya pasti akan.... " kata Kath yang tiba tiba berhenti dan pipinya mem-blushing seketika.
"Akhhhhh!!!! apa yang gue pikirkan?! Dasar otak gue!!!! Kenapa tiba tiba ngeres kayak gini?!!!!! " rutuk Kath.
"Lapar.... " kata Yash yang membuat Kath terkejut. Dia baru selesai mandi? Gue mau bilang apa ke dia? Moga aja dia nggak tau. Batin Kath.
"Putri guntur? " panggil Yash yang sadar ucapannya tak di respon. Dan Kath mendengar suara bass milik Yash yang serak serak basah membuat Kath menelan salivanya kasar.
" elo kesambet? " tanya Yash sambil memegang pundak Kath.
"Ahhh tid tidak, hehe" kata Kath canggung.
"Emmm lebih baik kita makan saja dulu, keburu dingin" kata Kath ketika merasa Yash memperhatikan gerak geriknya yang aneh.
"Elo nggak apa apakan? " tanya Yash penasaran.
"Emmm tidak....... " jawab Kath yang masih gugup karena kejadian tadi.
"Apa elo baru aja liat adek kecil gue? " tanya Yash menebak.
"Eh adek kecil apaan yang elo maksud? " kata Kath terkejut sambil heran. Gila kalik ya?, orang tadi gue lihat cuma betis elo doang gue rasanya mau mati malah ini dikirain gue lihat adek kecil elo lagi. Bisa mati berdiri tanpa jantung gue!!!!. batin Kath kembali
"Haha enggak kok, bercanda" kata Yash yang berharap dapat mencairkan suasana. Mereka akhirnya makan di ruang makan dalam keadaan diam. Setelah selesai barulah Yash memulai bicara.
"Maaf yang tadi. Gue nggak sengaja pas nyium elo. Itu tadi diluar ke sadaran gue. Jadi kayaknya timingnya nggak terlalu bagus ya, hehe" kata canggung.
"Nggak papa, gue bisa maklumi kok, andai saja gue nggak teriak mungkin nggak bakal jadi kayak gitu ceritanya, gue juga minta maaf ya Yash" kata Kath tulus.
"Apa mungkin harus diulang lain kali? " kata Yash tiba tiba. Kath kembali merona mendengarnya.
"Ap apa? " tanya Kath kaget.
"Hahaha, nggak papa, nggak usah di pikirin, gue cuma asal nyeplos kok" kata Yash sambil tersenyum cerah.
Tapi Kath tahu itu bukanlah yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh Yash.
"Gue minta maafbya?" kata Yash lagi. Itu malah membuat Kath merasa bersalah sekarang.
"Emmm nggak usah dipikirin lagi. Oh ya, ngomong ngomong. Elo kok bisa sampai sini sih? " tanya Kath antusias sambil mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Oh itu. Panjang deh ceritanya" jawab Yash sekenanya.
"Nggak masalah kok, cerita aja" kata Kath.
"Jadi gini......... " jelas Yash panjang lebar.
"Nah begitu ceritanya" kata Yash mengakhiri ceritanya. Yash terlalu fokus kepada ceritanya sampai tak sadar kalau Kath ketiduran mendengarnya. Melihat Kath yang tertidur pulas membuat Yash tersenyum. Kath kalau tidur sangat imut seperti bayi. Yash mengangkat tubuh Kath dengan hati hati. Dan membawanya ke kamar Kath. Didalamnya memiliki aroma wangi yang khas seorang Kath. Yash segera turun kembalike lantai satu. Ia menuju ke ruang keluarga dan tidur di sofanya. Yash mengambil posisi terlentang. Ia mengingat kembali kejadian yang menimpanya hari ini. Matanya mulai terasa berat sekarang dan ia segera menuju ke alam mimpi.
_________________________________
"Ayah, bagaimana keadaan anak kita sekarang?! " tanya Ratu Cayya pada suaminya.
"Sudahlah ratuku, ia akan baik baik saja. Tenangkan dirimu " jawab Raja Fredick menenangkan istrinya.
"Bagaimana aku bisa tenang?, bagaimana kalau dia dalam bahaya sekarang? " kata Ratu Cayya kembali histeris.
"Shuuuttt jangan bicara macam macam, anak kita adalah pangeran paling tangguh di kerajaan ini. Tidak ada yang bisa menyelakainya" tandas Raja Fredick kembali. Ratu Cayya masih menangis histeris. Sekarang mereka dan beberapa anggota kerajaan lainnya sedang bersembunyi di istana rahasia. Dan tidak ada yang bisa tahu keberadaan istana tersebut kecuali anggota kerajaan.
"Rajaku, sampai kapan kita harus seperti ini? Sampai kapan kita harus terkekang seperti ini? Banyak rakyat di sana yang menderita karena peperangan, sedangkan kita malah bersembunyi disini mengharap pertolongan. Apa itu tidak adil? " kata Ratu Cayya. Tiba tiba seorang pengawal datang membawa berita.
"Yang mulia saya sudah tahu sekarang di mana keberadaan pangeran" kata pengawal itu tergesa gesa.
"Di mana kau menemukannya?, cepat katakan pada kami " kata Ratu Cayya tidak sabar.
"Tenanglah Ratuku. Dimana kau melihatnya pengawal? " kata Raja dengan bijaksana.
"Dia sekarang berada di kerajaan bumi yang mulia " jawab pengawal tersebut.
"Hah, bumi? Kerajaan mana itu? Terdengar asing sekali. Apakah itu tempat dinosaurus tinggal? " kata Raja menebak.
"Kalau dulu memang benar yang mulia. Tapi kalau sekarang para dinosaurus itu sudah punah yang mulia" kata pengawal.
"Bagaimana ini Raja?, apa sebaiknya kita menjemputnya sekarang? " tanya Ratu tidak sabar.
"Jangan dulu Ratuku. Pengawal!! Segera perintahkan Bramfiesta dan Loas untuk segera menemui pangeran!!! " kat Raja.
"Baik Raja" kata pengawal sambil berjalan menjauh.
"Rajaku, aku berharap anak kita segera ketemu" kata Ratu sambil menahan haru.
"Tentu saja Ratu kita pasti bertemu dengannya lagi" kata Raja meyakinkan.
____________________________
"Kira kira dimana ya keberadaan pangeran? " kata Bramfiesta.
"Mana aku tahu?, pengawal tadi hanya mengatakan di bumi, kenapa tidak memberi penjelasan ya? " jawab Loas.
"Apa di bumi orang orangnya bisa di tanyai? " kata Bramfiesta.
"Coba saja dulu" jawab Loas. "Tapi kau harus tau, aku tidak mau bertanya kepada orang gembel!! Aku hanya mau bertanya pada orang kaya" kata Loas.
"Hahhh ya ya aku tau, terserah kau sajalah" jawab Bramfiesta sekenanya.
"Eh aku melihat gadis cantik di sana " kata Bramfiesta tiba tiba.
"Ck fokus Bram!!! Fokus!!!! " kata Loas gemas.
"Baik baik" jawab Bramfiesta murung.
"Eh aku lihat pangeran memakai jubah ketat!!! " kata Bramfiesta lagi.
"Jangan mulai lagi Bram!!!! Atau aku akan mencincang lidahmu sekarang!!!! " kata Loas mendidih.
"Tidak Loas, itu lihat yang pakai jubah ketat" kqta Bramfiesta kegirangan.
"Ya! Mana ada yang namanya jubah ketat?! " tanya Loas geram.
"La itu? " tanya Bramfiesta sambil menunjuk pria yang menggunakan jubah ketat, menurutn nya😒😒😒😒
"Ahhhhh sudahlah lebih baik kita ikuti saja, kalau kita salah aku benar benar akan mencincang lidahmu nanti!!!!! " kata Loas mengancam.
"Ya.... Baiklah" kata Bramfiesta cemberut. Akhirnya mereka mengikuti pria tadi dan sampai di rumah mewah. Pria yang mereka ikuti sadar dan segera menegur mereka.
"Kalian tidak punya sopan santun apa? Kenapa mengikutiku kemari?! " kata pria itu.
"Hahhhh!!!!! pangeranku!!!!!!" Teriak Loas dan Bramfiesta bersamaan. Tanpa ba bi bu mereka langsung memeluk Yash karena kegirangan sambil berjingkrak jingkak. Bahkan saking senangnya Bram, ia hampir saja mencium Yash.
"Benar kan apa yang aku bilang, pangeran pakai jubah ketat" kata Bram bangga. Loas memutar bola matanya jengah.
"Apa itu jubah ketat? " tanya Yash sambil mengerutkan dahi" Bram menjawab dengan menunjuk ke pakaian yang dikenakan Yash.
"Dasar pengawal katrok!!!! Ini jaket, bukan jubah ketat " kata Yash sambil menjitak kepala Bram.
"Yash ada apa? Kenapa ribut sekali?! " kata Kath saat keluar dari rumah. Kath yang melihat pemandangan itu langsung menegang seketika.
"Ohhh ternyata begitu kelakuan lo Yash?! " kata Kath datar sambil mengernyitkan dahi.
"Gu gue bisa jelaskan" kata Yash yang sambil berkeringat dingin.
__________________________________
Halo readers gimana tambahh seru kan?!!! Jangan lupa kalo habis baca vote dulu yahhhh sampai jumap di episide selanjutnya
__ADS_1