
Bramfiesta dan Loas berjalan gontai menyusuri tepi jalanan. Mereka sudah berjalan kaki hampir dua jam.
“Menurutmu, kenapa pangeran enggan kembali?” tanya Loas memonolog.
“Mungkin dia betah di dunia manusia ini” jawab Bram sambil menengadahkan kepalanya ke langit.
“Anying panas ternyata” katanya sambil menggeleng gelengkan kepala yang sempat pusing.
“Aku heran kenapa manusia bisa tinggal di tempat yang sepanas ini. Di dunia kita matahari saja bisa di tatap seperti bulan” kata Bram menggerutu.
“Mungkin mereka punya kelebihan yang tidak kita miliki. Menghirup gas beracun tanpa bisa mati mungkin? Di udara saja sudah banyak gas yang tidak layak di hirup” kata Loas seadanya.
“Benar katamu. Oh tidak!! Apa kita akan mati? Kita bukan manusia kau ingat?” kata Bram yang tiba tiba histeris sendiri. Loas memutar bola matanya jengah.
“Ck, yang benar saja!! Kita mahluk imporland. Kita tidak akan mati hanya karena ini” kata Loas jengkel.
“Benar juga. Aku lupa kalau aku mahluk imporland” kata Bram sambil menyunggingkan cengiran lebarnya.
“Kita akan kemana? “ tanya Bram yang menyadari sedari tadi dirinya hanya berjalan jalan tanpa tujuan yang jelas.
“Mencari pangeran ” jawab Loas singkat.
“Percuma” kata Bram yang tiba tiba serius.
“Kenapa? “ tanya Loas penasaran. Jarang jarang Bram bisa seserius ini.
“Kau tidak lihat sendiri kemarin kita di usir karena gadis manusia itu? “ kata Bram agak keras.
“Ahh, ya kau benar” kata Loas mengaku.
“Aku sempat heran kenapa pangeran tidak langsung menerima perjodohannya dengan putri negri Dorce. Kalau dia langsung menerimanya, mungkin kerajaan kita bisa memiliki sekutu sebagai bala bantuan” kata Loas melanjutkan.
__ADS_1
“Mungkin pangeran punya alasan lain” kata Bram beralibi lain.
“Alasan apa? “ tanya Loas penasaran.
“Entahlah. Dia memang sering seperti itu. Bertindak seenaknya dan pergi tanpa kabar yang jelas. Sangat menyusahkan” kata Bram menggerutu.
“Haha, kau bisa berkata seperti ini saat tidak ada dia” kata Loas merasa geli. Biasanya Bram selalu diam dengan kelakuan atasannya itu.
“Kapan lagi bisa mengejek pangeran kita seperti ini” kata Bram sambil menyerigai.
“Tapi, mungkin sekarang aku tahu alasannya” kata Bram tiba tiba.
“Benarkah? Apa? “ tanya Loas penasaran.
“Di dunia kita, wanitanya berambut pendek semua” kata Bram tiba tiba.
“Ck, mana mungkin hanya itu” kata Loas berusaha menyanggah.
“Hey!!!! Itu keterlaluan!!!! “ kata Loas ketus.
“Apanya yang keterlaluan? Lihat saja sendiri. Aku tidak mengejek. Kenapa kau malah menyalahkanku?!!!!! “ kata Bram yang tidak terima jika di salahkan.
“Tapi tidak seperti itu juga” kata Loas mengoreksi.
“Baiklah” kata Bram pasrah.
“Eh, ngomong ngomong, bagaimana kalau kita mencari hiburan sebentar? Aku lelah harus mencari pangeran Yash terus” kata Bram memberi usul.
“Liburan kemana? Kau mau mencari geisha? Jangan bodoh!!! Pangeran sudah melarang kita melakukan hal itu” kata Loas malas.
“Kau berniat mencari geisha? “ kata Bram pura pura polos.
__ADS_1
“Tidak” sanggah Loas.
“Ya sudah. Aku juga tidak. Maksudnya kira ke wahana permainan. Kurasa itu seru. Bagaimana? “ tanya Bram.
“Jangan seperti anak kecil. Aku tidak mau bermain dengan ayunan dan jungkat jungkit” kata Loas.
“Ck, bukan itu. Permainan di dunia manusia unik. Para orang dewasa juga bisa memaikankannya” kata
“Itu kekanakan” kata Loas yang memang malas memainkan permainan di dunia manusia.
“Terserah kau mau bilang apa. Tapi aku tetap akan ke wahana permainan” kata Bram sambil melenggang pergi.
“Kau punya sesuatu untuk di tukarkan sebagai upah? “ kata Loas yang membuat Bram bergenti seketika.
“Tidak, kita akan menaikinya secara gratis” kata Bram sambil menunjukkan cengiran lebarnya.
“Itu curang!!!” kata Loas sambil menggerutu.
“Tidak apa apa. Kita juga tidak akan menjadi buronan hanya karena tidak membayar bukan?” kata Bram tak peduli.
•••••••••••••
Mohon maaf karena author telat update, beberapa hari lalu sering brain blank. Bingung juga harus di lanjutin bagaimana.
Author juga baru balik ke ponpes, jadi sering sibuk dengan kegiatan pesantren dan tugas daring sekolah. Sekali lagi mohon kemaklumannya.
Untuk yang kangen dengan Yasheegaff dan Kath, mohon maaf part kali ini mereka tidak muncul. Untuk part selanjutnya mohon dukungannya agar author dapet ide lagi. Kalo bisa sih mau double update atau crazy update begitu. Soalnya rencana story yang satu ini author sengaja bakal bikin banyak part. Insaa Allah bakal nyambung semua kok, jadi nggak bakal kelihatan aneh.
See you
Tbc
__ADS_1