Oh My Pegasus

Oh My Pegasus
Lima


__ADS_3

“Silahkan datang kembali tuan” kata seorang karyawan super market. Wanita itu menunjukkan senyum termanisnya begitu Yash melewatinya.


Yash mengabaikannya, sengaja. Dia sempat heran. Padahal kadar ketampanannya sudah ia kurangi tujuh puluh persen, tapi tetap saja wanita di sekitarnya menganggapnya terlalu tampan. Yahh, mau bagaimana lagi, ketampanannya saja tidak manusiawi. Dia kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah Kath.


“Hey!!!! Itu pangeran Yash!!!! “ sebuah suara mengejutkannya. Yash menoleh ke belakang. Belasan orang berlari ke arahnya.


“Tentara Hubal” katanya lirih. Dia berdecak kesal seketika.Tanpa membuang waktu, ia segera berlari dengan membawa belanjaannya.


Deru nafas Yash semakin kencang. Ia makin mempercepat larinya. Para tentara Hubal itu ternyata tidak mau menyerah juga untuk mengejarnya.


“Mereka benar benar menjengkelkan” keluh Yash. Ia kembali mendengus kesal. Peluh di keningnya segera ia seka dengan cepat.


“Terpaksa” katanya sambil melepas jaketnya kasar. Ia segera menalikan lengan jaketnya di pinggangnya. Mulutnya menyebutkan beberapa mantra.


Whush!!!!


Sebuah sayap gagah muncul begitu saja di punggung telanjangnya. Yash menyerigai puas. Ia segera terbang ke atas langit.


Para tentara tentara Hubal menghela nafas jenuh. Sepertinya menangkap Yash bukan perkara yang bisa di anggap remeh.


Yash semakin terbang meninggi. Tanpa sepengetahuannya, para tentara Hubal itu ternyata mengejarnya dengan sayap mereka yang mirip sayap kelelawar yang terbalik.

__ADS_1


Kepakan sayapnya semakin keras. Di hadapannya sekarang terpampang batu kapur bekas pertambangan. Yash melirik ke belakang. Ia segera memutar otak. Dugaannya benar. Para tentara Hubal itu ternyata masih mengejarnya.


Yash menukik tajam di antara bongkahan batu kapur. Dengan lihainya ia berbelok dengan begitu sempurna di antara celah batu kapur yang mulai berlumut itu.


“Astaga!!!mereka benar benar menyebalkan!!!! “ rutuknya sambil kembali berbelok tajam. Yash segera memikirkan cara terbaik untuk terlepas dari kejaran tentara Hubal. Alasannya membawa para tentara Hubal itu kemari agar mereka tidak membuat keributan di kota.


Yash terus berfikir keras. Ia sekarang terbang menuju pabrik gas. Ia tidak mungkin mengeluarkan kekuatannya di tempat ramai ini. Di bawahnya, para pekerja sedang fokus dengan pekerjaannya masing masing. Ia tidak mungkin membuyarkan konsentrasinya dan memperlihatkan para pekerja itu melihatnya dengan sayap.


Yash tiba tiba menyerigai sinis. Ia berubah menjadi burung elang seketika. Ia kembali menukik tajam ke arah pipa pipa baja di bawah sana.


“Kau bisa mengejarku, tapi silahkan saja menghindar dari ini” katanya licik. Tepat di depannya, sebuah tabung salah satu fraksi berdiri di depannya. Tanpa menunggu lama, ia segera lewat di antara tabung itu.


“Satu" ia mulai menghitung.


"Tiga” ia segera melajukan terbangnya.


Kepulan asap keluar begitu saja tepat saat Yash berhasil melewatinya. Na'as, tiga tentara Hubal itu terkena asap itu dan terjun bebas ke bawah seketika. Sisa dari mereka yang beruntung kembali mengejar Yash dengan gigih.


"Kita kepung saja dia" kata salah satu tentara Hubal itu. Yang lain menanggapinya dengan anggukan singkat. Mereka segera berpencar.


Yash kembali menoleh ke belakang. Hanya dua orang tentara Hubal yang mengejarnya. Yash sempat mengernyit heran. Ia kembali berubah ke wujud aslinya.

__ADS_1


"Itu dia!!!!!! " sebuah suara datang di samping kanannya. Belum sempat dia menyadari situasi yang ada, di depan dan samping kanannya juga tentara Hubal menghadang jalannya. Yash berhenti seketika. Para tentara Hubal itu semakin mendekat. Mengepungnya dengan lembing berwarna keperakan yang di acungkan ke arahnya.


Yash menatap mereka dengan tajam. Nafasnya semakin naik turun dengan geram.


Pergerakannya semakin menyempit. Sekarang hanya tinggal empat meter jarak tentara Hubal itu mengelilinginya.


"Ada kata kata terakhir yang ingin kau katakan pangeran? " tanya salah satu di antaranya dengan sinis. Yash semakin menatap mereka dengan nyalang.


Sebuah sinar memancar dari ujung tongkat mereka seperti aliran listrik.


Yash semakin mengeraskan rahangnya. Hanya soal waktu sinar itu akan mengenai tubuhnya.


BHUMMM!!!!!


Hingga.........


••••••


**Hay hello readers yang masih setia nunghuin author update. Mon maap ya author sempet hiatus lamaaaa banget. Habis nggak ada ide mau di lanjut kayak gimana lagi.


Part kali ini cuma dikit ya?. Tenang, besok author bakalan up lagi deh. Mohon dukungannya.

__ADS_1


salam


Azekhakha Belle**


__ADS_2