Oh My Pegasus

Oh My Pegasus
Delapan


__ADS_3

"Aku tahu apa yang kulakukan" kata gadis itu sambil melambaikan tangan ke arah para rakyatnya yang sedang mengelu elukan namanya.


Lawan bicaranya hanya menghela nafas, lelah.


"Putri, anda tidak bisa melakukan ini" kata lawan bicaranya yang ternyata salah satu dayangnya.


Gadis itu menoleh ke arah dayangnya. Ia mengernyitkan dahi.


"Memang apa salahnya? Aku bosan di sini. Aku hanya menjadi pajangan hidup yang hanya tersenyum dan berperilaku sopan. Apa kau tidak sadar? Aku benar benar lelah dengan semua ini!! " kata gadis itu menaikkan oktaf suaranya.


Pelayan itu hanya bisa terdiam. Ia tak berani membantah perkataan atasannya.


"Sudah, aku akan ke Yggdrasil. Kau, jangan ikut" kata gadis itu sambil melenggang pergi.


"Tap, tapi putri~~"


Gadis itu segera melayangkan tatapan tajam ke arah pelayan tersebut.


Pelayannya segera tutup mulut dan merunduk ketakutan.


•••••••••••


“Aduh kakiku sakit!!!!” kata Jojo yang tersandung batu. Jojo duduk dan memeriksa kakinya.


“Bagaimana ini? “ kata gadis berusia delapan tahun itu bingung. Tiba tiba ia mendengar suara dibalik semak semak.


Jojo mundur ketakutan.


Whushhh


Suara anak panah melesat.


Sett


Anak panah itu menacap pada keranjang bunga Jojo.


“Akhhhhh!!!!!! “ teriak Jojo ketakutan. Jojo kaget karena tiba tiba muncul anak laki laki dari balik semak semak.


“Maaf saya kira tadi rusa. Ternyata nona. Maaf, saya tidak sengaja” kata anak laki laki itu dengan raut muka menyesal. Jojo hanya memandang anak laki laki itu.


“Sebelumnya perkenalkan diri saya. Saya Alex dari kerajaan Sulivan. Apakah nona tersesat disini? “ tanya Alex sambil mengulurkan tangan membantu Jojo berdiri. Bukannya menerima uluran tangan Alex, Jojo malah berdiri sendiri sambil membersihkan debu yang menempel di gaunnya.


“Saya Jojo. Saya tidak tersesat. Maaf tuan saya tidak bisa menjabat tangan tuan” kata Jojo sopan.


“Memangnya kenapa? Apa tangan saya kotor? “ tanya Alex heran. Jojo tersenyum.


“Bukan begitu, ayah saya melarang melakukan kontak fisik dengan laki laki manapun” kata Jojo menerangkan.


“Oh begitu, maaf ya budaya kita ternyata berbeda, saya tidak tahu” kata Alex sopan. Jojo menggapinya dengan senyuman.


“Apakah kaki nona luka karena anak panah saya nona? “ tanya Alex khawatir.


“Bukan, anak panah tuan hanya mengenai keranjang saya disana. Kaki saya terluka tersandung batu” kata Jojo sambil menunjuk keranjangnya yang tergeletak. Jojo takut membuat Alex semakin merasa bersalah.


“Kalau begitu izinkan saya mengobati luka nona, saya akan memakai sarung tangan agar tidak menyentuh kulit anda secara langsung” kata Alex. Jojo mencoba mencegahnya tapi ia kalah cepat dengan Alex yang sudah pergi mencarikan obat. Jojo akhirnya menunggu sambil duduk di bawah pohon. Jojo menaikkan tudung jubahnya yang terjatuh. Alex kembali membawa obat. Alex mulai mengobati luka Jojo.


“Maaf nona, bolehkah saya melihat kaki anda? “ tanya Alex meminta izin.


“Silahkan tuan” kata Jojo memperbolehkan. Jojo mengulurkan kaki kirinya didaerah mata kaki sehingga Alex mudah untuk mengobatinya.


“Pelan pelan tuan, sakit” kata Jojo sambil meringis.


“Maaf nona” kata Alex. Setelah selesai mengobati, Alex merobek ujung jubahnya sebagai perban. Jojo yang melihatnya segera menegur.

__ADS_1


“Tuan kenapa anda merobek jubah anda hanya untuk luka ini? “ kata Jojo. “Jubah anda terlalu berharga jika hanya untuk membalut luka di kaki saya” lanjut Jojo.


“Tidak apa apa nona, yang terpenting luka anda segera sembuh” kata Alex tenang.


“Bisa berdiri? “ tanya Alex sambil mengulurkan tangan.


“Awww” rintih Jojo masih kesakitan. Alex segera berjongkok membelakangi Jojo.


“Silahkan nona” kata Alex mempersilahkan.


“Anda kenapa tuan? “ tanya Jojo kaget.


“Saya mau menggendong anda, bolehkah? “ tanya Alex meminta izin kembali.


“Jangan tuan, anda bangsawan. Jangan seperti ini” kata Jojo menolak halus.


“Tidak apa apa nona, saya tidak masalah. Tolong jangan sungkan, saya hendak menolong anda” kata Alex menyakinkan.


“Baiklah” jawab Jojo. Alex mengalungkan busur dan sarung anak panahnya ke depan agar mudah menggendong Jojo. Setelah sampai di dekat sungai Reve yang memiliki jembatan dari kristal sebagai akses untuk melewatinya, Alex menurunkan Jojo.


“Tuan terima kasih untuk bantuan tuan” kata Jojo sambil tersenyum.


“Tidak perlu memanggil tuan, saya sedang tidak di kerajaan. Cukup panggil saya Alex saja” kata Alex yang membuat Jojo tertawa.


“Kalau begitu, anda memanggil saya Jojo saja” kata Jojo sambil tertawa tetapi tetap menutupi mulutnya. Alexpun ikut tertawa.


“Ehhh, Jojo bolehkan kita berteman? “ tanya Alex tiba tiba. Jojo sempat terkejut mendengarnya.


“Tentu. Mulai sekarang kita berteman” jawab Jojo mengiyakan.


“Bolehkan saya menemui anda lagi” tanya Alex.


“Akan ku nantikan” jawab Jojo segera. Alex tersenyum senang.


“Saya juga” kata Jojo sambil melangkah pergi. Jojo menuju kastilnya. Alex melihat Jojo pergi sampai masuk ke gerbang istana. Setelah Jojo sudah tak terlihat, Alex baru pergi meninggalkan wilayah itu. Esok paginya Alex berencana menemui Jojo kembali.


Keesokan harinya Alex benar benar menemui Jojo kembali. Di bawah rumah pohon yang menjadi tempat singgahnya.


“Jojo, sebelah sini” panggil Alex saat melihat Jojo melewati jembatan kristal. Jojo segera menemuinya dengan berjalan santai sambil mengangkat gaun.


“Hay” sapa Jojo riang.


“Juga” balas Alex sambil tersenyum. Jojo mempersilahkan Alex duduk di karpet yang telah disediakan oleh dayang Jojo sebelum Jojo berangkat ke sekolah.


“Anda tahu, saya sangat bosan pelajaran hari ini “ kata Jojo menceritakan pengalamannya. Alex terlihat antusias.


“Oh ya? Memang bagaimana pelajaran di sekolah anda? “ tanya Alex sambil memperhatikan Jojo.


“ Hari ini pelajarannya sangat membosankan. Kenapa juga harus ada pelajaran ke tatakramaan dan ke anggunan, itu semua sudah saya pahami di luar kepala sejak kecil. Saya lebih suka pelajaran sains, matematika dan menunggang kuda. Sayangnya kalau saya ketahuan menunggang kuda, pasti saya ditegur” kata Jojo sambil cemberut. Alex tersenyum geli melihat tingkah Jojo.


“Memang kenapa anda tidak boleh menunggang kuda? “ tanya Alex gemas.


“Kata ayahanda anak perempuan tidak boleh mempelajari pelajaran untuk anak laki laki” kata Jojo terlihat murung.


“Sudahlah Jojo. Bagaimana kalau besok saya mengajari anda menunggang kuda? “ kata Alex menawarkan Jojo agar tak murung lagi. Wajah Jojo tampak berseri kembali.


“Benarkah? “ tanya Jojo dengan mata berbinar.


“Tentu putri, apa saja untuk anda” kata Alex sopan.


“Jangan memanggilku putri, anda membuatku malu “ kata Jojo sambil tersipu.


“Hahaha, maaf. Saya sebenarnya sudah tahu sejak awal kalau anda adalah seorang putri kerajaan. Saya sudah melihatnya dari sikap dan perilaku anda. Walau bagaimanapun anda menyembunyikannya, saya akan tetap tahu” kata Alex sambil tersenyum. Itu membuat Jojo teringat sesuatu.

__ADS_1


“Oh ya, sebentar lagi saya mengadakan pesta minum teh, anda jangan lupa datang ya? Ini undangannya” kata Jojo sambil memberikan undangan. Alex langsung menerimanya.


“Apakah hanya saya tamu anak laki lakinya di pesta ini? “ tanya Alex menggoda Jojo.


“Eh tidak, banyak kok pangeran yang saya undang. Bukan hanya anda saja” kata Jojo menyanggah ucapan Alex.


“Baiklah saya akan datang” kata Alex menyetujui.


“Bagaimana luka anda kemarin? “ tanya Alex.


“Oh itu, sudah diobati oleh tabib. Anda tahu? Orang tua saya sangat cemas ketika tahu saya terluka. Dan yang membuat saya bingung, saat ayahanda melepaskan ikatan sobekan jubah dari anda, ayahanda terkejut, lalu tersenyum dan tiba tiba mengatakan akan mengadakan pertunangan saya dengan pemilik jubah itu. Apa maksudnya saya akan tunangan dengan anda? “ tanya Jojo dengan polos.


Alex yang tahu maksudnya langsung kaget dan wajahnya memerah.


“Alex, apa anda sakit? “ tanya Jojo yang melihat wajah Alex memerah.


“Emm tidak nona” jawab Alex gugup.


“Jadi apa maksudnya? Apa saya akan di jauhkan dari anda? “ tanya Jojo nampak sedih.


“Tidak nona, malah sebaliknya. Anda bisa bersama saya ehhh...... Selamanya” kata Alex agak gugup.


“Benarkah? bagus, dengan begitu saya bisa terus bersama anda” kata Jojo kegirangan. Alex juga ikut tersenyum kaku untuk menyembunyikan kegugupannya agar Jojo tidak tersinggung.


“Saya sangat senang memiliki teman seperti anda tuan Alex” kata Jojo sambil tersenyum manis. Jantung Alex terasa berdetak lebih cepat saat melihat Jojo tersenyum.


“Saya juga nona, memang kapan anda akan di jodohkan dengan saya? “ tanya Alex sambil mencoba mengontrol rasa gugupnya.


“Nanti setelah upacara debutante saya. Yah sekitar 5 tahun lagi” kata Jojo dengan polos.


Alex menghela nafas lega. Aku kira dalam waktu dekat. Batin Alex.


“Bagaimana kabar anda hari ini? “ tanya Jojo membuyarkan lamunan Alex.


“Baik, seperti yang anda lihat” kata Alex sambil tersenyum.


“Anda tahu? Anda adalah teman laki laki pertama yang saya kenal” kata Jojo yang kembali membuat Alex tersenyum.


“Benarkah? Itu sebuah kehormatan bagi saya” kata Alex kembali menggoda Jojo.


“Apanya yang kehormatan? Hanya begitu saja masak kehormatan? “ tanya Jojo dengan lugu.


“Tentu putri Jojo. Kalau boleh tahu saya tahu, ini kerajaan mana? “ tanya Alex penasaran.


“Oh ini, ini kerajaan Dorce. Memangnya kenapa? “ jawab Jojo.


“Saya hanya penasaran” jawab Alex sambil tersenyum.


“Alex mari kita bermain hari ini” ajak Jojo dengan ekspresi mengemaskan.


“Main apa? “ tanya Alex bingung.


“Raja dan Ratu. Aku ratunya, anda rajanya” kata Jojo dengan riangnya.


••••••••••••••••••••••


**Lah, kok jadi gini alurnya? Hehe, kan author udah bilang episode selanjutnya bakalan flash back, eh udah bilang belom si?


Sumpah ini baru pertama kalinya bikin novel fantasi. Jadi rasanya agak aneh gitu pake bahasa yang baku.


Buat penjelasannya biar kalian nggak pada bingung, insaa Allah dua har lagi author bakal update. So, tetap stay in my lapak🤗🤗


See you

__ADS_1


Tbc**


__ADS_2