
Beberapa menit kemudian........
"Oh jadi begitu ceritanya " kata Kath yang masih tidak yakin.
"Jangan tiba tiba mengira kami ini gay, kalau kami gay, kenapa kemarin aku membuatmu.... Ump ump" kata Yash yang berhenti seketika karena Kath tiba tiba menutup mulutnya. Kath tidak mau orang lain tau kalau mereka kemarin mengalami ' kecelakaan'.
"Kenapa tidak langsung bilang pada orang tuamu pangeran?, kenapa kau menidurinya dulu? " kata Loas sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Ya! Siapa yang sudah menidurinya?! Aku tidak pernah menidurinya !!!! Melihatnya ganti pakaian saja aku tidak pernah melihat!!!!! " kata Yash kaget.
"Maaf sepertinya anda salah paham tuan" kata Kath agak jengkel karena dikira telah tidur bersama Yash.
"Lalu kenapa? Bukankah kau sudah pernah duduk di paha pangeran Yash? " kata Bram mengintrogasi. Kath seketika mem-blushing. Kenapa dia tahu?!!! Aduhhh, tapikan tidak pernah tidur bareng!!!! ******! Bagaimana aku menjelaskan ini? Aku tidak pintar jika di suruh berbohong. Batin Kath. Yash langsung membela Kath.
"Dengar ya Brambang Laos!!!! Kalian kalau jomblo, jomblo saja!!!!, tidak perlu mengganggu urusan pasangan kekasih!!!!! " kata Yash dingin.
"Lalu kenapa anda telah melakukan itu pangeran? Anda dididik agar memiliki moral, kenapa anda bisa tergoda dengan gadis krempeng, tepos, dan datar seperti ini? " tanya Bram. Telinga Kath semakin panas mendengarnya. Apa katanya?! Krempeng? Tepos? Datar?. ๐ก๐ก๐ก๐ก batin Kath murka.
"Apa pangkatmu hingga ingin tau seperti itu?! " kata Yash dingin.
"Pangeran, maafkan atas kelancangan saya. Tapi ini benar benar masalah serius. Anda tidak bisa enak enakan melecehkan gadis ini" kata Bram.
"Dia tidak pernah melecehkanku!!!!!!! , kalian kalau ngomong di teliti dulu!!! Jangan asal menebak yang tidak tidak!!!!" kata Kath yang mulai memerah mukanya.
"Lalu kenapa pangeran tidur di rumah ini?!! " kata Loas.
"Dengar ya!!! Ini tidak seperti yang kalian kira!!! " kata Kath membela diri.
"Sekali lagi kalian berani ngomong kayak gitu. Gue pastikan elo berdua akan berubah jadi cewek jadi jadian" kata Yash sambil menatap dingin kearah kedua pengawalnya.
"Maafkan atas kelancangan kami pangeran " kata Loas menatap tanah yang sedang dia pijak sekarang. Ia benar takut melihat tuannya murka.
"Pergi dari sini sekarang!! " kata Yash memberi perintah tegas. Akhirnya mereka berdua pergi dari rumah Kath.
"Jangan dimasukin ke hati ya" kata Yash menenangkan Kath yang pasti terpukul mendengar perkataan kedua pengawalnya tadi.
"Huaaaaa!!!!! Yashhhhh mereka jahat sekali mengataiku seperti itu!!! " kata Kath sambil menangis .
"Sudahlah, jangan perdulikan mereka " kata Yash menenangkan.
"Nggak di kampus, nggak dirumah, sama saja, ini nggak adil!!!!!!!! " teriak Kath. Yash bingung bangaimana caranya membantu Kath. Kath tiba tiba memiliki ide.
"Kau harus membantuku membuatnya agar lebih besar!!!!!!!! " kata Kath serius sambil masih sedikit terisak.
"Ha?!!!! ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑApa maksudmu?!!!!! ๐ณ๐ณ๐ณ๐ณ๐ณ๐ณ" jerit Yash. Jantung yash berdebar kencang. Oh tuhan ini berkah atau bencana?! Batin Yash bingung. Selama ini ia mungkin berkata agak vulgar, tapi ia sama sekali tidak pernah memiliki niatan seperti itu. Ehhhhh tunggu๐bantuin kagak ya? ๐ค
Jack jahat dan Jack baik di dalam otak Yash bereaksi.
๐: udah nggak papa๐nanggung loh๐enak!!!! masak elo nggak mau๐ค๐๐๐ถ๐ถ๐ถ๐๐kalo mubazir nanti dosa lo๐๐๐๐๐
๐: jangan!!!!!! ๐ฃ ingat!!!!! ๐dosa!!!!!! ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ, kecuali,๐ kalo niatnya buat nolongin juga nggak papa kok. Kan dapet pahala๐๐
"Jadi gimana? Mau ya nolongin" kata Kath memelas.
"Ok!! Gue bakal nolongin elo. Tapi sebelum itu, beliin gue tissu 5 kardus besar" kata Yash mantap.
"Banyak banget? Buat apa? " tanya Kath.
"Jaga jaga kalo gue mimisan" jawab Yash tegas. Hadehhhh iyalah gue bakal mimisan orang bentar lagi gue bakal ngerasain rasanya squisy haram.
Beberapa jam kemudian setelah......
"Kath, maaf aku tidak bisa! " kata Yash tegas.
"Yang bener, kamu nggak mau bantuin? " tanya Kath.
"Gue nggak bisa ngelakuin itu " kata Yash.
"Kenapa memangnya? " tanya Kath sambil cemberut.
"Iman gue nggak kuat. Gue takut kalo tiba tiba nanti celaka gara gara perbuatan gue" kata Yash meyakinkan. Kath melongo mendengarnya.
__ADS_1
"Gue seorang pangeran Kath. Andai tubuh gue pengen sekalipun, otak gue nolak keras. Gue nggak bisa. Beneran nggak bisa " kata Yash harap harap cemas menunggu jawaban Kath. Kira kira ekspetasinya dia bakal gimana?. Batin Yash.
"Ohhhh yaudah" jawab Kath sambil melangkah pergi. Hati Yash mencelos seketika. Anjirrr ternyata di luar ekspetasi gue๐๐๐๐. Batin Yash sedih.
______________________________
Hari semakin siang. Kath menyempatkan diri pergi ke perpustakaan milik papanya untuk mengambil beberapa buku untuk menyelesaikan tugasnya. Kath mengirim pesan singkat ke papanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pa... Aku pinjem buku papa yang ada di perpus
Ia sayang, pakai mana saja yang kamu mau.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kath tahu papa dan mamanya akan pulang seminggu lagi. Kalau boleh jujur sebenarnya dia merasa sangat kesepian. Bukan karena dirumah tidak ada pembantu, melainkan karena dia tidak punya teman untuk di ajak ngobrol. Pembantunya jarang menginap di rumah. Dia lebih sering pulang ke rumahnya sendiri.
"Kok sendirian? " tanya sebuah suara yang membuat Kath tersentak kaget. Spontan Kath melemparkan tempat pensil yang kosong ke arah si pemilik suara. Dengan mudah yang dilempar menangkapnya.
"Bilang kek kalau mau masuk. Maen nylonong aja kayak maling " kata Kath sarkas.
"Mana ada maling yang ganteng kayak gue? " kata Yash sambil tersenyum tanpa dosa.
"Ck, pinter banget lo buat mood gue jadi jelek. Brantem yok!!! " kata Kath menantang sambil menyingsingkan lengan baju.
"Oke, sekarang? " kata Yash enteng.
"Iyalah. Kali nanti keburu udah nggak marah" kata Kath jengkel.
"Iya nggak marah malah jadinya baper" kata Yash memancing emosi Kath kembali. Kath dengan cepat melayangkan tinjunya ke arah rahang Yash. Namun belum sampai tinjunya mengenai ragang Yash, Yash dengan sigap menggenggam tangan Kath.
"Kalo mau ngajak brantem jangan disini" kata Yash sambil tersenyum.
"Ohhh bener kata elo, seharusnya kita brantemnya di kuburan sekalian. Nanti kalo elo mati gue tinggal masukin elo ke lubang kubur" kata Kath sinis.
"Ck, sadis banget dah elo" kata Yash cemberut.
"Trus?! " tanya Kath jengkel.
"Najiss" kata Kath sambil berekting ingin muntah.
"Ehh elo hamil? Kok cepet banget " kata Yash tiba tiba.
"Jaga ucapan elo ya!!! Emang gue ngelakuin sama siapa ampe gue hamil?! " kata Kath tambah jijik.
"Sama gue tadi malem " kata Yash dengan entengnya. Muka Kath semakin memerah.
"Elo lupa ya tadi malem kita ngapain aja? Malah elo yang ganas minta di atas" kata Yash tanpa beban.
"Nggak mungkin!!!!! " teriak Kath histeris.
"Mungkin, tapi nggak malam ini deng, itu bakal terjadi 5 tahun lebih 7 bulan dari sekarang" kata Yash asal.
"Hihhhh jijik gua!!!! " kata Kath. Yash tiba tiba menarik tangan Kath yang reflek membuat pemiliknya mendekat ke arah Yash.
"Lepas nggak?! " kata Kath sambil menatap nyalang ke arah Yash.
"Nggak mau..... " kata Yash yang di buat se imut mungkin. Kath semakin muak menghadapi sikap Yash. Tanpa pikir dua kali Kath segera menggigit tangan Yash yang mencengkram tangannya.
"Akh, sakit Kath " aduh Yash sambil meringis.
"Biarin" jawab Kath tidak peduli.
"Gue nggak nyangka kalo elo sekarang jadi vampir" kata Yash sambil mengusap tangannya yang memerah.
"Tapi nggak papa ding. Gue rela kalo di gigit vampir cantik yang disebelah gue ini" kata Yash mulai menggoda Kath kembali. Kath segera memalingkan muka. Menyembunyikan pipinya yang terasa panas.
"Ciee baper" kata Yash sambil menunjuk pipi Kath dengan jari telunjuknya.
"Yash sana pergi!!!!! Gue mau nyelesaiin tugas gue habis itu gue mau pergi " kata Kath menghindari Yash.
__ADS_1
"Sok sibuk lo. Kayak orang penting aja mau pergi pergi " kata Yash mencegah Kath keluar rumah.
"Emang kenapa?! Bukan urusan lo kan kalo gue pergi sama orang lain? " kata Kath jengkel.
"Elo nggak boleh pergi kemana mana, emang elo mau pergi sama siapa?, cowok lo?! " tanya Yash agak sebal.
"Kalo iya kenapa? " tanya Kath menantang.
"Nggak boleh! " kata Yash tegas.
"Emang kenapa?, elo cemburu? " kata Kath mengintrogasi.
"Nggak!!! Nanti ujan. Elo bisa sakit" jawab Yash serius.
"Mana ujan nya? Mana? " kata Kath tak percaya.
"Tuh lihat" kata Yash sambil memandang jendela. Kath segera mengikuti arah penglihatan Yash.
GLUDHUK CHETARRRR!!!!!!!!!!
Suara gledek mengagetkan Kath. Kath reflek mendekatkan diri pada Yash yang berujung ia malah memeluk Yash sambil
menyembunyikan wajahnya di dada Yash.
"Modus ya.... " kata Yash hampir meledak tawanya.
"Kalau mau pede lihat lihat tempat" kata Kath langsung melepaskan pelukannya. Kath mengibaskan rambutnya yang mengganggu di sekitar leher dan langsung melenggang pergi. Yash melihatnya sambil tertawa samar.
"Gue juga heran Kath, kenapa gue jadi kayak gini " tanya Yash sambil tersenyum kecut.
________________________
"Kami minta ampun Raja" kata Loas dengan hormat.
"Memangnya ada apa? " tanya Raja Fredick.
"Kami hanya dapat menemukan Pangeran, tapi kami tidak dapat membawanya ke sini " kata Bramfiesta.
"Bagaimana keadaannya?, apa dia selamat?, apa dia tidak kekurangan makan?, apa dia tinggal di tempat yang layak sekarang? " tanya Ratu Cayya histeris.
"Dia baik baik saja Ratu " kata Bramfiesta sopan.
"Syukurlah" kata Ratu Cayya lega.
"Tapi...." kata Bramfiesta menggantungkan kalimatnya.
"Tapi kenapa? " tanya Ratu panik. Bramfiesta memandang Loas, meminta persetujuan apakah ia harus mengatakannya kepada Ratu tentang keadaan Pangerannya sekarang. Loas menghembuskan nafas lelah. Ia melirik sekilas ke arah Bramfiesta yang menganggukkan kepala.
"Dia sedang berada di rumah seorang manusia. Dan saya yakin mungkin dia sedang jatuh cinta kepada mausia itu" kata Bramfiesta menjelaskan.
"Apa?! Dia jatuh cinta pada seorang gadis manusia?! " tanya Raja kaget.
"Sudahlah Rajaku kenapa kau kaget?, berarti putra kita sudah dewasa. Itu lebih baik dari pada dia hanya berteman dengan dua mahluk ini" kata Ratu sambil melirik ke arah Bramfiesta dan Loas. Yang dilirik hanya diam bingung harus menyanggah apa.
"Kau lupa kalau putra kita tidak mau menikah dengan gadis pendek? Dan, kau tahu sendiri kan. Di kerajaan manapun di dunia imporland ini, terutama kerajaan Sullivan, tidak ada wanita yang tingginya lebih dari 130 cm bahkan putri raja sekalipun, kecuali dari kerajaan Derse. Kerajaan itu saja tidak ada yang tahu dimana keberadaannya sekarang ini" kata Ratu menenangkan suaminya.
"Tapi Ratuku, apa itu harus dari klan manusia? " tanya Raja khawatir.
"Menututku tidak masalah. Memang kau mau putra kita menikah dengan raksasa? " tanya Ratu lagi.
"Ya.... Tidak Ratu. Aku kaget saja. Kau tau kan kalau putra kita itu agak sedikit terganggu cara berfikirnya? Kau ingat saat umur 12 tahun dia pernah dengan sengaja membuka rok putri Hilda? Menurutmu apa putra kita tidak akan melakukan sesuatu pada gadis manusia itu? " kata Raja Fredick serius.
"Ahhh tentu saja tidak" kata Ratu santai. Tiba tiba Ratu teringat sesuatu
"Astaga! Kenapa aku tidak berfikir sampai ke situ?! " kata Ratu tersadar.
"Itu maksudku Ratu. Yang aku khawatirkan bukan putra kita, tapi gadis itu" kata Raja agak jengkel.
"Kalian berdua! Segera kembali ke bumi. Awasi tuan kalian. Jangan sampai dia berbuat aneh. Dan yang terpenting, jangan sampai ketahuan. Kalau aku punya cucu, maka cucuku harus terlahir dari ikatan pernikahan yang sah" kata Raja memerintah ke dua pengawal Yash dengan tegas.
"Baik Raja " kata Bramfiesta dan Loas sambil beranjak pergi.
__ADS_1
______________________________________
Votenya mana nih๐๐dikit ya? Emang, lagi males nulis soalnya. Nggak ada yang ngasih semangat๐ข๐ญ๐ญ Makanya vote dulu biar author seneng. Thank you