
**Hello readers!!!
Seperti janjiku kemarin, aku hari ini up lagi. Jangan lupa beri dukungannya!!!!!
Selamat membaca**.....
••••••••••••••••••••••••
Yash semakin mengeraskan rahangnya. Hanya soal waktu sinar, itu akan mengenai tubuhnya.
BHUMMM!!!!!
Hingga.........
Plop!!!!
Layaknya suara letusan buih air, tubuh Yash menghilang seketika. Semua tentara Hubal yang akan menembaknya terbelalak kaget.
Belum sempat mereka menyadari keadaan. Sinar energi itu membentur satu sama lain dan mengenai tubuh mereka sendiri. Hanya butuh beberapa detik, tubuh mereka telah berubah sepenuhnya menjadi belalang biasa yang terjun bebas ke bawah.
Sedangkan Yash telah selamat tanpa cidera sedikitpun. Ia mengatur nafasnya agar kembali normal.
“Kaloriku terbakar seperti habis senam aerobik” katanya sambil terkekeh ringan.
“Oh, benar! Belanjaanku!! “ kata Yash yang mengingat belanjaannya tidak ada di tangannya.
Ia menjentikkan jari dan......
Cik!!!!
Karton berisi belanjaan kembali ke tangannya dengan utuh.
"Maaf membuatmu menunggu lama Kath" kata Yash lirih sambil kembali melanjutkan tujuannya ke rumah Kath.
__ADS_1
••••••••••••••••
"Hamba mohon maaf tuanku, para tentara kehilangan koneksinya dan kita tidak bisa menghubunginya lagi" kata seorang prajurit dengan tubuh gemetar , ketakutan.
Sosok tinggi berjubah di depannya mengeram marah.
"Sial!!! Hanya seorang pria sepertinya kalian tidak bisa menangkapnya?!!! Prajurit macam apa kalian?!!!!!" kata orang itu sambil berdiri. Trisulanya ia genggam dengan erat.
"Kembali cari dia atau aku pajang kepala kalian semua!!!!!! " katanya lagi. Suaranya menggelegar bagaikan bunyi guntur yang keras.
Para prajuritnya segera berlarian ketakutan. Mereka segera menjalankan perintah tuannya
"Yasheegaff, aku akan segera menghabisimu" katanya dengan rahang bergetar.
•••••••••••••••••••••••••••••
"Kath!!! Gue pulang!!! " kata Yash sambil berlari ke dalam rumah. Kath menoleh malas ke arah Yash. Matanya terbelalak seketika begitu Yash berlari layaknya anak kecil yang menemui ibunya.
"Yash!!! Hati hati!!! Lantainya...... "
"....... Licin" kata Aka lirih.
"Awsss bokong seksiku" kata Yash sambil memegangi pantatnya.
Niat Kath yang akan menolong Yash luntur seketika. Pasti sebentar lagi pria itu akan memasang wajah sok imutnya.
Kath melihatnya dengan pandangan datar. Yash masih meringis kesakitan.
"Tolongin kek!!!! " kata Yash tak terima Kath malah memperhatikannya saja tanpa niat menolongnya sedikitpun.
"Sudah malas" kata Kath sambil melenggang pergi. Ia memilih mengurus masakannya daripada mengurus pria childish itu.
"Oh, ayolah Kath" kata Yash sambil memasang wajah terlucunya. Kath tetap membelakanginya sambil memutar bola matanya jengah.
__ADS_1
Yash mengerutkan bibirnya sebal. Ia benar benar seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk karena tidak di belikan mainan sekarang.
Yash mendengus pasrah. Nyatanya Kath malah mengabaikannya. Ia memungut karton belanja beserta isinya yang masih utuh itu di lantai.
"Apa ada yang bisa ku bantu? " tanya Yash sambil berdiri di sebelah Kath. Kath mengerutkan keningnya memastikan.
"Baiklah, potong wortel dan kubisnya" kata Kath sambil melanjutkan kembali acara menggorengnya.
Tanpa banyak bicara, Yash segera melakukannya.
"Yash, jangan terlalu banyak memotongnya. Kita hanya memasak untuk dua orang" kata Kath mengingatkan. Yash mengangguk paham. Ia hanya memotong bahannya dalam porsi sedikit.
"Sudah? " tanya Kath sambil meniriskan ayam. Yash mengangguk singkat.
"Baiklah, kita akan memasak apa lagi? " tanya Yash antusias.
"Umm, aku hanya memasak ini saja. Kau bisa pergi, aku akan menanganinya sendiri" kata Kath sambil mengelap tangannya.
"Baiklah, aku akan mandi" kata Yash.
"Kau sudah cocok menjadi istriku" kata Yash sambil terkikik ringan. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Mungkin , tapi bisa saja kami hanya orang yang mirip" kata Kath sambil tersenyum getir.
•••••••••••••••••••••••••••••
**Kok tambah dikit? 😥
Iya, habis otak lagi blank nggak tau harus nulis apa lagi. Dialeg bahasanya sama pergantian penyebutan lawan bicaranya masih kagok banget ya?
Lagi belajar nulis, jadi maapin yaa
Tenang, aku masih niat nerusin cerita ini sampai ending kok.
__ADS_1
Di tunggu yah lanjutannya......
See you in next week😊😊**