Overprotective Family

Overprotective Family
Keluarga


__ADS_3

Kehidupan sebagai seorang bangsawan memang nyaman bagiku. Namun hanya saja... keluargaku terlalu overprotektif. Saat aku sedang memetik bunga, mereka selalu saja langsung melarangku untuk memetik bunga karena takut aku terkena duri. Lalu saat ada kubangan air, mereka selalu saja memaksaku melewati jalan lain dengan alasan nanti gaunku basah. Di larang menunggang kuda, Dilarang berlarian di dalam rumah ataupun di taman, Dilarang ini itu dan banyak lagi.


" Akhhhh hidupku ini seperti burung di dalam sangar emas! mana kebebasanku? "


" Luna kakak datang untuk memeriksa kamarmu. " Dia adalah kakak Teo.


" Aduh kakak kan sudah meriksa dua jam yang lalu!" aku merasa benar-benar kesal.


" Ya Tapi yang namanya bahaya itu bisa aja ! siapa tahu ada pencuri atau pembunuh yang bersembunyi di bawah tempat tidur? atau di lemari? "


" ah udahlah !" aku melempar bantalku begitu dia keluar.


Luna D Asteriana adalah seorang putri bangsawan dari Duke Asteriana. Dia sangat terkenal di pergaulan kelas atas karena kecantikannya itu. Namun para putri bangsawan lainnya sangat tidak menyukainya karena mereka menganggap Luna itu terlalu bersembunyi di balik bayang-bayang kakak-kakaknya dan keluarganya.Yang lalu saat pesta di istana, seorang laki-laki yang berdansa dengan Luna tanpa sengaja menginjak kakinya.Luna tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, namun kakaknya itu yang ribut sendiri.


" Udah aku gak mau ikut pesta bangsawan lagi."

__ADS_1


tok..tok..tok..


" masuk!"


seorang pelayan masuk dengan membawa sebuah surat.Surat itu ternyata dari pangeran.


" kepada Putri Duke Asteriana, saya pangeran Leonhard meminta anda untuk menjadi tunangan saya. " tulisannya kaku sekali. Sang pangeran memang tidak pandai menulis pesan.


Lalu terdengar suara langkah kaki.


" Luna kakak dengar kau dapat surat pertunangan dari pangeran? "


Aku hanya sedikit ragu. Ini pangeran lho apa boleh aku menolak secepat itu?


" Serahkan semuanya pada ayah. Ayah akan menulis surat penolakan. "

__ADS_1


" Tunggu sebentar ayah!" percuma mereka itu mmbuatku kesal. Hingga akhirnya aku membuat rencana untuk kabur.


keesokan harinya saat malam, aku menaruh guling dan bantal yang aku susun seperti orang sedang tidur. Lalu aku tingalkan catatan di sana. Aku membawa semua barang berharga miliku lalu turun menggunakan tali melalui jendela. Dan sejauh ini rencanaku sempurna aku sudah keluar jauh dari gerbang rumah.


suasananya serasa segar, aku melihat kota ari kejauhan dan berlari ke arah kota itu. Namun ternyata kota itu sedang di serang ! Para penduduk kota berlarian kesana kemari. Aku telah datang ke tempat yang salah! Harusnya aku tidak usah kabur saja. Aku tidak pernah memegang senjata karena jika ada bahaya biasanya ayah dan kakakku yang langsung membereskannya.


trang.. trang.. trang..


aku melihat banyak orang berjatuhan. Aku merasa takut.


" Wah sedang apa seorang wanita ada di tempat ini sendirian? rupanya kau minta di bunuh ya? " Salah satu musuh itu mendekatiku.


" tidak aku belum mau mati!" teriakku.


trang!

__ADS_1


Aku membuka mataku terkejut. ada seorang kesatria yang melindungiku. Dia berkata kepadaku untuk melarikan diri. Aku berterima kasih padanya lalu langsung pergi menjauh.


Aku melihat seorang anak kecil yang menangis. Dia terpisah dari keluarganya dan merasa ketakutan. Aku membantunya bertemu lagi dengan orang tuanya. Di dalam hati kami semua hanya berpikir aku harap penyerangan ini tidak akan terjadi lagi.


__ADS_2