
Aku, kakakku, dan Kesatria Rean keluar dari ruangan itu. Rupanya ayah masih belum selesai juga. Kami tiba-tiba melihat ada dua orang yang sedang berbicara di tempat yang sempit dan tersembunyi. kami tidak bisa melihat wajah mereka.
" Semuanya hampir berjalan lancar! " suara itu adalah suara laki-laki.
" Ya jika aku sudah menjadi raja nanti akan ku buat kalian menjadi bangsawan. " ucap laki-laki lain.
" Lebih baik ayo kita segera pergi dari sini. " bisik kakak. Aku pergi dengan langkah kaki pelan agar tidak ada yang mendengar.
Namun walaupun begitu ternyata mereka sudah tahu.
" Lihat itu.. putri Duke Asteriana. Bagaimana jika kita membunuhnya dan mengajak Duke untuk bekerja sama dengan kita. "
" Kikiki.. ide bagus! sekalian saja bilang kalau pangeran adalah orang yang membunuhnya!"
" itu bagus bukan? dengan itu kita bisa menyingkirkan pangeran. "
" Hahahahahaha.. " mereka tertawa senang.
~°°°°°°°°°°°~
" Oh Luna maaf ayah baru selesai !"
Raja tiba-tiba menghampiri kami dan tersenyum. Kami membungkuk hormat.
__ADS_1
" Apakah kalian menikmati pestanya? " Tanya Raja.
" Tentu saja.. Dan juga saya merasa bahwa pesta ini jauh lebih indah dari pada yang sebelumnya. " aku tersenyum.
Kami berbincang-bincang namun tiba-tiba kakak menyela kami." Yang Mulia, kami bisa meminta waktunya sebentar? "
Wajah kakak benar-benar serius. Mungkin dia merasa khawatir setelah mendengar omongan itu. Karena keluarga Duke Asteriana adalah keluarga yang menjadi tameng raja. Jika ada kenapa-napa pasti mereka akan menyerang salah satu dari kami dahulu. Dan yang pasti di serang adalah Luna! mereka menyerang Luna agar dapat melemparkan tuduhan jika keluarga kerajaan yang membunuhnya. Maka dari itu aku juga harus berantisipasi. " pikir Teo dalam hatinya.
" Baiklah silahkan ikut aku. " Kami berjalan mengikuti raja ke sebuah ruangan. Pintunya di kunci dengan rapat agar tidak ada yang bisa mendengarkan pembicaraan kami.
" Silahkan duduk santai saja lalu apa yang ingin anda katakan? "
Walaupun di bilang santai saja tapi aku mana mungkin bisa santai juga. Ini pertama kalinya sejak sekian lama aku bertemu raja.
10 Menit kemudian...
" Jadi begitu.. " Raja menghela nafas berat. " Aku paham akan kekhawatiranmu Teo, dan terima kasih telah memberitahuku. "
" Saya akan melindungi keluarga saya dan keluarga anda dengan seluruh nyawa saya!" ayah tampak bersemangat.
tok.. tok.. tok..
" permisi Yang Mulia, dan Tuan Duke. " Seorang pelayan perempuan membawa masuk nampan yang berisi 4 cangkir. Dia menuangkan teh kesetiap cangkir tersebut.
__ADS_1
" aku tidak usah pakai gula. " ucap raja.
" aku juga! " ucap duke.
" aku juga jangan pakai gula!" ucap Teo.
" Kalau aku pakai gula. "
" Kau sama seperti ibumu sangat suka manis-manis. Lain kali aku akan bilangkan ke putraku untuk mampir ke toko kue dulu sebelum datang ke rumahmu. "
" Itu hanya akan merepotkan Yang mulia. " Aku tersenyum. Aku mengaduk teh ku lalu meminumnya. Namun tiba-tiba aku kehilangan kekuatanku dan tak sadarkan diri.
Teo langsung membunuh orang yang membawakan teh tersebut.
" Mengapa jadi begini.. berarti benar ya Luna yang di targetkan.. " raja benar-benar merasa cemas.
" Putrikuuuuu!" tangis Duke.
" Untuk saat ini kalian menginap saja di sini. aku sudah panggilkan tabib istana!"
" Baiklah terima kasih atas kebaikan anda Yang Mulia Raja.. "
Teo dan Duke keluar ruangan. Mereka mengangkat Luna untuk memindahkannya ke kamar sebelah. Raja hanya duduk di balik pintu dan merasa pusing dan takut.
__ADS_1