
" Kami mencurigai jika kesatria Rean ada di balik kejadian ini semua. Baik mengenai Duchess maupun Luna. " Ucap Raja serius.
Duke merasa kebingungan.
mustahil kan Kesatria Rean adalah pelakunya?
~°°°°°°°~
medan peperangan..
" Ternyata kekaisaran Lionea akan bergabung juga dengan musuh! "
" situasi kita ini berarti sedang gawat. "
" Bukannya kekaisaran Lionea di kenal karena punya kaisar yang gila perang itu. "
" Ya itu gawat kemungkinan kita pulang hidup-hidup itu hanya satu persen. "
" Luna... " Teo hanya duduk termenung. Selama ini aku memang tidak keberatan untuk meninggal di medan perang demi mempertahankan martabat keluarga Duke Asteriana. Tapi kenapa sekarang aku merasa ingin melarikan diri. Aku mencemaskan Luna adikku yang sangat aku sayangi dan yang paling berharga bagiku. Semenjak kematian ibu, aku menjadi overprotektif kepada Luna namun ini semua demi menjaga Luna. Aku tidak ingin Luna mengalami hal yang sama seperti ibu. Saat melihat Luna diracuni, hatiku dipenuhi perasaan kesal, marah, dan juga sedih serta khawatir.
" Kakak pastikan kakak pulang dengan selamat ya !" Senyuman Luna yang saat itu masih berusia tujuh tahun terlihat sangat inah dan menyilaukan mataku.
" Ya kakak berjanji. " Teo mencium punggung tangan Luna dan tersenyum. " Kakak pasti akan kembali. " Pertempuran pertamaku saat itu berjalan dengan lancar. Aku bisa pulang cepat untuk bertemu dengan adikku lagi.
" Kakak ini karangan bunga untuk kakak. "
__ADS_1
" Wah kau yang membuatnya sendiri? "
" Ya !" Luna tampak menyembunyikan tangannya yang terluka karena tanpa sengaja tertusuk duri.
" Dan itu sini biar kakak lihat!" walaupun aku tahu kalau durinya sama sekali tidak beracun dan juga hanya luka kecil namun entah mengapa aku merasa khawatir.
" Kamu di larang untuk memetik bunga di taman lagi!"
" Hueeeee kakak jahat.. " tangis Luna.
Lalu saat itu juga..
Luna yang masih kecil berlarian di rumah. Dia tak sadar jika lantainya licin karena itu Luna jatuh. Dia di larang untuk berlarian.
" Kau galau sekali Teo.. aku bisa melihatnya bahkan kau hampir tidak napsu makan. " ucap pangeran.
" Jadi intinya kau takut? "
" Tidak tentu saja. "
pangeran tersenyum lalu memukul punggung Teo. " Gitu dong ! yang semangat dan ceria !"
dalam sepuluh hari pertempuran berlangsung tanpa henti. memang sesuai reputasinya, prajurit kekaisaran itu sangat kuat. untungnya sang kaisar sendiri belum turun ke medan perang.
kekaisaran Lionea...
__ADS_1
" Saya menghadap Yang Mulia Kaisar. " bungkuk dua orang. satunya laki-laki dan yang satunya adalah perempuan.
" Lalu bagaimana apakah berhasil? "
" Ya tentu saja ! kami sudah menaruh racun di dalam gula." ucap yang laki-laki.
"Lalu bagaimana kabarnya? "
" saya mendengar dari pembicaraan nona-nona bangsawan kelas atas dan katanya dia masih belum sadarkan diri. " ucap yang perempuan.
prok..prok..prok.." Bagus sekali.. kalian berdua memang adalah mata -mata yang handal." Kaisar berepuk tangan dan tampaknya senang.
" Kami merasa tersanjung dengan pujian anda Yang Mulia Kaisar. " ucap keduanya bersamaan.
Seseorang pelayan membawakan sebuah nampan perak yang di atasnya itu ada kantung uang dengan jumlah yang banyak.
" ini hadiah untuk kalian terimalah. Tetapi ingat tetap salurkan semua informasi dari kerajaanmu itu kepadaku. "
" Baik ! kalau begitu kami undur diri dahulu Yang Mulia Kaisar." mereka menbungkuk hormat lagi lalu keluar ruangan.
" mengapa Yang Mulia memanfaatkan mereka untuk menjadi mata-mata? " Tanya perdana menteri kekaisaran.
" Ya karena mereka itu sedikit bodoh. mereka juga membenci Luna D Asteriana bukan? mereka berdua itu cocok untuk menjadi bidak demi mencapai tujuanku."
" Lalu apa yang akan anda lakukan jika rencana anda sudah berhasil? "
__ADS_1
" Pertanyaan apa itu? kau sudah tahu pasti jawabanku bukan? aku akan membunuh mereka berdua. "