
Aku dan ayah bertengkar karena aku ingin masuk sekolah di mana kakak dulu belajar berpedang. Tak ada larangan wanita untuk memegang pedang namun ayah terlalu khawatir berlebihan. akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal sementara di rumah kelurga salah satu kesatriaku yaitu Suna. ayahnya menyarankan agar Suna mengajarkan aku berpedang sebagai bekal sebelum masuk ke sekolah itu.
~°°°°°°°~
Camp musuh..
Banyak prajurit yang membereskan senjata-senjata mereka untuk kembali ke kerajaannya. Namun tiba-tiba.. sesosok wanita yang memiliki wajah yang datar itu datang dengan iringan kabut dingin.para prajurit yang melihatnya itu menjadi ketakutan. Mereka segera lari dengan meninggalkan pedang maupun barang bawaan mereka.
" siapa bilang kalian bisa lari? " wanita itu menatap dengan tatapan mata tajam ke arah para prajurit yang sedang ketakutan.
wanita itu melambaikan tangannya dan langsung terjadi badai es yang besar. Es membekukan para prajurit yang sedang ketakutan tersebut. Yang tersisa hanyalah komandan mereka.
" Ratu es Glacia mengapa anda membekukan teman-teman saya? " sang kaptain bersujud dengan perasaan sedih dan ketakutan.
" huh memangnya itu urusanmu? aku dengar kalian membawa tawanan. Di manakah dia? "
Untuk sesaat sang komandan terdiam.
" saya akan memberitahukannya kepada anda tapi dengan syarat tolong lepaskan teman-temanku. "
" hm.. baiklah "
Ratu es Glacia adalah ratu yang membawa musim dingin. Menurut rumor dia mempunyai suatu istana dan wilayah yang sangat dingin. Di istana itu bahkan waktu seperti membeku.
__ADS_1
" Yang mulia raja membawanya ke istananya."
" begitu? " tatap Glacia tajam.
" be.. benar "
" baiklah kalau begitu.. "
" itu teman-temanku bagaimana? " tanya si komandan.
Glacia menoleh lalu dari tangannya secara cepat ada sebuah tombak es. Glacia menusuk sang komandan.
" kenapa... bukannya kau sudah berjan.. ji..? "
" Aku tidak berjanji bukan? " mata biru glacia semakin terang. wajah datarnya berubah menjadi senyuman jahat.
" kau.. kau penyihir jahat !" teriak komandan.
Glacia berjalan semakin jauh tanpa memperdulikan sang komandan yang tubuhnya membeku menjadi es.
Sekarang aku sudah tahu di mana letaknya. pikir Glacia dalam hati.
" Mengapa anda sangat ingin sekali menemukannya? "
__ADS_1
" Jadi kau sudah tahu ya? Cold padahal aku hanya bilang ingin berlatih saja. "
" tapi bukannya itu buang-buang tenaga? yang mulia. " ucap Cold.
Cold adalah pelayan Glacia. dia sangat tampan dan memiliki mata biru seperti Glacia.
" sudah ku bilang panggil aku pakai nama saja. Dan lagi aku tidak buang-buang tenaga kok. aku hanya membekukan mereka selama seratus tahun. Walaupun mereka akan terbangun lagi saat seratus tahun, mereka tak akan ingat apa-apa. "
" seperti biasa kau jahat Glacia. "
" he.. apa iya? aku baik kok!"
~°°°°°°°°°°°~
" ayah lihat aku bisa mengeluarkan butiran salju lho ! "
" Ya ampun kau hebat Glacia tapi masih kurang. "
ayah tak pernah memperhatikanku. Aku terkurung di istana es yang merupakan rumahku sendiri. Aku kesepian. namun hanya satu yang aku mengharapkan cinta dari ayah namun ternyata tak bisa aku dapatkan. Apa ayah membenciku?
suatu hari aku melihatnya seorang kesatria. Padahal jarang ada seorang kesatria yang sanggup masuk dan menahan hawa dingin di wilayah ini. Aku langsung jatuh cinta padanya. Aku membujuk ayah agar ayah mengundangnya ke istana. permintaanku di kabulkan untuk pertama kalinya aku berbicara dengannya.namun dia menghilang setelah itu .
" mengapa aku bermimpi seperti itu? " Glacia terbangun karena mimpinya.
__ADS_1