Overprotective Family

Overprotective Family
Bab 3


__ADS_3

Sejak pagi kakakku tampak bahagia. Di karenakan dia akan menjadi asisten pangeran. Kakak sebenarnya sangat ngefans dengan pangeran. Dan tentu saja aku sangat bahagia. Karena kakak sudah pasti harus tinggal di istana jadi yay tidak ada lagi pengganggu. Tapi ada satu lagi masalah..


" Ayo segera siapkan dressnya!"


" jepit rambutnya yang ini!"


para pelayan berlarian kesana kemari menghiasiku. Ya masalah itu adalah Yang mulia Ratu mengundang keluarga kami untuk makan malam di istana sekaligus menjadi tokoh utama di pesta dansa.


total merias 5 jam lamanya. aku benar-benar merasa capek. Aku bertemu dengan ayah yang menungguku di luar kamar. Ayah menggendongku sambil berputar-putar bahagia.


" Putriku memang selalu tampak cantik! ayo kita segera berangkat. " kami berjalan keluar rumah lalu naik kereta kuda yang telah menunggu kami.


Aku memandang ke arah jendela dengan perasaan kesal. Aku sebenarnya tidak ingin ikut, tapi ayah yang memaksaku. Sampai membelikan gaun baru yang bewarna pink dan ada corak birunya juga. Roknya panjang mengembang dan terasa sangat tidak nyaman.


Tak terasa akhirnya kami sampai di istana. lalu kami masuk ke aula.


" Duke Asteriana dan Lady Luna D Asteriana memasuki ruangan!" seru penjaga pintu.


Seketika itu seluruh mata memandang kami.


" Lihat itu.. "

__ADS_1


" memang ya kecantikan lady Luna bahkan bisa mengalahkan kecantikan lady Rosete. "


" iya itu benar. "


mereka berbisik-bisik lagi dan menutupi mulutnya dengan kipas tangan. Aku paling benci suasana ini.Dan aku melihat ada orang yang menatapku dengan tatapan kesal tapi aku mengabaikannya.


" Nona maukah berdansa denganku?"


" tidak apa maksudmu aku duluan !"


" Enak saja aku duluan ! "


para pria bangsawan mengerumuniku sambil bertengkar. Mereka semua tampak tidak mau mengalah. Namun tiba-tiba pangeran berjalan ke arah kami.


" Itu adalah suatu kehormatan bagi saya. " aku menerima ajakan dansanya.


Sementara itu rupanya lagi ada yang kesal. Dia adalah Rosete.Dia saat ini lagi di taman istana sendirian.


" Padahal hari ini aku sudah pakai baju baru yang bagus! tapi kenapa.. ini semua pasti karena Luna!" pakaiannya itu bewarna merah seperyi mawar dengan ada beberapa dekprasi bunga -bunga yang sama warnanya juga.


" Jika kau kesulitan aku akan membantumu. " sesosok bayangan itu muncul dan mendekati Rosete. Rosete tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Baiklah mari kita bekerja sama. " Rosete tersenyum licik.


~°°°°°°°°°°°~


prok.. prok.. prok..


Semua orang bertepuk tangan saat melihat kami selesai berdansa.


" Seperti yang di harapkan dari putri Duke kau sangat anggun sekali. " Puji pangeran.


Aku tersenyum. " Anda juga hebat dalam berdansa pangeran saya rasa kemampuan saya ini masih kurang dari kemampuan pangeran yang hebat. "


" Tidak.. dan lagi kapan kau akan membalas suratnya? " Tanya pangeran.


" Ah itu aku minta maaf karena saya masih memikirkannya."


" Ya tak apa berpikirlah selama yang kau mau.Tapi aku harap jawabanmu tidak membuatku kecewa. "


" itu tergantung anda sendiri Pangeran, karena saya menilai sikap, perilaku dan banyak hal."


Aku membungkuk hormat lalu pergi. Aku tidak melihat adanya kakak dimanapun.Aku pikir ini sangat bangus sekali. Untuk pertama kalinya, pesta dansaku berjalan lancar. Aku berjalan ke taman istana untuk menghirup udara segar.Aku berlarian dan berputar-putar bahagia.Hingga tiba-tiba aku bertemu Rosete.

__ADS_1


" Luna.. kenapa kau di sini? " Rosete tampak terkejut dan menyembunyikan sesuatu.


__ADS_2