Overprotective Family

Overprotective Family
Bab 4


__ADS_3

" Luna.. kenapa kau di sini? " Rosete tampak terkejut dan menyembunyikan sesuatu.


" ini kan taman istana siapapun boleh kesini. " aku menatapnya curiga.


" Ku ingat kan kau jangan menghalangi jalanku... kau tahu kan apa yang terjadi? " bisik Rosete.


Aku hanya diam termenung. Aku hanya berpikir apa yang dia maksud? Aku melihat Rosete pergi dengan langkah kesal.


" Eh Luna kan? " sapa kesatria Rean.


" ya ampun suatu kebetulan bisa bertemu di sini. Saya tidak melihat kau di pesta dansa.. kau habis kemana? " Aku tersenyum.


" Ya aku hanya bosan saja sama pesta dansa!"


kami berdua berjalan bersama lalu duduk di kursi taman.


" Aku penasaran bagaimana anda bisa menjadi seorang kesatria. "


" ya.. karena menjadi kesatria adalah impianku dari kecil. " Rean menatap langit-langit yang di penuhi bintang.


" Ayahku adalah seorang kesatria. Aku benar-benar bangga padanya. Dia selalu ikut dalam medan perang dan pulang dengan selamat.Bagiku ayahku itu sangat keren. Namun suatu hari, ayahku meninggal dalam medan perang. Namun walau begitu impianku sebagai seorang kesatria tidak berubah. Ibuku berusaha mencegahku untuk menjadi kesatria namun aku tetap memaksa untuk menjadi kesatria.Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya."

__ADS_1


" Saya dengar anda juga seorang kesatria Yang Mulia Ratu."


" Ya bagiku itu adalah sebuah kehormatan.Rasanya aku akan tetap berada di pihaknya. " mata Rean tanpak berbinar.


" Rupanya ada yang sedang membicarakanku." kami terkejut saat ratu keluar dari belakang pohon.


" Yang Mulia Ratu!" kami berdua spontan membungkuk hormat.


" Tak apa aku tidak akan terlalu mempermasalahkan seseorang yang bicara mengenai diriku. " Ratu benar-benar cantik. Wajahnya tampak lembut dan penuh kasih sayang. Dia tersenyum manis kepadaku.


Ratu ikut duduk bersama kami. suasana mendadak menjadi canggung.


" Aku akan menjamu kalian minum teh ayo ikuti aku. " kami berjalan masuk ke istana hingga sampai ke kamar Ratu. kami duduk dan seorang pelayan membawakan teh dan menuangkannya ke cangkir kami.


" Tidak perlu begitu..kau putri Duke Asteriana.Kau sudah ku anggap sebagai keluarga sendiri. "


Setelah itu suasana kembali hening dan canggung. Aku hanya fokus meminum teh saja.


" Oh iya aku lupa.. ini silahkan di makan. Ini cookies buatan saya sendiri. "


Aku terkejut melihatnya. Benar-benar terlihat lezat.

__ADS_1


" Saya tidak tahu ada ternyata bisa memasak cookies seindah ini. " Cookies itu ada yang berbentuk hati, kotak, dan atasnya itu seperti ada selainya.


" Ternyata kau di sini Luna! kakak mencarimu kemana-mana lho! bagaimana jika kamu dalam bahaya? " kakakku memelukku erat. Aku melihat ternyata ada pangeran juga.


" Kakak di sini ada Yang Mulia Ratu lho pasti aman kok. " aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya.


" Ada apa tiba-tiba ibu mengundang Luna untuk minum teh? " Pangeran berjalan mendekati ratu. Suasana menjadi hening dan sangat-sangat canggung.


" Apa maksudmu aku hanya menjamu mereka kok. Duke sedang bertemu dengan suamiku jadinya aku tidak bisa membiarkan gadis secantik ini sendirian. " seklias terlihat dari mata mereka berdua ada kilat menyambar.


" Saya mengundurkan diri dahulu Yang Mulia. Saya sangat senang dapat bertemu dengan anda. " aku membungkuk hormat.


" oh iya Luna bagaimana jawabanmu tentang surat pertunangan itu? "tanya pangeran tiba-tiba.


" Saya masih memikirkannya Pangeran. "


" Baiklah.. " ucap pangeran agak kecewa.


Aku, kakakku, dan Kesatria Rean keluar dari ruangan itu. Rupanya ayah masih belum selesai juga. Kami tiba-tiba melihat ada dua orang yang sedang berbicara di tempat yang sempit dan tersembunyi. kami tidak bisa melihat wajah mereka.


" Semuanya hampir berjalan lancar! " suara itu adalah suara laki-laki.

__ADS_1


" Ya jika aku sudah menjadi raja nanti akan ku buat kalian menjadi bangsawan. " ucap laki-laki lain.


__ADS_2