
Setelah 2 bulan pekerjaan di luar kota. Hari ini Harun pulang. Seperti biasa Ursila menjemput ditemani oleh Aira.
"Assalamu'alaikum", sapa Harun
"Wa'alaikumussalam", jawab Ursila sambil memeluk Harun.
"ehm.. ehm... hai aku ada di sini, jangan manasin aku dong", kata Aira menggoda.
"Makanya cepetan nikah", kata Ursila mengejek Aira
"Maunya.. Tapi....", balas Aira.
"Tadi aku dengar ada yang katanya mau nikah", kata Gaza mendadak muncul dari arah belakang.
"Gaza....", Ursila dan Aira terkejut melihat kedatangan Gaza.
"Aku kemarin menyempatkan waktu ke Yogya, ternyata Gaza juga pengen ke sini. Katanya sih ada urusan sama temanmu La", kata Harun sambil melirik ke arah Aira.
"Memangnya mau ngapain?", tanya Aira menatap Gaza
"Mau ketemu sama orang tuamu lah bawel", jawab Gaza.
"Hah.....!!!! Yang bener? Gak salah denger nih... Alhamdulillah ya Allah akhirnya Kau beri ku laki-laki yang mau serius denganku", kata Aira dengan tanya terangkat seperti orang berdoa
__ADS_1
"Alhamdulillah, udah cepetan aja nikahnya, Gaza kasianilah temenku ini sudah kebelet nikah, orang tuanya pun sudah kaya makan 3 kali sehari menyakan terus kapan dia nikah. hahahaha....", kata Ursila.
Harun dan Gaza mendengarnya tertawa, sedangkan Aira hanya tunduk malu.
"Awas kau ya La...", kata Aira dalam hati
"Jadi kapan ke rumah Aira?", tanya Ursila.
"Saat ini juga aku akan ke rumah si bawel ini", jawab Gaza sambil menunjuk ke arah Aira
"Kok mendadak sekali?", tanya Aira.
"Kalau gak mau ya sudah, aku cari yang lain aja deh", kata Gaza menggoda Aira.
Harun dan Ursila hanya dapat tertawa melihat pasangan unik yang ada di depan mereka.
Semua anggota keluarga sudah tidur. Tiba-tiba Ursila terbangun. Dilihatnya Harun sedang melaksanakan sholat tahajjud. Ursila masih pura-pura tertidur, sesekali mengintip suaminya, dia juga mendengar doa yang dipanjatkan oleh Harun.
Dalam doanya Harun minta kepada Allah agar mengampuni dosanya dan seluruh keluarganya, dan dia berdoa agar istrinya selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan dia juga memanjatkan doa agar segera diberi keturunan.
Ursila yang mendengarnya pun langsung membalikkan badan membelakangi Harun. Dia tak mampu menahan matanya tuk tidak menangis.
"Ya... Allah.. Sungguh ku bersyukur telah Kau anugerahkan suami yang begitu cinta padaku", kata Ursila di dalam hati.
__ADS_1
Ketika Harun baru mau mengatur posisi di atas kasur. Ursila pun membalikkan badan kembali dan kini matanya terbuka.
"Sejak kapan kamu bangun Sayang?", tanya Harun.
Ursila hanya mendekat dan memeluk Harun. Harun hanya diam dan kini tangan Ursila melingkar di pinggang Harun dan kepalanya di atas dada Harun.
"Kenapa aku merasa beberapa bulan ini kamu sangat manja, beda dengan Ursila yang ku kenal sebelumnya?", tanya Harun.
"Kamu suka yang mana?", tanya Ursila kembali.
"Pertanyaanmu aneh. Tentu saja aku menyukai sikap manjamu ini", jawab Harun lalu mencium kepala Ursila.
"Mungkin bawaan si bayi dalam perutku", jawab Ursila sambil bangun untuk duduk dan mengusap perutnya
"Maksudmu ?", Harun pun sontak terkejut dan ikut duduk.
Ursila mengangguk sembari tersenyum, "Allah mengabulkan doamu Sayang. 7 bulan dari sekarang kamu akan melihat anak kita", kata Ursila.
Harun langsung menyentuh perut Ursila dan menciumnya. "Ya Allah besar kuasa-Mu. Terimakasih sayang... sungguh aku sangat bahagia mendengarnya", kata Harun lalu memeluk istrinya.
"Jangan bilang sama siapa-siapa ya. Sejauh ini yang tahu cuma kamu sama Aira. Itupun karena waktu aku periksa ke dokter Aira lah yang menemaniku, aku mau kita nanti bikin kejutan gitu buat semuanya. Tapi aku masih bingung kejutan seperti apa ya bagusnya..?", tanya Ursila.
"Sudahlah itu nanti biar aku yang fikirkan. Sekarang kita tidur dulu. Kamu harus banyak istirahat, biar anak kita sehat", saran Harun
__ADS_1
"Iya Sayang....", jawab Ursila. Lalu mereka pun kembali tidur.
Makasih untuk like+komennya ya....