
"Ra ayo dong cepetan", desak Gaza
"Iya iya bentar, masih siap-siap", balas Aira dari balik pintu kamar.
"Penyakit perempuan, dandan lama", gumam Gaza dalam hati.
Perlahan Aira membuka pintu, "Aduh gara-gara kamu nyuruh cepet-cepet nih dandannya masih ada yang kurang kan....",
Belum sempat Aira menyelesaikan ocehannya.
Cup
Ciuman mendarat di bibir Aira, sontak Aira langsung terdiam dibuatnya.
"Ya ampun bawel, sudah cantik gini, kenapa lagi sih, yuk berangkat, nanti malah kesiangan. Apalagi aku tau kamu pasti bakalan minta waktu lama di sana", kata Gaza.
Aira hanya mengikuti langkah suaminya menuju.
"Bukain dong, biar romantis", pinta Aira manja.
"Iya iya ratuku", jawab Gaza lalu membukakan pintu mobil.
********
Kehadiran Aisy memberi warna baru pada keluarga Wijaya. Walau tanpa menggunakan babysitter, Ursila dapat merasakan kemudahan dalam menjaga Aisy karena setiap anggota keluarga membantunya, terlebih mama Heni yang sangat protektif dengan Aisy.
"Assalamu'alaikum", sapa Aira dan Gaza ketika memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam," jawab Ursila sambil mengalihkan pandangan ke pintu. "Hah Aira......", Ursila kegirangan melihat Aira karena sudah sebulan lebih tidak bertemu.
__ADS_1
"Aduh aduh ada bayi... ada bayi... senangnya aku lihatnya.. hai Aisy...", Aira kegirangan langsung saja mendekati Ursila yang tengah duduk di ruang tamu, mengambil duduk di sebelah Ursila. Wajar Aira sangat girang, ini pertama kalinya dia bertemu Ursila dan Aisy, dia baru saja pulang dari acara pernikahan, ngunduh mantu dan bulan madu bersama Gaza
"Eh ada aunty Aira sama uncle Gaza. Aku udah usia 3 minggu baru di tengok", suara Ursila dibuat seperti anak kecil.
"Mau gendong La. Boleh?", tanya Aira memasang wajah antusias.
"Nih... Hati-hati...", Ursila meletakkan Aisy di pangkuan Aira.
"Selamat ya Mas sudah jadi ayah, doain kami juga cept dikasih ya", ucap Gaza.
"Aaamiiiin. Tapi ingat jangan terlalu dipikirkan, kalau memang rezeki pasti dikasih kok", balas Harun.
"Lagipula kalian kan baru kenal, ya nikmati aja dulu masa pacarannya. haha..", ucap Ursila
"Aduh lucu sekali deh Mas", Ursila bermain main dengan pipi mungil Aisy. "Kamu kalau punya anak maunya berapa banyak Mas?", tanya Aira kepada Gaza.
"Berapa ya? ya mungkin 11 anak laki laki karena mau buat kesebelasan dan 1 perempuan", jawab Gaza melirik kembali kepada Aira
Mendengar itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak.
"Eh kedatangan pengantin baru nih", ucap Umi yang baru keluar dari dapur.
"Eh ada umi", ucap Aira dengan sigap mencium punggung tangan umi.
"Bagaimana pas sudah nikah?", tanya umi.
"Ternyata aku harus banyak belajar Mi, dan banyak juga ternyata kebiasaan dari Mas Gaza yang harus dipahami", jawab Aira.
"Aku baru tahu ternyata Aira itu baaaawel banget, dandannya lama", ucap Gaza menambahkan.
__ADS_1
"Tuh kan Mi.. punya suami jahat gitu", ucap Aira dengan nada manja.
"Mas Gaza ih, istri sendiri digituin", ucap Ursila menggendong Aisy yang sudah terlelap tidur.
"Aku taruh Aisy di kamar dulu ya, setelah itu kita makan siang bersama", Ursila melangkah pergi ke kamar diikuti umi.
Merekapun makan siang bersama, makan siang ini sangat berbeda, karena ramai terkumpul semuanya di meja makan.
Sesudah makan siang Fadlan, Gaza dan Harun pergi ke lapangan basket yang letaknya masih di sekitaran komplek. Sementara umi tidur bersama dengan Aisy. Haura yang perutnya selalu mual dari pagi hanya mampu menghabiskan waktu di kamar, badannya sudah sangat lelah. Sementara ayah dan mama pergi ke supermarket belanja keperluan rumah tangga.
Kini Ursila dan Aira duduk di gazebo yang terletak di taman belakang rumah.
"Aku sebenarnya kepikiran untuk resign dari kantor, aku mau fokus mengasuh Aisy, rasanya sayang melewatkan momen berharga bersama Aisy", ujar Ursila serius kepada kepada Aira.
"Aku setuju dengan keinginanmu, karena menjadi ibu dan mengasuh anak adalah hal yang sangat berharga bagi wanita, sebenarnya aku juga akan resign dari kantor La." balas Aira.
"Jangan gara-gara aku resign terus kamu ikutan resign juga",
"Ih pede amat",
"Terus kenapa?",
"Mas Gaza dapat tawaran kerja di Turki, sekalian juga mau lanjutin studi S3 di sana", Aira menjelaskan, sebenarnya hatinya berat meninggalkan Indonesia, tapi karena sudah menjadi istri maka ia harus mengikuti kemana suaminya pergi.
"Wah kesepian dong aku di sini",
"Ada Mas Harun sama Aisy, apanya yang kesepian", balas Aira. "Eh La Kamu kepikiran gak sih kasian sama umi? kan hampir dua tahun umi sendirian di rumah", tanya Aira.
Pertanyaan itu sontak mengahantam dada Ursila. "Jujur ya Ra sebenarnya ingin sekali ngajak umi ke sini, tapi umi gak mau, katanya rumah itu punya kenangan berharga. Terus kepikiran juga aku yang ke sana sama Mas Harun cuman aku kepikiran sama mertua ku apalagi ada si Aisy pasti mertua ku gak ijinin", jawab Ursila.
__ADS_1
"Coba deh bicarakan sama Mas Harun untuk cari solusinya, atau gini aja kan itu si Haura lagi hamil, nanti pas Haura sudah melahirkan kayaknya kamu bisa deh perlahan minta ijin untuk pulang, kan sudah ada cucu baru", saran Aira.
"Betul juga ya, banyak sabarlah dulu untuk sekarang", senyum mulai terukir kembali di bibir Ursila.