Pelabuhan Terakhirku

Pelabuhan Terakhirku
Kisah Kasih SMU ku


__ADS_3

Mentari menyinari pagi hari yang cerah hangatnya menembus sampai jendela kamar seorang gadis cantik yang manja tetapi super cuek dengan penampilannya juga sangat jutek.Boleh dibilang Dia adalah gadis yang tidak memperdulikan penampilan luar tetapi sangat menomor satukan hal yang meyangkut pendidikannya.


Kiara Zahwa Advani yang hari ini telah menjadi murid terpintar yang menerima beasiswa di sekolah SMU elite di kota A. Walaupun Ara sapaan sehari-hari Kiara baru memulai sekolah di sekolah barunya tetapi sudah terlihat kesibukan yang menyita waktu Ara pagi ini.


Bel panjang berbunyi tanda waktu pulang sekolah terdengar dan benar saja semua murid-murid terlihat antusias berjalan setengah lari untuk cepat-cepat sampai di rumah mereka masing-masing,tetapi lain hal dengan Ara Dia terlihat masih berkutat dengan buku-buku tebal yang di bawanya,karena saking tebalnya buku-buku tersebut sampai sukses melahap tubuh Ara yang hanya memperlihatkan wajahnya Saja. Dengan pelan Ara membawa buku-buku tersebut dengan langkah kaki yang terbata- bata dengan maksud agar buku-buku tersebut tidak akan jatuh berceceran dilantai,tetapi di depan pintu perpustakaan seorang siswa yang tampan bak artis korea tiba-tiba ada di depan Ara dan brukkk...suara keras terdengar akibat buku-buku yang dibawa Ara terhempas kelantai.


Dan benar saja bukan hanya buku-buku yang Ara bawa tetapi dirinya juga ikut terhempas.


Auhhh..... sakit!!! teriak Ara.


"Siapa sih jalan kok meleng aja"gumam Ara dalam hati sambil mengibaskan kakinya yang sepertinya terkilir.


ketika Ara mencoba untuk bangkit tiba-tiba dengan sigap tangan Ara di pegang oleh pemuda tampan yang berada di hadapannya.


"Maaf tadi Aku nggak sengaja" belum sempat Ara menjawab pemuda itu sudah bicara lagi "Aku nggak lihat tadi soalnya aku buru-buru mau masuk ke PerPus, kamu nggak apa-apa kan? Ada yang luka nggak?"tanyanya lagi.


"Aku nggak apa-apa cuman sepertinya kakiku terkilir" jawab Ara.


"Sini aku bantuin ya?" sahut pemuda itu.


kemudian pemuda tampan itu memegang tangan Ara dan membantu Ara berjalan memasuki perpustakaan.


"Hati-hati. pelan aja jalannya!" perintah pemuda itu kepada Ara. Setelan Ara duduk pemuda itu keluar dan mengambil buku-buku yang dibawa Ara tadi dan mengembalikan di rak buku.


Terlihat Ara yang meringis kesakitan karena kakinya terkilir akibat terhempas bersama buku-buku tebal yang dibawanya.


"Namaku Dewa, Dewa Argantara Wijaya,tapi kamu cukup panggil Dewa aja" sembari menyodorkan tangan ke arah Ara yang sedang memegang kakinya yang putih dan sangat mulus tanpa ada cacat sedikitpun.


"Kiara,panggil aja Ara" sahut Ara yang menyambut uluran tangan Dewa


"oh ya aku anterin pulang ya " teriak Dewa


"oh nggak usah aku nggak apa-apa kok,bisa pulang sendiri" balas Ara sambil berusaha berdiri berniat untuk berjalan,tetapi tiba-tiba Ara tersungkur kelantai.


"Auhhh..... "teriak Ara.


"Tuh kan kamu tu kakinya terkilir mana bisa pulang sendiri dalam keadaan kamu yang kayak gini" sahut Dewa, belum sempat Ara berbicara Dewa langsung mengangkat dan menggendong Ara.


melihat Dewa yang tiba-tiba mengangkatnya Ara terkejut" Ehhhh.. kenapa aku digendong kayak gini sih" protes Ara.


"Terus mau digendong kayak gimana"sahut Dewa.


"Nggak usah digendong aku jalan sendiri aja,bisa kok" Ara ngotot ingin turun dari gendongan Dewa.


"Udah diam aja,kamu tunjukin aja dimana alamat rumah kamu"sahut Dewa yang berusaha menahan Ara agar dia masih mau di gendong dan tidak memintanya untuk menurunkannya.


"Ihhh nyebelin banget sih ni cowok sok jadi pahlawan kesorean"gumam Ara dihatinya sambil cembut Ara menunjukkan alamat rumahnya kepada Dewa.


Singkat cerita dua sejoli itu telah sampai di depan rumah yang terlihat sangat sederhana,tetapi begitu asri dan sejuk dipandang,karena mempunyai taman yang indah di halaman depan rumahnya,lebih tepat teras rumah yang dipergunakan sebagai taman mini yang cantik.


"Tok,tok ,tok" terdengar suara pintu diketuk dan keluarlah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya.


"Ya Allah Ara kamu kenapa nak?" terlihat wanita itu menghampiri Dewa yang sedang menatih Ara."Aku nggak apa-apa Ma" sahut Ara yang mencoba menenangkan ibunya yang terlihat sangat panik.


kemudian Dewa menyela" Maaf Tante kaki Ara terkilir dan itu gara-gara saya" mendengar penjelasan Dewa ibu Ara langsung mengajak Ara dan Dewa masuk ke dalam rumah.


kemudian Dewa menceritakan kronologi kejadian yang menyebabkan kaki Ara sampai terkilir.Tetapi ibu Ara adalah orang yang baik dan sabar,jadi dia tidak menyalahkan Dewa atas apa yang telah menimpa Anak semata wayangnya tersebut.


Nampak hari sudah semakin senja Dewa akhirnya berpamitan dengan Ara dan ibunya.


karena asyik mengobrol dengan ibunya Ara Dewa sampai lupa kalau dirinya pasti sudah ditunggu sang mama untuk makan malam bersama karena berhubung papanya Dewa sedang tidak dinas di luar negeri,maklum ayah Dewa adalah duta atau boleh dibilang salah satu Brand Ambassador perusahaan internasional yang bekerja sama dengan pihak asing .


selain sebagai CEO ternama di salah satu perusahaan swasta di Ibu Kota Wijaya Hendra Atmaja adalah seorang konglongmerat di Asia tenggara ini.Siapa yang tidak mengenalnya dan sebagai ahli waris tunggal Dewa Argantara Wijaya adalah pemuda yang beruntung karena selain mempunyai orang tua yang kaya raya dia juga mempunyai orang tua yang baik hati dan dermawan.Dan itu juga terwaris pada Dewa,Dia adalah pemuda yang tampan,gagah,pemberani,jujur dan perduli dengan orang lain.Kalau di beri penilaian Dewa adalah paket komplit yang diciptakan Tuhan untuk gadis beruntung yang nantinya akan menjadi pendamping hidup Dewa kelak.


Setelah makan malam bersama orang tuanya Dewa langsung menuju kamar dan bersiap-siap untuk belajar dan setelah itu dia pasti langsung memeluk si momon julukan guling kesayangan Dewa.Dan akhirnya dia terlelap kedalam alam bawah sadarnya.

__ADS_1


...***...


Terdengar bunyi alarm jam waker milik Ara dan segera dia bangun dan bergegas untuk mandi bersiap dan sarapan pagi sebagai rutinitas Ara setiap hari kecuali hari minggu.


selesai sarapan Ara kemudia berpamitan dengan ibunya. "Sayang kaki kamu udah sembuh nak? kok udah mau sekolah aja anak mama ni?" tanya ibu Ara yang terheran melihat kaki. anaknya yang sudah bisa berjalan walaupun sedikit pincang.


"Udah mendingan kok ma tadi malam aku pijit sama aku olesin minyak urut yang mujarab dari mama itu lo" sahut Ara sambil mencium tangan ibunya dan bergegas pergi ke sekolah lebih pagi dari sebelumnya.Melihat tingkah putrinya yang manja membuat senyum ibunda Ara tersungging manis di wajahnya.


...***...


Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba semua murid telah berhamburan menuju kantin sekolah. "Ara ke kantin yuuk" ajak Vita. "Enggak Ah... aku mau di kelas aja kalian aja sana ke kantin" jawab Ara dengan malas."Ayolah kita makan bertiga, nggak seru kalau nggak ada kamu Ra" sahut Disty.


Dengan malas Ara mengikuti ajakan kedua sahabatnya itu.


sesampainya di kantin semua meja terlihat sudah penuh dan hanya tersisa meja yang paling ujung saja. Ara,Disty dan Vita bergegas menuju meja yang satu-satunya tidak bertuan tersebut.Tetapi mereka kalah cepat dengan ketiga cowok-cowok kece yang menyerobot tempat tersebut.


"Yahhhh.... kita kalah cepet dari mereka" Maki Vita. "Emm.. tenang aja aku bakal bertindak" sahut Disty. "Maaf ni boleh nggak kita duduk disitu soalnya semua meja udah penuh" pinta Disty kepada ketiga cowok yang sedang santai duduk menikmati es teh yang ada didepan mereka.Mendengar ada seseorang yang berbicara kepada mereka,merekapun menoleh ke arah suara tersebut dan memang sudah ada tiga bidadari cantik yang tengah berdiri di hadapan mereka.Mendengar hal itu Dilan dan juga Zidan langsung mempersilahkan ketiga bidadari cantik tersebut. Kedua teman Ara sudah duduk berhadapan dengan ketiga cowok yang kece badai tersebut,tetapi Ara hanya mematung di tempatnya.


"Ar... sini duduk !ngapain sih masih berdiri disana?" tanya Disty


dengan malas Ara melangkah dan menduduki satu-satu kursi yang tersisa. Dan benar dia duduk di depan Dewa sang super hero yang menggendongnya dari sekolah hingga sampai depan rumahnya. Tetapi ada yang aneh dari cowok tampan yang super keren yang pernah mengantarnya pulang tersebut. Dia lebih terlihat cuek dan bersikap seakan tak mengenalnya.


"Hai kenalin Aku zidan "Zidan mengawali pembicaraan. "Dan aku Dilan dan yang ini Dewa bujangan "Ejek Dilan kepada Dewa.


"Aku vita dan ini Disty sama Kiara"sahut Vita.


kemudian mereka mengobrol layaknya orang yang sudah lama mengenal.Tetapi tidak dengan Ara dan Dewa mereka sama-sama memilih untuk lebih tidak banyak berbicara dan lebih menikmati makanan yang mereka pesan."kok dia jadi sok jaim gini sih" gumam kiara dalam hatinya karena heran melihat sikap Dewa yang terlihat lebih acuh dari kemarin.


Setelah bel pulang berbunyi seperti biasa Kiara hendak mengembalikan buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan. Sebelum sampai di perpustakaan sesosok pangeran tampan datang menghadang Kiara dan dia segera menarik tangan Kiara hingga memasuki ruang gedung serbaguna sekolah.


"Auuhh... apa-apaan sih,kenapa kamu tarik tangan aku dan mengajak aku kesini" cercah Kiara kepada Dewa." Kaki kamu udah sembuh?" tanya Dewa tiba-tiba.melihat. tingkah Dewa Kiara hanya mengernyitkan Alis kanannya"Jadi dia hadang aku terus narik-narik tangan nggak jelas,cuma mau tanya kaki aku udah sembuh apa belum?"


Bukan menanggapi pertanyaan Dewa,Kiara malah memilih bungkam dan berlalu meninggalkan Dewa yang terpaku menatapnya berlalu."Kenapa Ara nggak jawab sih?apa dia marah sma aku,tapi apa salah aku kok dia diemen aku?" gumam Dewa dihatinya.


...***...


"Kok tumben nggak mau makan malam bareng ,kenapa ya anak itu nggak biasanya seperti itu"gumam sang Mama. Melihat putrinya bersikap aneh Nadia ingin sekali bertanya apa masalah yang sedang dihadapi anaknya itu,tetapi dia mengurungkan niatnya.


Nadia paham betul siapa putrinya,semenjak ditinggal ayahnya demi wanita lain,Kiara menjadi anak yang lebih tertutup dan cuek mungkin karena psikologis Kiara yang sempat terganggu pasca perpisahan orang tuanya.Sudah menjadi hal yang lumrah,setiap perceraian pasti akan menjadi hal yang paling menyakitkan untuk setiap pasangan terlebih lagi untuk psikologis sang anak,mereka pasti merasakan guncangan yang hebat.Trauma yang berkepanjangan bisa mempengaruhi jiwa sang anak hingga dewasa kelak,jadi sebagai orang tua alangkah baiknya mengambil langkah yang tepat untuk menghindari yang namanya perceraian.


...***...


kiara terlihat sibuk mengerjakan PR ketika Nadia menghampiri anaknya tersebut.


"sayang... kok belum makan malam? mama udah siapin tu di meja makan,cepat sana makan dulu keburu dingin lagi,tadi udah mama panasin karena udah dingin,kamu mama tungguin nggak ada muncul-muncul."suara Nadia mengejutkan putrinya yang tengah sibuk mengerjakan PR.


"Eh... mama, maaf ya ma Ara sibuk ngerjain tugas sampai-sampai nggak nemenin mama makan" sahut Ara.


" Nggak biasanya anak mama ni absen nemenin mama cuma untuk ngerjain tugas sekolah, pasti ada sesuatu ni....?" tanya Nadia setengah mengejek putrinya yang terlihat aneh setelah pulang dari sekolah hari ini.


"Beneran ma Ara nggak kenapa-napa...mama ni sotoy....ah.'' jawab Ara sambil berdiri dan memeluk sang mama,"Beneran ya? kamu nggak ada hal yang disembunyikan dari mama kan?" tanya Nadia yang masih tidak percaya, bahwa putrinya baik-baik saja.


"Swear deh ma Ara baik- baik aja kok,.ya udah kalau gitu aku makan malam dulu ya ma.. mama langsung tidur aja,nanti Ara yang kemas meja makannya."jawab kiara yang menggandeng mamanya keluar kamar,sambil sesekali memeluk dan mencium pipi sang mama.


...***...


Pagi yang cerah dan langit juga terlihat sangat anggunnya, terhiasi oleh awan-awan yang membuatnya semakin terlihat mempesona.Kiara yang biasanya pergi sekolah dengan berjalan kaki pagi itu juga terlihat sedang melakukan rutinitas setiap paginya yang selalu dia lakukan,tanpa merasa lelah dan minder dengan teman-temannya yang pergi sekolah dengan menaiki mobil mewah mereka.Terlihat kiara berjalan sambil menunduk dengan sesekali menoleh ke kanan dan kiri melihat laju kendaraan di sekitar, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di samping Kiara yang sedang berjalan.


melihat mobil yang tiba-tiba berhenti Ara kemudian menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah mobil tersebut.


Dan benar saja sesosok pemuda tampan yang sudah tidak asing baginya keluar dari dalam mobil lamborghini mewahnya.


"Ngapain sih dia tiba-tiba berhenti, nggak jelas banget jadi orang" gumam kiara dalam hatinya melihat Dewa berjalan menghampirinya, tetapi kiara seakan cuek tak perduli Kehadiran Dewa.


Melihat sikap Kiara yang semakin acuh kepadanya,Dewa tidak tinggal diam.

__ADS_1


Tangan kekar Dewa mecengkeram dan menarik tangan mungil Kiara,karena tidak ada kesiapan dari Kiara,dirinya kini telah berada dalam pelukan Dewa.


Mata elang Dewa menatap tajam ke arah Kiara seakan menusuk ke dalam hati Kiara dan membuat Kiara termangu menatap kembali mata indah Dewa yang kini sedang memeluk dirinya. Kedua insan itu sama-sama telah tenggelam di dalam gelora asmara yang tidak keduanya sadari.Dengan perlahan tapi pasti wajah Dewa mulai bergerak maju mendekati wajah Kiara yang terlihat sangat cantik dengan make up flawlessnya.


Bibir Dewa kemudian mendarat di bibir mungil yang terlihat merona dengan sedikit sentuhan lip gloss merah muda yang sukses membuat Kiara terperanjat, dan dengan sekuat tenaganya, kiara berusaha keras menolak sentuhan bibir Dewa yang perlahan ******* bibir indahnya itu.


Merasa Dewa sudah terlalu lancang menciumnya,kiara yang mulai tersadar dari lamunannya langsung mendorong tubuh Dewa,setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Dewa,Kiara terlihat spontan mengangkat tangan kanannya dan mulai mendaratkan jari-jari lentiknya di wajah tampan Dewa,dan terdengar bunyi yang sangat keras. "plakkkkk....."bunyi tamparan keras yang di layangkan tangan kiara tepat di wajah Dewa.


menyadari dirinya telah dilecehkan Dewa di tempat umum,tepatnya di jalan raya yang pagi itu tidak terlalu padat oleh kendaraan.


menyadari dirinya bersalah Dewa tidak dapat berbuat banyak,karena dia sadar dirinya telah lepas kendali dan telah membuat perempuan cantik di depannya marah besar kepadanya.


"Aku benci sama kamu "hanya kata itu yang dapat diucapkan Kiara sambil berlari meninggalkan Dewa. Melihat Kiara menangis Dewa berusaha mengejar Kiara, tetapi kemudian berhenti. Dia harus memberi Kiara waktu untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya di sekolah Kiara berusaha melupakan kejadian yang memalukan yang baru saja menimpa dirinya pagi ini.


Bahkan kedua sahabatnya Disty Dan juga Vita tidak curiga sedikitpun melihat gelagat sahabatnya itu .Kiara mencoba bersikap seperti biasa,seolah tidak terjadi apapun.


"Ra mau ikut pulang baring Aku nggak" tawar Disty.


"Iya Ra ... rumahmu kan searah sama rumah Disty "Sela Vita.


"Nggak usah Dis...aku pulang jalan kaki aja kan rumah aku deket"jawab Kiara.


Karena Kiara menolak untuk diantar Disty, kemudian Disty dan juga Vita pamit pulang duluan sama Kiara.


melihat kedua mobil sahabatnya melesat meninggalkannya,kiara mulai berjalan gontai dengan wajah yang lesu dan muram.


Kiara terkejut karena tangannya di tarik seseorang dari belakang.


Kiara menoleh seraya membalikkan badan,dan betapa terkejutnya dia, karena Dewa sudah tepat berada di depannya.


"Ara.... Aku mau ngomong sama kamu, please jangan pergi dulu ya?" pinta Dewa dengan muka yang memelas.


Seakan tidak memperdulikan permintaan Dewa,Kiara malah berusaha mempercepat langkahnya,tetapi Lagi-lagi Dewa menahan Kiara. " Ara... aku tahu aku salah, Aku udah buat kamu malu,tapi kamu harus tahu selama ini aku udah perhatiin kamu dan aku......"Dewa menghentikan ucapannya dan meraih kedua tangan Kiara "Aku... Aku.... suk...suka sama kamu Ra" ungkap Dewa kepada Kiara, perasaan yang selama ini dia pendam akhirnya di ungkapkan kepada Kiara, gadis yang di sukainya selama ini.


Dewa sedikit menggigil dan keringatnya bercucuran membasahi wajahnya,Dia sama sekali tidak ingin mengungkapkan perasaannya di saat yang kurang tepat,tetapi apa boleh dikata gelora cinta yang membara telah menguasainya sehingga dia lepas kendali dan membuat kesalahan fatal kepada gadis yang di sukainya itu.


Mendengar ungkapan perasaan Dewa, kiara hanya diam dan tidak keluar sepatah kata dari bibir indahnya." Aku nggak suka sama kamu, jadi stop kejar-kejar aku lagi" jawaban Kiara seakan meruntuhkan hati Dewa seketika.


Kiara mencoba melepaskan genggaman tangan Dewa dan berusaha pergi.


"Ara .... aku tahu aku udah lancang cium kamu dan aku sadar akan kebodohanku, maafin aku karena aku pikir kamu juga punya rasa yang sama seperti perasaanku sama kamu,tapi ternyata aku salah" ucap Dewa yang menghentikan langkah kaki Kiara.


"Akan kujadikan pelajaran yang begitu berharga hari ini Ra...nggak semua yang kita harapkan untuk kita, bisa sesuai dengan harapan kita, sekali lagi aku minta maaf karena udah kurang ajar sama kamu, aku janji nggak akan ganggu kamu lagi".


ungkapan Dewa berhasil menjatuhkan butiran air dari pelupuk mata Kiara.


kemudian Dewa berjalan memasuki mobilnya dan meninggalkan Kiara sendiri di parkiran sekolah.


Melihat Dewa berlalu,Kiara kemudian menangis sejadi-jadinya.


perasaan bercampur aduk menjadi satu.


Perasaan menyesal telah menolak cinta yang tulus dari Dewa mulai terngiang di otaknya, sambil sesekali menyeka air matanya,Kiara berjalan menyusuri jalan sendirian dengan perasaan yang tidak dapat dia ketahui dan pahami.


setelah kejadian itu,baik Kiara ataupun Dewa terlihat menjaga jarak satu dengan lainnya.


Hingga pengumuman kelulusanpun keduanya tidak terlihat saling bertegur sapa,walaupun untuk sekedar mengucapkan perpisahan.


...***...


Visualisasi wajah cantik Kiara Zahwa Advani


__ADS_1


Visualisasi wajah tampan Dewa Argantara Wijaya.



__ADS_2