
Semenjak tinggal di Bandung, tempat mendiang orang tuanya, Nadia telah melimpahkan seluruh kewenangan yang menyangkut nasib perusahaanya kepada orang kepercayaannya.
Nadia kini hanya fokus untuk membuat senyuman yang kini telah hilang dari wajah putrinya, akan kembali terukir indah di wajah Kiara nanti.
" Sayang.... kamu harus bangkit ya nak... karena hidup kamu masih panjang sayang.." ucap Nadia yang berusaha memberi motivasi hidup untuk Kiara.
"Makasih ya ma..... Ara sayang banget sama mama... Ara janji.. Ara akan mencoba untuk mengikhlaskan semua cobaan dan musibah yang Allah kasih ke Ara ma....". Jawab Ara.
Nadia memeluk putrinya itu, dan mereka terlihat sama-sama mengeluarkan air mata kesedihan yang akan mereka coba hapus bersama-sama.
Dua bulan di Bandung, Kiara terlihat sudah mulai bangkit dari keterpurukannya.
Usaha Fashion yang di gelutinya sementara di off kan dulu, Kiara kini sedang mencoba rutinitas barunya, yaitu menanam berbagai varian bunga.
Menanam bunga membuat hati seorang Kiara sedikit bahagia, walaupun tidak seratus persen membuatnya lupa akan musibah besar yang baru saja merenggut kebahagiaannya itu.
Hari demi hari Kiara lalui dengan bayang- bayang mengerikan yang tertanam jelas di benaknya. Wajah hancur sang suami yang meninggal akibat kecelakaan pesawat setahun yang lalu, masih terngiang di hatinya.
Terkadang dirinya merasa begitu lelah dengan kehidupan yang seakan telah mempermainkannya itu, akan tetapi Kiara juga sadar bahwa dirinya harus bangkit, dan mencoba melanjutkan hidupnya dengan semangat dari sisa-sisa energi yang di milikinya itu.
Tahun demi tahun Dilalui Kiara dengan monoton, Hidupnya terasa hanya datar saja.
Hingga suatu hari dirinya ingin sekali berziarah di makam Almarhum suaminya, Arman.
Nadia yang melihat perubahan demi perubahan positif telah di tunjukkan oleh Kiara, membuat dirinya memberanikan diri untuk kembali ke ibukota.
Kiara dan Nadia memutuskan untuk kembali ke ibukota, setelah menetap cukup lama di Bandung.
Pertama kali memijakkan kaki kembali ke ibukota, Kiara mengunjungi makam sang suami tercinta, dan terlihat Kiara sangat khusyuk melantunkan doa-doa untuk mendiang Arman.
Tidak terasa lima tahun sudah dirinya dan sang mama menetap di Bandung, dan kini mereka telah kembali ke ibukota lagi.
Rumah mereka masih terlihat sama seperti sebelumnya, ketika mereka memutuskan untuk pindah ke Bandung.
Suasana rumah yang sejuk dan masih terlihat asri itu menjadi ciri khas rumah Kiara dan juga sang mama tercinta, Nadia.
" Sayang....gimana perasaan kamu setelah kembali ke sini lagi?" Tanya Nadia kepada putrinya.
" Emm... Kiara seneng kok ma... Kiara bisa kembali ke sini lagi... Kiara kangen ngrecokin mama kalau lagi fokus buat kue..." Jawab Kiara, yang disambut senyuman oleh Nadia.
Kiara dan Nadia masuk ke dalam rumahnya dan kemudian terlihat sedikit merapikan rumah itu.
Rumah itu memang masih di jaga oleh para asisten rumah tangga, yang selalu membersihkan rumah itu setiap saat, tetapi Nadia memang suka berberes sendiri, walaupun sudah ada asisten rumah tangga yang membantunya setiap hari.
Kiara terlihat lebih segar dan senyuman yang pernah hilang dari wajah cantiknya juga sedikit demi sedikit bisa hadir terukir kembali di wajahnya.
Di kamar Kiara masih terpampang beberapa foto Almarhum suaminya, dan itulah salah satu penyemangat hidup untuk Kiara saat ini.
Baginya, Arman adalah sesosok suami yang sempurna dan akan sulit tergantikan oleh lelaki lain.
Dua foto Arman tertempel di dinding kamarnya dan juga terlihat foto Pre wedding mereka yang terpajang di atas tempat tidur Kiara.
Itulah kenangan yang bisa di abadikan Kiara, dari sesosok suami yang tampan dan bijaksana seperti Arman.
Sebelum tidur, dirinya selalu terlihat memandangi foto Arman dan bahkan sesekali mengajak foto Arman untuk berbicara dan bergurau layaknya suaminya itu masih hidup.
Arman boleh saja telah tiada, tetapi kenangan bersama Arman tidak akan pernah hilang dari lubuk hatinya.
...***...
Kiara kembali membuka usaha fashionnya yang telah lama vakum dari hingar bingarnya kehidupan di ibukota.
Terlihat Butik Kiara menjadi salah satu primadona di antara butik-butik kenamaan di ibukota saat ini.
Keramah-tamahan yang selalu coba di berikannya kepada setiap pelanggan, berhasil membuat usaha butik Kiara semakin bersinar.
Keluarga Wijaya juga tidak pernah absen megunjungi dan membeli karya Kiara, terutama ibunya Dewa, yaitu nyonya Winda Paramita Wijaya.
Tetapi Kiara tidak tahu bahwa ibunya Dewa sering mengunjungi, bahkan menjadi pelanggan tetap butik Ara fashion itu.
Pagi itu Widia telah sampai di butik Ara fashion, beserta asisten dan juga gadis kecil berwajah imut dan cantik, yang tidak lain adalah Jasmine, Anak Dewa dan mendiang Vita.
Satu minggu lagi adalah hari ulang tahun Jasmine yang ke 8 tahun, dan Neneknya sengaja mengajak Jasmine untuk pergi ke Ara fashion untuk memilih sendiri gaun yang akan di pakainya di acara ulang tahun Jasmine nanti.
Salah satu manager di butik Ara fashion itu menghampiri Winda dan juga Jasmine, Dia bertanya kepada mereka berdua, baju seperti apa yang mereka inginkan.
Jasmine kemudian memberi detail baju yang diinginkannya kepada manager tersebut.
" Maaf gaun yang nona muda inginkan belum ada nyonya..." Jelas manager tersebut.
Tidak ingin membuat cucunya kecewa, Winda berinisiatif ingin berjumpa dengan desainer yang kebetulan adalah pemilik butik ini juga.
" Oh... begitu ya mbak... tapi apa saya boleh bertemu dengan desainer dan pemilik butik Ara fashion ini?" Tanya Winda.
"Tentu Nyonya... saya akan mengantar nyonya untuk bertemu dengan mbak Kiara, Desainer sekaligus yang punya butik ini". Jawab manager tersebut.
Winda dan juga Jasmine pergi ke ruangan Kiara, dan terlihat Kiara sedang membuat desain- desain baru untuk kemudian di implementasikan menjadi karya-karya yang indah dan memukau.
" Mbak... permisi... ada pelanggan kita yang. ingin bertemu langsung dengan mbak Kiara." Jelas manager Kiara itu.
" Oh... ya suruh Mereka masuk menemui saya ya...!" Pinta Kiara.
Winda dan Jasmine kemudian masuj ke ruang kerja Kiara.
" Maaf ibu... Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Kiara kepada Winda.
"Oh.... iya kamu desainer dan pemilik butik ini ya..." Tanya Winda balik.
" Iya bu... saya Kiara, saya pemilik butik Ara fashion ini." Jawab Kiara.
" Kebetulan ini cucu saya Jasmine, mau ulang tahun yang ke 8 minggu depan, dan saya mau kamu yang membuatkan baju untuk cucu saya ini." Jelas Winda kepada Kiara.
" Kalau saya boleh tahu, seperti apa ya model gaun yang di inginkan oleh cucu ibu ini?".Tanya Kiara lagi.
__ADS_1
"Saya mau yang seperti ini Tante...!" Jelas Jasmine yang menggambarkan detail baju yang di inginkannnya kepada Kiara.
Kiara kemudian terlihat senyum dan menghampiri Jasmine.
Melihat Jasmine yang begitu menggemaskan, Kiara langsung mencubit kedua pipi Jasmine dan kemudian merangkulnya.
" Tante akan buatkan baju secantik mungkin buat anak secantik kamu... Ucap Kiara yang membuat Jasmine tersenyum senang.
" Ye..... asyik... makasih ya Tante Kiara.." Jawab Jasmine kegirangan.
Setelah selesai diukur,Jasmine dan juga Winda kemudian pamit pulang.
Setelah mengukur ukuran badan Jasmine dan juga Winda, Kiara kemudian pergi menemui penjahit yang biasa membuat baju yang di desain sendiri oleh Kiara.
Jasmine dan Winda juga sudah pulang dari Ara fashion setelah semua yang di butuhkan mereka telah terpenuhi.
Sesampainya di rumah, Jasmine kemudian bercerita dengan antusias kepada papanya, kalau dirinya telah bertemu dengan desainer cantik yang baik hati.
" Papa... tadi aku ketemu sama tante desainer yang baik hati... dia cantik dan juga sangat pintar pa..." Jelas Jasmine kepada Dewa.
" Emmm.... masak sih... emang tante desainer itu cantik?... Tanya Dewa kepada putrinya itu.
" Cantinya pake banget pa... kalau tak percaya.. coba tanya Oma...". Jelas Jasmine lagi.
"Iya... Tante desainernya emang cantik.." Jawab sang Oma.
" Tuh.. kan, Oma aja bilang tantenya cantik." Sela Jasmine yang membuat Dewa tersenyum.
" Iya.. iya.. papa percaya sama anak papa yang cantik ini..." Jawab Dewa.
"kapan-kapan papa harus ketemu tante cantik ya pa... nanti Jasmine kenalin sama papa". Pinta Jasmine yang di jawab Dewa dengan acungan jempol, tanda Dewa menyetujui.
...***...
Tiba dimana hari ulang tahun Jasmine akan di rayakan.
Jasmine terlihat akan menjemput baju yang akan di pakainya di acara ulang tahun nanti bersam sang Oma.
Setelah sampai di butik, Jasmine mencari Kiara untuk memberinya sebuah undangan special darinya.
" Tante cantik... ini ada undangan buat tante,
janji ya.... tante harus datang ke ulang tahun Jasmine..!" Pinta jasmine.
Kiara kemudian mengambil undangan yang berada di tangan Jasmine dan kemudian memeluknya.
" Iya sayang.... tante pasti datang." Jawab Kiara.
Winda dan Jasmine pamit pulang kepada Kiara, karena mereka harus mempersiapkan ulang tahun Jasmine yang akan di gelar secara meriah besok.
Jasmine terlihat sangat cantik dan menggemaskan bak seorang bidadari kecil yang cantik dan imut.
Gaun yang di rancang Kiara untuknya, terlihat sangat pas dan anggun di kenakan olehnya.
Semua tamu undangan telah hadir dan terlihat sangat antusias untuk menyaksikan. Jasmine meniup dan memotong kue ulang tahunnya.
Para tamu undangan yang hadir diantara adalah, teman-teman sekolah Jasmine dan juga para kerabat dekat dan para kolega bisnis keluarga besar Wijaya.
" Sayang... kenapa masih di sini.. ayo keluar sayang... teman-teman Jasmine udah pada datang tuh..." Pinta sang papa.
" Nanti aja pa.... Jasmine lagi nunggu Tante cantik ni.. udah datang belom tante cantiknya pa? " Tanya Jasmine yang membuat Dewa bingung.
Jasmine terbilang sangat susah untuk dekat dengan orang lain dengan waktu yang cukup singkat, tetapi lain halnya dengan perempuan yang di bilang Tante cantik olehnya.
Bahkan Jasmine hanya bertemu dengan Kiara dua Kali saja, tetapi bagi jasmine, Kiara adalah seseorang yang sangat special.
" Ya udah ... kalau tante cantik datang Oma pasti panggil kamu..." Jelas Dewa yang kemudian pergi untuk menemui para tamu yang sudah terlihat duduk di kursi yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Di butik Kiara terlihat sangat sibuk sekali, sampai-sampai dia lupa bahwa hari ini dirinya harus menghadiri acara ulang tahun Jasmine.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, sedangkan seharusnya dia menghadiri ulang tahun jasmine pukul 4 sore.
Kiara yang sadar, bahwa hari ini Jasmine ulang tahun, kemudian segera melesat pergi ke kediaman Jasmine.
Sesampainya di sana, Semua tamu terlihat keluar dari dalam rumah yang sangat megah itu.
Acara Ulang tahun Jasmine rupanya telah selesai.
Dengan perasaan yang menyesal Kiara memberanikan diri untuk masuk ke dalam berjumpa dengan Jasmine.
Dengan membawa kado di tangannya Kiara masuk ke rumah yang sangat megah itu, Kiara mencari keberadaan Jasmine tetapi tidak menemukannya.
" Maaf mbak... dimana nona Jasmine? saya ingin bertemu dengannya." Tanya Kiara kepada salah satu pelayan di rumah itu.
" Maaf, mbak ini siapa? Nona Jasmine ada di kamarnya mbak." Jawab pelayan itu.
"Oh... .. kalau begitu boleh saya bertemu dengan ibu Winda?" Pinta Kiara lagi.
Kemudian Pelayan itu menghampiri perempuan cantik yang sekitar berumur 45 tahun, tetapi masih sangat cantik seperti ABG umur 20-an.
Terlihat pelayan itu menunjuk kearah Kiara, dan kemudian Winda terlihat datang menghampiri Kiara.
" Nona Kiara.... " Sapa Winda.
" Iya bu... Maaf sebelumnya, saya terlambat." Jawab Kiara.
"Apa saya boleh bertemu dengan Jasmine?" Tanya Kiara lagi
" Oh.... nggak papa, saya tahu Kamu sibuk orangnya.. kamar Jasmine di atas lantai 2, ada nama Jasmine di depan pintu kamarnya."
Jelas Winda.
" Oh ya ... kalau begitu saya boleh langsung ke sana ?" Tanya Kiara, yang di jawab anggukan oleh Winda.
Kemudian Kiara menaiki tangga dan menuju kamar Jasmine, Tetapi dirinya terhenti tatkala melihat sebuah foto yang di pajang di dinding, di dekat tangga.
Foto seseorang yang sangat di kenalnya, dan tidak asing lagi baginya.
__ADS_1
" Dewa. . . Ya Allah ini rumah Dewa...dan Jasmine apa mungkin itu anaknya Dewa dan Vita?" Gumam Kiara.
" Apa ini ya Tuhan... kenapa engkau pertemukan aku dengan keluarga ini lagi?" Protes Kiara dalam hatinya.
Kiara kemudian dengan buru-buru mengetok pintu kamar Jasmine. Kemudian Seorang pria membuka pintu dan berdiri di hadapan Kiara.
Kiara kaget bukan main, sampai dirinya hampir terjatuh karena saking kagetnya melihat Dewa di hadapannya kini.
Tidak pernah terpikir untuknya, bisa bertemu lagi dengan Dewa.
Dewa juga terlihat sangat kaget melihat Seorang Kiara ada di hadapannya sekarang.
" Siapa pa... yang datang " Tanya Jasmine sambil turun dari ranjang tempat tidurnya, dan menghampiri Dewa yang terpaku di depan pintu.
" Tante cantik....." Teriak Jasmine yang membuyarkan lamunan Dewa dan juga Kiara.
Kiara dan Dewa tersentak mendengar Suara Jasmine.
" Jasmine.... Hai... sini! maaf ya sayang, tante baru bisa datang." Kiara mulai percakapan.
" Iya nggak papa kok tante cantik... tante bisa datang aja Jasmine udah seneng banget.." Jawab Jasmine.
" Ini ada hadiah buat bidadari cantik yang lagi berulang tahun...." Ucap Kiara sambil menyerahkan bungkusan yang lumayan besar kepada Jasmine.
" Makasih ya tante cantik untuk hadiahnya...
Boleh Jasmine buka sekarang nggak?..." Tanya Jasmine.
" Jangan dulu dong... nanti aja ya bukanya.."
Jawa Kiara.
Saking asyiknya mereka mengobrol, mereka melupakan bahwa Dewa ada diantara mereka berdua.
"Ya ampun.... maaf ya pa.. Jasmine sampai lupa kalau ada papa juga di sini" Celetuk Jasmine sambil tersenyum kepada papanya.
" Hemm... kamu itu ya.... bisa-bisanya papa di cuekin.." Jawab Dewa.
" Oh ya pa..... kenalin, ini tante cantik yang Jasmine ceritain sama papa kemarin itu..." Jelas Jasmine kepada Dewa.
" Hemm... namanya emang tante cantik? " Tanya dewa yang membuat pipi Kiara tiba-tiba merah, karena Menahan malu.
" Enggak Papa.... namanya itu Tante Kiara..
aku panggil dengan sebutan tante cantik, karena Tante Kiara itu orangnya cantik pa..."
Celoteh Jasmine.
Tampak Kecanggungan terjadi antara Dewa dan juga Kiara.
Seperti Mereka baru pertama kali bertemu.
Dewa terlihat sengaja mengulurkan tangan kepada Kiara.
" Saya Dewa... Ayahnya Jasmine." Jelasnya.
"Saya.... Kiara." Jawab Kiara singkat.
Kemudian Kiara pamit pulang, karena hari sudah semakin larut malam.
" Ya.... Tante udah mau pulang.. padahal Jasmine masih mau main sama tante cantik." Jasmine terlihat bersedih ketika Kiara pamit pulang.
" Ini kan udah malam sayang... biar tante pulang dulu ya... kasian tante pasti capek ..
kapan-kapan main sama tante cantik lagi.. oke sayang!" Jelas Dewa.
Mendengar penjelasan dari Ayahnya, Jasmine hanya menunduk sambil terlihat mengerucutkan bibirnya.
Melihat tingkah lucu jasmine, Kiara kemudian berlutut di hadapan gadis kecil itu dan memeluknya.
" Jangan sedih ya sayang... nanti kita main lagi ya... sekarang tante mesti pulang.."Jelas Kiara.
Jasmine hanya menjawab dengan mengagukkan kepalanya saja.
Kiara buru-buru turun dan kemudian dia pamit kepada Winda.
Detak jantung Kiara masih seperti genderang yang akan berperang, kemudian dirinya membersihkan diri dan kemudian langsung merebahkan badannya diatas kasur.
Kejadian hari ini benar-benar membuatnya tidak tenang dan gelisah, sampai dirinya tidak bisa tidur sampai larut malam karena memikirkan kejadian pertemuannya dengan Dewa.
Seperti biasanya, Kiara telah menyibukkan diri di kantornya, dan tiba-tiba Managernya Linda menenuinya di ruang kerjanya.
" Maaf mbak... ada yang mau bertemu.." Jelasnya.
" Siapa Lin... apa dia pelanggan kita?" Tanya Kiara kepada Linda.
" Nggak tahu mbak... dari penampilannya sih.. sepertinya dia orang yang cukup di segani." Jawab Linda yang membuat Kiara penasaran, siapa yang datang pagi-pagi untuk bertemu dengannya.
" Ya udah suruh dia masuk aja.." Pinta Kiara.
Yang datang menemui Kiara adalah Dewa.
Kiara begitu kaget dengan kedatangan Dewa ke butiknya tersebut.
" Apa ada yang perlu aku ... bantu?" Tanya Kiara gelagapan.
" Hemm aku mau pesan setelan jas dengan model kekinian .... karena aku dengar kamu desainer terkenal sekarang." Jawab Dewa.
Kemudian Kiara menunjukkan model-model jas kekinian kepada Dewa.
Terlihat Dewa membolak-balikkan buku yang berisikan contoh-contoh rancangan baju yang telah dibuat oleh Kiara tersebut.
Dewa telah berhasil mendapat contoh model jas yang dia inginkan, dan kemudian memberikan kepada Kiara untuk segera di buat.
Setelah itu Dewa terlihat pamit meninggalkan ruang kerja Kiara.
Melihat Dewa telah berlalu, Kemudian Kiara menghembuskan nafas kasar, seperti dirinya lega, telah memenangkan sesuatu yang teramat sulit baginya.
Kiara terlihat fokus dalam menyelesaikan pesanan-pesanan yang mulai menumpuk di ruangannya.
__ADS_1
Tiba-tiba dia berpikir, kemana Vita pergi? dan kenapa dia tidak melihat Vita sahabatnya itu di rumah Dewa.
Kemudian dia berniat ingin pergi ke rumah keluarga Wijaya lagi, untuk bertemu dengan Jasmine sekaligus bertemu dengan Vita juga.