Pelabuhan Terakhirku

Pelabuhan Terakhirku
Keadaan yang semakin rumit


__ADS_3

Setelah mengetahui semua masa lalu suaminya yang ternyata pernah mencintai sahabat baiknya itu, Vita terlihat tidak seceria seperti biasanya.


Dirinya lebih sering melamun seorang diri.


Melihat istrinya yang semakin hari semakin tidak bahagia, membuat Dewa berpikir keras untuk menghadirkan senyuman Vita kembali.


Dewa sengaja membuat kejutan dinner romantis untuk dirinya dengan Vita.


Dewa menyiapkan semuanya sendiri, dan dia berharap istrinya akan bisa sedikit terhibur.


Dewa sangat mengkhawatirkan keadaan Vita yang sebentar lagi akan menghadapi persalinan pertamanya, Dia tidak ingin istrinya itu stress dan capek, karena itu bisa mempengaruhi kondisi janin yang sedang di kandung oleh Vita.


Disisi lain Kiara dan Arman kini sedang menikmati saat-saat indah bersama, setelah pernikahan mereka di gelar dengan meriah.


Kiara memutuskan untuk pergi berbulan madu dengan Arman.


Mereka berkeliling benua Eropa selama satu bulan penuh.


Cinta mulai tumbuh di hati Kiara untuk Arman dan dirinya berhasil menghapus tentang Dewa, sehingga tidak ada lagi laki-laki dihatinya sekarang, kecuali Arman suaminya itu.


Mereka berdua terlihat semakin mengerti satu dengan yang lainnya.


Tidak jarang mereka yang melihat kemesraan antara Arman dan juga Kiara, ikut terbawa perasaan.


Di tengah- tengah kebahagian Yang Kiara dan Arman rasakan, terdengar kabar yang kurang baik dari Vita.


Vita yang semula di jadwalkan bisa melahirkan dengan normal, kini terpaksa harus menjalani operasi caesar karena terjadi hal-hal di luar dugaan.


Dewa terlihat sangat resah dan cemas menunggu istrinya yang sedang berjuang melahirkan buah hati pertama mereka.


Dengan setia, Dewa menunggu Vita di luar ruang operasi.


Kecemasan yang begitu luar biasa dirasakan Dewa saat ini, dirinya benar-benar khawatir tentang keadaan Istri dan juga calon bayinya itu.


Setelah Kurang lebih 2 jam berlangsungnya operasi, terlihat dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang operasi.


" Dok.... bagaimana keadaan Istri dan anak saya?" tanya Dewa setelah melihat salah seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi tersebut.


"Alhamdulillah pak... Bayi anda selamat dan kini sedang dalam perawatan suster" jawab sang dokter.


" Pak.... apa bisa kita bicara di ruangan saya?" pinta sang dokter, yang langsung di iyakan oleh Dewa.


Dewa telah berbincang-bincang secara panjang dan lebar dengan dokter yang menangani persalinan istrinya itu.


Setelah keluar dari ruangan dokter yang menangani Vita itu, Dewa terlihat terkulai lemas tak berdaya.


Dokter memberitahukan bahwa ada masalah serius dengan keadaan Vita pasca operasi yang dijalaninya.


Perasaan sedih bercampur bahagia di rasakan oleh Dewa, karena bagi dirinya kehadiran Jasmine putri kecilnya itu telah membawa kebahagiaan tersendiri untuk Dewa, tetapi dia sedih dengan keadaan istrinya yang kini sedang koma pasca operasi tersebut.


Vita mengalami komplikasi persalinan setelah operasi caesar yang di jalaninya itu, dan menyebakan dirinya harus koma dan tidak sadarkan diri.


Dengan penuh kasih sayang Dewa merawat Jasmine seorang diri, karena sampai saat ini Vita masih terbaring koma di rumah sakit.


Dengan bantuan beberapa baby sitter dan juga sang mama, yang selalu memberi support kepada Dewa, agar selalu semangat dan pantang menyerah untuk melewati semua masalah yang kini menimpa Dewa dan keluarga kecilnya itu.


Jasmine kini telah tumbuh menjadi bayi yang cantik menggemaskan, tidak jarang orang melihatnya akan selalu berhenti dari aktivitasnya untuk sekedar mencubit pipinya saja.


...***...


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan Vita masih sama seperti dulu, dirinya hanya bisa terbaring koma dan tidak sadarkan diri.


6 bulan Vita terbaring tak berdaya di rumah sakit, dan Dewa selalu setia menjenguk dan sesekali tidur di rumah sakit hanya untuk menemani istrinya itu.


Dewa terlihat begitu sedih, apabila mengingat Jasmine yang belum bisa merasakan di gendong oleh ibu kandungnya.


Lain halnya Dengan Kiara yang kini seperti bunga yang lagi mekar-mekarnya.


Tidak sedetikpun dia lewatkan tanpa Arman disisinya.


Kiara merasakan kalau dirinya telah jatuh cinta untuk kesekian kalinya dengan Arman.


Begitupun Dengan Arman yang selalu berhasil membuat Kiara klepek-klepek dengan rayuan mautnya.



Arman dan kiara seperti Amplop dengan perangkonya, yang selalu berdampingan satu sama lainnya.


Saking cintanya dengan sang suami, Kiara sampai-sampai rela mengikuti suaminya ketika lagi dinas di luar kota ataupun luar negeri, sekedar hanya untuk melihat suami tercintanya itu

__ADS_1



Juliet tidak rela meninggalkan Romeo seorang diri, maka dari itu Dia selalu menemani sang suami dimanapun juga.


Terlihat Kiara sedang bertelfon mesra dengan sang Suami yang masih sibuk di kantornya.


" Sayang.... kamu nanti mau aku masakin apa?" Tanya Kiara kepada Arman.


"Apa aja sayangku.... pasti aku makan, soalanya masakan kamu itu masakan yang paling enak sedunia.." jawab Arman yang setengah menggombali Kiara.


" Ih... apaan sih kamu ni ... gombal tahu..


mana ada masakan aku terenak sedunia... kamu ngaco ahh..." Elak Kiara yang mendengar pujian Suaminya itu.


"Kok kamu nggak percaya sih...kalau masakan kamu itu masakan terenak sedunia bagi aku sayang..... " puji Arman lagi.


" Iya ... iya... ya udah aku masak dulu ya... kamu jangan pulang terlalu malam nanti makanannya udah dingin." Pinta Kiara agar Arman lekas pulang nantinya.


" Kalau dingin kan bisa di hangatin lagi... bareng kamu sayang kita angetin bareng- bareng...oke!" jawab Arman.


" Udah Ah...kamu tu dari tadi gombal terus tau..." protes Kiara yang di jawab Arman dengan tertawa saja.


Setiap hari kekompakan terlihat di keluarga baru itu, sehingga mereka jarang sekali terlibat cekcok karena perbedaan pendapat.


...***...


Suasana menegangkan terjadi di rumah sakit dimana Vita dirawat saat ini.


Bahkan Sampai detik ini belum ada tanda-tanda Vita akan sembuh, akan tetapi pagi itu Dokter memberi tahu kepada keluarga besar Dewa dan juga Vita, bahwa kemungkinan Vita selamat sangatlah tipis, karena keadaan Vita yang kian memburuk.


Dewa merasa sangat terpukul dengan semua yang telah terjadi, dirinya begitu berharap bahwa suatu saat nanti Vita bisa sembuh dan bisa kembali kepadanya, dan berkumpul bersamanya dengan anaknya jasmine.


Tetapi keinginan Dewa mustahil bisa terjadi setelah Dokter memberinya penjelasan tentang kondisi Kiara saat ini.


Ditengah keputusasaan yang Dewa rasakan saat ini, Doa Dewa terjawab sudah.


Sore itu Dirinya mendapat telfon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa Vita telah sadar dari komanya.


Dewa segera bergegas menuju rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya itu.


Sedih, bahagia dan haru bercampur menjadi satu, ketika dirinya melihat Vita telah sadar dari komanya yang dialaminya selama kurang lebih 8 bulan itu.


aku khawatir banget sama kamu... " Ungkap Dewa seraya memeluk dan mencium kening istrinya dengan lemah lembut.


" Iya sayang aku seneng banget bisa peluk kamu lagi" jawab Vita.


" Sayang ... apa kamu mau melihat anak kita Jasmine?" tanya Dewa


" Nama anak kita jasmine ... nama yang sangat bagus sayang... Apa kamu yang beri nama anak kita sayang? tanya Vita.


" Iya Sayang aku yang kasih nama buat anak kita ... ". jawab Dewa.


"Oh ya... tunggu sebentar ya sayang aku akan bawa jasmine ke sini supaya kamu bisa menggendongnya.." pinta Dewa yang di jawab dengan anggukan oleh Vita.


Jasmine kemudian di bawa ke ruangan Vita,


Dipeluknya Jasmine sekuat tenaga yang tersisa oleh Vita sambil sesekali terlihat dirinya menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya itu.


"Sayang... kamu udah besar ya... maafin mama nak ... mama nggak bisa jagain Jasmine.." gumam Vita.


Melihat Vita yang sudah kelelahan menggendong Jasmine, dengan segera Dewa mengambil Jasmine dari gendongan Vita, dan memberikan Jasmine kepada pengasuhnya.


" Sayang aku mau bicara sesuatu sama kamu" Pinta Vita kepada Dewa.


" Mau ngomong apa sayang...?" tanya Dewa.


" Aku mau ngomong empat mata sama kamu". pinta Vita lagi.


"Emm... aku semakin penasaran lo sayang... kamu mau ngomong apa sih... sampai harus berduaan segala...?" tanya Dewa lagi.


" Sayang kamu harus janji sama aku ya tapi..." pinta Vita yang semakin membuat Dewa heran.


" Janji apa sayang?" tanya Dewa.


" Setelah aku nggak ada nanti, aku minta sama kamu supaya menikah lagi!" pinta Vita yang di jawab gelengan oleh Dewa.


" Kamu itu ngomong apa sih... kok nglantur aja... dengerin aku ya ... kita akan besarkan Jasmine bersama-sama ..oke!" Jawab Dewa.


" pokoknya kamu harus janji sama aku, untuk menikahi Kiara dan menjadikan Kiara ibu sambung untuk Jasmine... titik nggak pake koma!" Vita ngotot ingin Dewa menikah dengan Kiara.

__ADS_1


" Sayang kamu itu apa-apaan sih... Kiara itu sudah punya suami ... dan lagi pula aku nggak akan mau untuk ngeduain kamu apalagi sampai menikah lagi, itu nggak mungkin sayang..." jawab Dewa.


" Sayang... maafin Aku yang belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu dan aku titip anak kita sama kamu... kamu harus menjaga dan menyayanginya melebihi apapun.." Omongan Vita semakin ngelantur kemana-mana, seakan Vita akan pergi jauh untuk selama-lamanya.


" Sayang ....udah ya.. kamu itu mesti istirahat yang cukup, supaya kamu bisa cepet sembuh dan kembali berkumpul lagi, kita bertiga, aku,kamu sama Jasmine." pinta Dewa.


Semakin hari keadaan Vita kian membaik, dan Dewa sangat senang dengan kemajuan kondisi Vita saat ini.


Vita Semakin manja dan tingkahnya seperti anak kecil, Setiap hari Dewa selalu memberi Vita Manisan permen yang biasa di makan oleh anak-anak, tetapi Dewa tidak keberatan dengan semua permintaan Vita tersebut.


Vita juga selalu meminta Dewa menggendongnya, untuk sekedar berjalan-jalan mengelilingi rumah sakit, ketika dirinya mulai bosan di dalam kamar.


"Sayang ...kamu nggak malu kan? gendong aku kayak gini?" Tanya Vita pada Dewa.


" Hemm... enggak lah sayang..ngapain harus malu, kamu itu istri aku.. udah kewajiban aku buat kamu bahagia." Jawab Dewa.


Mendengar jawaban Dewa, Vita hanya tersenyum.


Begitulah rutinitas yang dilakukan Dewa ketika dirinya ke rumah sakit menjenguk istrinya.


Tidak terasa sudah satu bulan Vita tersadar dari komanya, dan Dewa berencana ingin meminta izin dokter untuk mengajak Vita pulang ke rumah mereka, untuk melihat anak mereka Jasmine. Dokter belum mengizinkan Dewa membawa Vita keluar dari area rumah sakit, karena para dokter khawatir kalau Vita tiba-tiba drop lagi.


Vita sangat kecewa dengan keputusan dokter yang melarangnya bertemu dengan Jasmine Anaknya.


Vita memutuskan pergi dari rumah sakit secara diam-diam tanpa ada siapapun yang mengetahuinya, bahkan Dewa sendiri juga tidak tahu kalau Vita akan pulang malam itu.


...***...


Vita berhasil kabur dari pengawasan suster yang ditugaskan untuk menjaganya, dan berhasil keluar dari rumah sakit itu.


Terlihat wajah Vita yang masih pucat pasi karena memang belum sembuh dari sakitnya itu.


Bukan Vita namanya kalau tidak bertindak sesuka hatinya, bahkan dirinya tidak oerduli dengan kesehatannya. Dia ingin sekali kembali ke rumahnya bersama dengan Suami dan anaknya lagi.


" Sayang.... Aku udah di depan ni... suruh bibi bukain pintu ya!" Bunyi SMS Vita yang dikirim untuk Dewa.


"Ya ampun... Vita kenapa nekat pulang, padahal dokter sudah melarangnya.." Gumam Dewa yang tidak habis pikir, kalau istrinya nisa senekat itu.


Dewa kemudian membuka sendiri pintu utama kediamannya tersebut.


" Vita.... sayang kenapa kamu nekat pulang malam-malam begini?" Tanya Dewa ketika melihat istrinya sudah berdiri di hadapannya.


Bukannya menjawab pertanyaan Dewa, Vita kemudian berjalan mendekati Dewa seraya mengulurkan tangan kananya.


Vita mengelus pipi Dewa dan memperhatikan Suaminya itu dengan tatapan yang terlihat kosong.


" Aku sayang sama kamu...." Ucap Vita yang kemudian terlihat oleng dan terjatuh dipelukan Dewa.


Melihat istrinya tiba-tiba terjatuh, Dewa terlihat sangat Kaget.


"Sayang.... kamu kenapa?... Vita... Vit.. bangun Sayang.... " Teriak Dewa.


Walaupun Dewa telah berusaha membangunkan Vita, bahkan sesekali terlihat menggoncang-goncangkan tubuh Vita tersebut, Vita tidak bergeming sama sekali.


Kemudian Dewa berinisiatif memegang tangan Vita, untuk memeriksa denyut nadi Vita, tetapi Dewa tidak mendapati Denyutan pada Pembuluh nadi Vita sama sekali.


Kemudian Dewa beralih memegang hidung Vita untuk memeriksa apakah Nafas Vita masih ada atau tidak.


Dewa berteriak sekuat tenaganya, memanggil nama Vita yang kini telah Meninggal dunia dalam pelukan Dewa.


" Sayang...... Vita... Bangun Vit ..! kamu nggak boleh ninggalin aku... Vita....." Teriak Dewa yang mengejutkan seluruh isi rumahnya termasuk orangtua Dewa yang sudah terlihat terlelap dalam tidur mereka masing-masing.


Semua pelayat telah memenuhi rumah keluarga Wijaya, dan Dewa masih terlihat sangat terpukul dengan kematian istrinya itu.


Dengan setia Dewa menemani Istrinya sampai ke pusara, tempat tidur terakhir sang istri tercinta.


Dengan perasaan yang hancur berkeping-keping, Dewa mulai beranjak dari pusara Vita. Dewa tidak pernah menyangka bahwa Vita akan meninggalkan dirinya dan juga jasmine secepat itu.


...***...


Setelah Satu tahun meninggalnya Vita, Dewa mengadakan pengajian Amal untuk mengenang Vita. Dan acara itu berjalan dengan lancar, bahkan Putrinya Jasmine terlihat ikut antusias membantu sang papa, walaupun sebenarnya malah membuat papanya itu kerepotan.


Jasmine telah berusia 2 tahun dan dirinya tumbuh menjadi anak yang cantik dan pintar.


" papa.... kenapa Mama pergi ke surga ninggalin kita?" Tanya Jasmine dengan kepolosan seorang anak usia 2 tahun.


"Sayangnya Papa.... mama itu pergi ke surga duluan biar mama nggak merasakan sakit lagi, nanti Jasmine sama papa juga akan nyusul mama... ya sayang.." Jawab Dewa dengan perasaan yang begitu sedih, karena mengenang nasib putrinya yang harus kehilangan sang mama di usianya yang masih sangat kecil.


Mendengar penjelasan sang papa, Jasmine tersenyum dan kemudian berlari kepelukan Eyangnya.

__ADS_1


Jasmine menjadi hal yang paling berharga untuk keluarga Wijaya sekarang.


__ADS_2