Pelacur Itu Istri Gus Azam

Pelacur Itu Istri Gus Azam
Belajar di Tanah Suci


__ADS_3

Di hari ke-5, selesai makan siang Azam dan Stella kembali ke kamar dan bersiap untuk check out hotel karena mereka akan melanjutkan perjalanan ke Mekkah.


Selama beberapa hari disana pun, Azam dengan penuh rasa siaga menjaga istrinya agar tidak kelelahan. Mengetahui jika Stella tengah berbadan dua, membuat Azam seketika menjadi suami siaga.


Lelaki itu tidak mengizinkan Stella melakukan pekerjaan apapun. Bahkan jika seperti kemarin, Stella tiba-tiba menghadapi mood swing yang ekstrim, Azam dengan sabar menghadapinya.


Seperti sekarang, Stella tiba-tiba menangis tersedu-sedu karena Azam memotong kepala ikan yang disediakan disana.


“Mas Azam jahat, kan kasian ikannya maas” Ucap Stella.


“Sayang, ini untuk dimakan. Kalau kau mau memeliharanya, kita akan beli sesuai dengan yang kau inginkan setelah sampai di rumah. Oke?” Sahut Azam lembut.


“Huhuhu, pokoknya setelah pulang dari sini aku mau mas Azam cosplay jadi ikan, itu hukuman karena mas Azam sudah memotong kepala ikan itu. Tulangnya harus dikuburkan dengan layak, mas” Ucap Stella sembari terus menangis.


Azam memejamkan matanya untuk menetralkan diri, “Iya sayang. Nanti kalau sudah sampai rumah aku akan menjadi ikan yang manis untukmu. Sekarang habiskan makananmu lalu kita lanjutkan perjalanan” ucapnya.


Stella dengan cepat menghapus air matanya dan lanjut menghabiskan makanannya.


Jadwal mereka hari itu city tour ke beberapa tempat bersejarah di Mekkah. Ada Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah dan Mina.


“Jabal Tsur ini menjadi saksi perjuangan Rasulullah SAW bersama dengan Abu Bakar saat dalam perjalanan berhijrah ke Madinah. Disana ada sebuah gua yang berada di puncaknya. Nah ada dua lubang masuk di gua tersebut, di sebelah barat dan satunya lagi di sebelah timur. Lubang yang berada di sebelah barat adalah pintu masuk yang digunakan oleh Rasulullah SAW”


Azam mengelap bibir Stella yang masih belepotan saus, bekas makan, “Yang rapi kalau makan, sayang”

__ADS_1


“Terimakasih. Lanjutkan ceritanya, mas” Ucap Stella, meminta Azam melanjutkan ceritanya tentang Jabal Tsur.


“Rasulullah SAW dan juga Abu Bakar berada di dalam gua tersebut selama tiga hari. Kau tau bagaimana mereka bisa selamat dan tidak diketahui oleh orang-orang Quraisy jika sedang berada di dalam gua itu?”


Stella menggeleng, sambil menyuapkan makanannya.


“Allah SWT memberikan pertolongan kepada mereka. Di mulut gua laba-laba bersarang disana, sedangkan di mulut gua yang lain ada sarang burung merpati dan bertelur disana. Dalam surat At-Taubah ayat 40 itu sudah dijelaskan, ‘Sedang disalah satu daripada dua orang ketika kedua-duanya berada di dalam gua’. Kaum Quraisy akhirnya menyerah, mereka pikir mana mungkin Rasulullah SAW berada di dalam gua yang dipenuhi sarang laba-laba itu?Akhirnya Rasulullah SAW di jemput oleh Abdullah bin Uraiqit dengan menaiki onta.


Gua Tsur ini jelas sudah menjadi tempat yang begitu bersejarah. Tapi, biasanya kita tidak diizinkan untuk naik ke puncaknya dikarenakan perjalanannya menuju puncak tidaklah mudah. Aku juga tidak akan mengizinkanmu sekalipun itu diperbolehkan” Sahut Azam.


Stella akhirnya menyelesaikan makannya setelah Azam juga menyelesaikan ceritanya tentang Gua Tsur.


“Kalau yang lainnya bagaimana, mas?” Tanya Stella.


“Baiklah, ayo” Jawab Stella lalu beranjak, mengajak suaminya keluar hotel.


“Sedangkan Jabal Nur adalah gunung yang di puncaknya ada Gua Hiro. Dimana di gua tersebut lah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT. Kau tau surat apa itu?” Tanya Azam.


Stella mengetuk jarinya di hidungnya sebentar, berpikir sejenak tentang hal itu. Dia pernah ingat Maryam pernah menjelaskannya dulu.


“Al-Alaq ayat 1-5, bukan?” Tanya Stella, ragu-ragu dengan jawabannya.


Azam mengangguk, mencubit hidung istrinya gemas, “Benar sekali. Turunnya ayat-ayai itulah yang menjadi tanda perihal pengangkatan Rasulullah SAW menjadi nabi dan Rasul dimana beliau adalah utusan terakhir Allah SWT”

__ADS_1


“Dan keadaan Rasulullah SAW saat itu adalah ketika beliau sedang tidur sendirian di Gua Hiro dengan keadaan gelap gulita. Lalu malaikat Jibril datang dengan suara keras yang membuat baginda Rasulullah SAW terkejut dan terbangun dengan keadaan perasaan takut, hatinya berdebar serta tubuhnya pun ikut bergetar” Sahut Stella, wanita itu hanya sayup-sayup mengingat apa yang pernah diceritakan Maryam.


“Lalu?” Tanya Azam. Dia tidak protes dengan apa yang disampaikan istrinya, karena memang benar begitu adanya cerita yang disampaikan.


“Aku lupa, heheh” Jawab Stella sembari tersenyum kepada gemas kepada sang suami.


“Turunnya wahyu pertama Rasulullah SAW juga sudah dijelaskan dalam sebuah hadist dari buku kelengkapan tarikh Nabi Muhammad oleh Moenawar Khalil. Disana Aisyah berkata ‘… Beliau tidak melihat impian melainkan cahaya terang seperti cahaya di waktu subuh. Datang malaikat Jibril dan berkata ‘bacalah’, kemudian setelah itu Rasulullah SAW menjawab ‘aku bukan pembaca’.


Saat itu kemudian malaikat Jibril memeluk Rasulullah SAW dengan keras dan berkata lagi ‘bacalah!’ tapi, nabi Muhammad SAW lagi-lagi menjawab, ‘Sungguh, aku tidak pandai membaca’, dan untuk ketiga kalinya malaikat Jibril memeluk nabi Muhammad SAW lagi lalu melepaskannya serta kemudian membacakan wahyu yang pertama, yakni surat Al-Alaq ayat 1-5’. Apa kau tau isi kandungan surat Al-Alaq?” Tanya Azam lagi.


Sangat menyenangkan bukan berjalan-jalan di kota suci sembari belajar seperti ini?


Stella mengangguk, “Itu adalah surat dimana di dalamnya berisi perintah untuk membaca tanda-tanda kekuasaan dari Allah SWT, yakni Al-Qur’an. Selanjutnya juga di dalam surat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari segumpal darah dan itu jelas tidak sembarangan dan tentu saja dengan memberi aturan, perintah serta larangan yang harus diperhatikan oleh manusia.


Lalu, membaca dengan menyebut nama Allah SWT sebagai Tuhan kami dan pencipta alam semesta dan manusia adalah salah satunya. Yang terakhir, adalah ancaman Allah SWT terhadap orang-orang yang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin dalam menjalankan perintah-Nya” jawabnya.


Semakin kesini memang ilmu agama Stella semakin tidak bisa diragukan. Tidak sia-sia dia hafalan setiap hari kepada Azam, karena selain dari menghafal suratnya, dia juga memahami isi dari surat-surat yang ia baca.


Dan bisa dilihat sekarang? Bagaimana Stella berhasil menjabarkan apa yang dipertanyakan Azam untuknya.


“Bagus sekali. Aku bangga memiliki istri sepertimu” Ucap Azam lalu mengecup kening Stella pelan, sebagai hadiah atas benarnya jawaban yang disampaikan oleh wanita itu.


“Aku suka dengan hadiah itu tapi, aku juga suka dengan hadiah lain, seperti uang jajanku ditambah misalnya” Sahut Stella, melirik suaminya dengan menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


“Tentu sayang, apapun itu untukmu. Kalau kurang, tinggal minta ya sayang. Aku memang membutuhkan seseorang untuk menghabiskan uangku. Tapi, ingat sewajarnya dan jangan berlebihan apalagi menggunakannya untuk hal-hal yang tidak begitu penting” Ucap Azam, mengingatkan istrinya.


__ADS_2