
Setiba di hotel tempat faris bekerja dia buru buru masuk,dian yang melihat faris terburu buru hanya bisa memberikan senyuman dari jarak jauh.
" calon imam aku udah datang" gumam dian dalam hati.
tiba tiba sinta datang .
" kenapa lo ko senyum senyum sendiri?" tanya sinta heran.
" gak papa" balas dian santai.
" oh ya lo udah tau belum kalau niko masuk rumah sakit?" tanya sinta penasaran.
" udah" ,lagi pula banyan beritanya di tv." balas dian.
" gue khawatir sama niko gimana ya keadaannya," sambung sinta.
" iya aku juga kasihan sama niko,semogah aja dia gak kenapa napa ya." balas dian.
" oh ya gimana kalau sepulang kerja nanti kita ke rumah sakit sekalian ajak juga faris,pasti faris juga akan kesana" tutur sinta.
" ide bagus tu" jawab dian.
Hari ini faris bekerja seperti kurang semangat fikirannya selalu memikirkan keadaan niko yang belum sadarkan diri di rumah sakit.
" keadaan niko sekarang bagaimana ya?" tanya faris dalam hati.
Hari ini serasa lama sekali berlalu detik demi detik seolah melambat,faris sesekali melihat jam tangannya .
Pada saat jam istirahat faris duduk sendiri sambil melamun .Tiba tiba sinta dan dian datang menghampirinya.
" woy ngelamun aja" teriak mereka berdua.
" kalian,, ngagetin aja" jawab faris datar.
" maaf fa ,habisnya kamu ngelamun aja si" balas dian.
" kita makan yuk " balas sinta bersemangat.
" aku bawah bekal dari rumah tadi pagi mira ngasih ini pada ku" jawab faris sambil mengangkat sekotak makanan.
" mira? siapa dia?" tanya dian penasaran.
" pacar kamu?" sambung sinta melotot.
" bukan ,dia teman aku tepatnya dia teman dekat aku ."jawab faris tersenyum.
"apa kamu menyukai dia?" tanya dian hati hati.
" apa kamu sayang sama mira?" sambung sinta sedikit kesal.
__ADS_1
"aku tidak menyukai mira, aku hanya menyayangi dia dan sudah ku anggap seperti adiku sendiri" jawab faris pelan.
Sinta dan dian saling menatap satu sama lain mereka merasa lega,
" syukurlah" balas sinta dan dian bersamaan.
" maksudnya?" tanya faris bingung.
" tii...daa..kk ,ada apa apa" jawab sinta terbata bata.
" ya udah fa kami pergi dulu ya" sambung dian sambil menarik tangan sinta pergi.
Faris tidak terlalu memikirkannya yang dia fikirkan hanya keadaan niko di rumah sakit.
" lo ko narik narik tangan gue si !" tanya sinta sedikit kesal.
" emang kamu mau nanti faris makin curiga dengan sikap kita tadi?" balas dian sambil memanyunkan mulutnya.
" tapi kan gue belum selesai kangen nya" balas sinta .
" kangen ...kangen...emang kamu aja yang masih kangen sama faris ? aku juga kali!" grutu dian..
" hehehe sudah sudah gue becanda ko yuk kita makan!" ajak sinta.
DI RUMAH SAKIT
Niko masih belum sadarkan diri terlihat anggun yang dari semalam dengan setia menjaga niko,dia begitu sangat mengkhawatirkan keadaan niko yang sampai sekarang belum sadar juga.
" aku belum sanggup kalau harus kehilangan lagi" sambung anggun sambil terisak menangis .Air matanya tidak dapat ia tahan lagi.
Dia sangat khawatir dan takut kehilangan orang yang dia sayangi untuk kedua kalinya,walaupun dulu niko adalah adik ipar dia dan dia tidak punya rasa terhadap niko,tapi setelah dia menjadi istri niko perasaan sayang itu muncul dengan sendirinya beriring dengan jalannya waktu.
Di hotel
" fa, ayo kita kerumah sakit bareng" teriak dian dan juga sinta bersamaan.
" kalian duluan saja aku kan bawah motor" jawab faris.
" ya udah kita naik taksi dan kamu mengikuti kita dari belakang pakai motor ,,bagai mana?" tanya dian.
" baik lah " balas faris .
Akhirnya sinta dan dian naik taksi dan faris mengikutinya di belakang,saat di persimpangan tiba tiba lampu berubah berwarna merah,akhirnya faris berhenti sedangkan taksi yang di naiki sinta dan dian sudah mendahuluinya sebelum lampu berubah warna.
Tiba tiba ada seseorang yang datang menghampiri faris,dia adalah rose.Rose tersenyum dan menemui faris.
" hai" sapa rose sambil tersenyum manis.
" kamu mau kemana ?" sambung rose
__ADS_1
" saya mau kerumah sakit" balas faris sedikit canggung.
" memangnya siapa yang sakit?" tanya rose lagi.
" sahabat saya niko" saut faris
" boleh saya ikut?" tanya rose.
terdiam sejenak,faris bingung mau jawab apa.
" halo,,,,, boleh saya ikut?" tanya rose lagi.
" i,,,ya ,silahkan" jawab faris ragu.
lalu faris memberikan helm dan lampu pun berubah berwarna hijau mereka pun pergi menuju rumah sakit.
Sementara itu dian dan sinta yang sudah sampai di rumah sakit mereka menatap ke jalanan mencari cari keberadaan faris.
" faris mana ko dia belum sampai ?" tanya dian
" iya,harusnya dia juga udah sampai dia kan tadi di belakang kita" saut sinta bingung.
faris dan rose sama sama diam mereka tidak saling bersuara,tiba tiba faris memecah keheningan ,
" kamu dari mana?" tanya faris ragu ragu.
" biasa ada panggilan " jawab rose santai.
" sejak kapan kamu bekerja menjadi wanita penghibur?"
" mau tau,,,,apa mau tau bangetttt? goda rose sambil memeluk faris.
" maaf bisakah kamu tidak seperti ini?" balas faris sambil berusaha melepaskan tangan rose.
" kamu ini kenapa si setiap aku deketi selalu menghindar apa aku se kotor itu di mata kamu ? saut rose sambil melepaskan pelukan tangannya.
" bukan begitu ,saya cuma menghormati kamu saja saya tidak bermaksud menyinggung kamu" balas faris .
rose hanya diam tidak berbicara lagi.
" apa kamu menderita dengan pekerjaan kamu yang sekarang?" tanya faris pelan.
" kenapa kamu nanya seperti itu?" bisik rose menggoda.
" kenapa kamu gak berhenti dan mencari pekerjaan yang lebih baik dari ini?" sambung faris.
" sekarang kamu mulai peduli ya sama aku?" goda rose pada faris.
" bukan begitu,saya cuma kasihan melihat kamu." balas faris canggung.
__ADS_1
" bilang aja kalo suka ,gak usah bohong begitu" balas rose.
Faris tidak menjawab karena sekarang mereka sudah sampai di depan rumah sakit .