
Tania masih menangis sambil memeluk faris yang masih belum sadar juga,
" aku mohon ,,sadar lah" isak tania
" buka mata mu ,aku mohon bangun !" tania tak henti hentinya menangis.
Tiba tiba jari jari tangan faris pun bergerak gerak,tania yang menyadari itu dia pun langsung berteriak memanggil manggil dokter.
Setelah itu dokter pun masuk dan memeriksa keadaan faris,tania berharap kalau faris sadar secepatnya.
Tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan faris,ibu dan tania pun penasaran ingin segera mengetahui keadaan faris.
" bagaimana dengan kondisi faris sekarang dokter?" tanya tania penasaran.
" alhamdulillah,, faris akhirnya sudah bisa melalui masa kritisnya,kalian jangan khawatir secepatnya faris akan sadar" jawab dokter itu.
Sontak kata kata dokter membuat ibu dan tania bahagia,mereka tak henti hentinya mengucap syukur.
" alhamdulillah,,,,ayo nak kita masuk dan melihat kondisi faris !" ajak ibu.
" ibu masuk duluan saja saya mau ke musolah,saya mau shalat dulu" balas tania sambil pergi meninggalkan ibu.Ibu sangat terharu melihat perubahan tania sekarang,dia baru tau mengapa faris bisa mencintai dan lebih memilih tania karena tania memang gadis yang baik.
Sesampai di musolah tania pun langsung berwudhu dan melaksana kan shalat.dia pun tidak lupa mendoakan faris agar dia bisa segera sadar.
" ya allah maaf kan semua kesalahan dan dosa dosa saya,selama ini saya sudah dari Mu.Terimakasih atas nikmat yang selama ini Engkau berikan ,dan terimakasih karena Engkau telah mempertemukan ku dengan pemuda yang berhati baik seperti faris,aku mohon sembuhkan lah dia " lirinya sambil terisak menangis.
Tiba tiba hp tania berdering,ternyata itu panggilan dari gibran,
__ADS_1
" halo tania kamu dimana aku sudah di rumah mami tapi kata mami kamu tidak ada di sini?" tanya gibran khawatir.
" maaf kan aku mas sebenernya tadi aku gak ke kost an mami,aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk teman aku yang lagi sakit di sini" balas tania.
" oh ya sudah aku jemput kamu kesana ya ,kamu berada di rumah sakit mana? " tanya gibran lagi.
" gak usah mas nanti aku pulang naik ojek atau taksi aja" balas tania.
Setelah itu tiba tiba tania langsung mematikan hp nya.Gibran pun merasa curiga dan aneh dengan tingkah tania.
" sebenernya siapa yang di jenguk tania ko dia seperti tidak mau aku mengetahuinya? apa orang itu spesal buat dia?" gumam gibran di dalam mobil.
Gibran pun tidak mendengarkan kata kata tania dia langsung pergi ke rumah sakit yang terdekat di sana ,setiba di sana dia pun langsung masuk ntah kemana dia harus mencari tania tapi itu tidak penting baginya,baginya sekarang bagaimana pun dia harus bisa bertemu tania dan bisa tau siapa orang yang sedang tania kunjungi.
" pak gibran ko ada di sini memangnya siapa yang sakit?" tanya niko yang berada di luar ruangan faris beserta ibu faris .
" eh kamu nik,kamu sendiri ngapain di sini" tanya balik gibran.
" syukurlah saya senang,sebenernya saya juga mau menjenguk nya " balas gibran mencari alasan.
" oh ya bu ini pak gibran dia bos kami dan dia juga yang selama ini membiayai rumah sakit faris" balas niko sambil memperkenalkan ibu pada gibran.
" saya mau mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan bapa selama ini pada putera saya" saut ibu.
" sama sama bu ini sudah kewajiban saya ,faris kan bekerja di hotel saya jadi sudah sepantasnya saya menolongnya" balas gibran.
Tiba tiba tania pun menghampiri mereka dia kaget melihat gibran sudah ada bersama niko dan ibu di sana.
__ADS_1
" kamu sudah selesai sholat nya tania?" tanya ibu
" sudah bu,mas gibran ko bisa tau aku ada di sini?" tanya tania heran.
" oh aku kesini mau jenguk faris dia itu sala satu pekerja terbaik di hotel ku,aku gak nyangka kalau kamu juga kenal sama faris dan mengenal mereka juga" balas gibran heran.
" tentu lah tania ada di sini,yang membuat faris sadar dan melewati masa kritisnya kan karena dia sudah bertemu tania" celote niko cengengesan.
" oh ya bu saya pamit dulu ya nanti kalau faris sadar tolong kabari saya" sambung tania.
" iya nak terimakasih karena kamu mau datang kesini" balas ibu sambil memeluk tania.
Akhirnya gibran dan tania pun pulang dari tadi gibran diam saja dia tampak tidak seperti biasanya,pikirannya mulai bertanya tanya ,
" sebenernya ada hubungan apa tania dengan faris?" gumam gibran dalam hati.
" aku minta maaf mas karena aku sudah berbohong pada kamu," kata tania menyesal.
" gak papa ko santai aja,oh ya kita makan dulu yuk sekalian aku mau bicara sesuatu sama kamu" balas gibran tersenyum.
Setelah sampai di restoran mereka pun memesan makanan,dan tiba tiba gibran pun mengeluarkan kotak kecil yang berisi sebuah cincin.
" tania aku mau bicara sesuatu sama kamu" kata gibran sambil memegang tangan tania.
" selama aku dekat dengan mu,dan selama kamu hadir dalam kehidupan aku dan viona aku rasa hidup aku terasa bahagia lagi ,dan aku merasa kalau viona juga merasakan hal yang sama seperti ku" kata gibran.
" maksud mas apa si?" tanya tania bingung.
__ADS_1
" tania aku mencintai kamu ,maukah kamu menjadi istriku dan menjadi ibu untuk viona dan calon anak anak kita kelak" tanya gibran sambil membuka kotak kecil yang berisi cincin berlian itu.
Tania pun merasah kaget dan tidak menyangka ,gibran akan melamarnya dan gibran bisa menyukainya .Dia sampai tidak tau mau bicara apa,satu sisi hatinya masih sangat mencintai faris tapi di sisi lain gibran selama ini sudah baik kepadanya apa lagi sekarang dia tau kalau gibran lah yang membiayai rumah sakit untuk faris.