
Hari ini adalah hari pertama tania bekerja menjadi asisten gibran di kantor ,pagi ini dia bangun cukup awal dan bersiap siap setelah itu dia menuju ke dapur membantu mbo di sana.
" selamat pagi mbo,,aku bantu ya" sapa tania sambil tersenyum ceria.
" pagi nyonya,gak usah biar mbo aja nyonya" jawab mbo
" ah mbo panggil saya tania saja kita kan sama sama bekerja di sini" balas tania.
" maaf mba tania soalnya tuan gibran sangat peduli banget sama anda jadi saya kebawa suasana dech manggil anda nyonya" balas mbo cengengesan.
Akhirnya mereka berdua sama sama memasak di dapur tania pun ikut membantu mbo mempersiapkan makananya.
"mba tania saja yang banguni nona kecil " pinta mbo.
" baik lah" jawab tania senang.
Setelah di depan pintu kamar viona ,tania pun mengetuk ngetuk pintu kamar viona membangun kannya.
Setelah pintu terbuka keluar viona sambil mengucek ngucek matanya.
" pagi,,, cantikk ayo mandi terus tante antar ke sekolah" pinta tania sambil membelai rambut viona.
" baik tante" balas viona senang.
Setelah itu dia bergegas turun kedapur lagi,tapi saat berada di depan kamar gibran tiba tiba gibran muncul dan hampir menabrak tania.
" maaf mas saya gak sengaja" ucap tania sambil menundukan kepalanya.
" gak papa aku yang gak lihat jalan " saut gibran tersenyum.
" oh ya vio sudah bangun?" sambungnya lagi.
" sudah mas dia lagi mandi" jawab tania .
" ya sudah kamu tolong bantu vio ganti baju ya siapa tau dia butuh bantuan" balas gibran
__ADS_1
" oh iya saya sampe gak kepikiran ,maaf tuan saya permisi dulu" balas tania sambil buru buru kembali ke kamar viona.
Gibran tersenyum melihat tingkah laku tania.lalu dia pergi menuruni tangga.
" pagi tuan" sapa mbo
" pagi mbo oh ya buat kan saya teh ya" balas gibran lalu dia pun masuk ke ruang kerjanya.
Setelah selesai akhirnya viona dan tania turun menghampiri mbo dan gibran yang sekarang sudah duduk di kursi makan.
" pagi papa" sapa viona..
" pagi sayang ayo makan" jawab gibran.
" pagi ini kamu cantik sekali sayang " puji gibran pada puterinya.
" iya dong papa kan tante tania yang bantuin aku dandan" jawab nya polos.
Setelah itu mereka pun makan,
" iya kalian duduk temani kita makan " sambung gibran.
Akhirnya mereka pun duduk makan bersama dengan gibran dan viona,setelah selesai makan gibran dan tania pun pergi mengantar viona ke sekolahan nya.
" tante betah tidak tinggal sama vio?" tanya viona penasaran.
" betah" balas tania tersenyum.
" oh ya apa tante sudah punya kekasih? tanya nya lagi.
" belum" jawab tania tersenyum.
" kalau tante jadi mama vio mau ngak?" tanya nya lagi.
" sayang ko kamu nanya begitu sama tante tania?" sambung gibran kaget
__ADS_1
Viona hanya diam cemberut.
" sudah lah jangan cemberut nanti cantiknya hilang lo" hibur tania sambil mencubit pipi viona gemas.
Setelah itu viona pun terenyum lagi,dan tidak lama kemudian mereka pun sampai di depan sekolah TK nya viona.
" bye papa bye tante" ucap viona sambim melambaikan tangannya .
Setelah itu mobil gibran pun terus melaju menuju kantor nya.
" maaf kan kata kata viona tadi ya" ucap gibran pada tania.
" gak papa mas saya ngerti ko" balas tania tersenyum.
Setelah itu akhirnya mereka sampai juga di kantor gibran,mereka pun turun dan masuk kantor.Semua orang memberi salam pada mereka dan mereka pun bertanya tanya siapa wanita cantik yang bersama bos nya itu.Pesona kecantikan tania membuat semua karyawan laki laki di sana terpesona melihat nya.
DI RUMAH SAKIT
Pagi ini tampak ibu faris yang sedang duduk di samping putera nya dengan wajah yang sangat sedih,bagaimana tidak anak satu satunya kini sedang koma dan tidak sadarkan diri.
Pagi ini keluarga mira pun datang mengunjungi mereka ke rumah sakit.
" assalamuallaikum,," sapa mereka.
" waallaikumssalam" jawabnya pelan.
" bagaimana perkembangan faris bu?" tanya mira
" masih tetap sama seperti kemarin" jawab ibu sedih.
" bu maaf kan kami ,sebenarnya kami kesini ingin bicara sesuatu pada ibu.Maaf kalau saya kurang sopan pada ibu,sebelum perjodohan ini terjadi sebenarnya mira sudah di lamar oleh keluarga pak salim dari desa sebelah,tapi saat itu mira menolak karena mira mencintai faris tapi dengan melihat kondisi faris yang seperti ini kami dengan berat hati ingin membatalkan rencana pernikahan mira dan faris,saya tidak mau mira harus menunggu lama dan kita juga tidak tau kapan faris akan sadar dari koma nya." tutur ayah mira.
" saya faham pak,dan saya juga tidak bisa berbuat apa apa" balas ibu faris sambil terisak menangis.
"sekali lagi kami minta maaf bu" sambung ibu mira merasa bersalah.
__ADS_1
Sedangkan mira hanya bisa menangis,sebenarnya dia mau menunggu faris sampai sembuh tapi dia juga tidak bisa melawan keputusan orang tua nya .Orang tuanya sudah sepakat untuk menerimah lamaran dari putera pak salim yaitu ilyas.