
#11
Suah yang baru tiba di bandara langsung dijemput beberapa orang berjas lainnya dan menuntun suah pergi ke sebuah restoran. Di rumah sebelum Jisung di beritahu Jaemin tentang informasi yang dia dapat dari Sungchan, sebenarnya dia sudah tau siapa pelakunya bahkan saat sebelum suah dibawa pergi. Jisung hanya mengikuti alur, dan Renjun tahu dari ibunya tetang pelaku yang menculik suah.
Matahari semakin tidak terlihat dan orang yang suah tunggu belum juga muncul, itu benar-benar membuat suah makin kesal. Di monsion semua berjalan sesuai rencana, dimana semua para pekerja harus mendapat informasi tentang dimana terakhir suah berada dan menyimpulkan apa yang terjadi.
Haechan yang kemarin marah-marah sekarang sudah terkendali karena diberitahu kalau suah sudah ditemukan tetapi harus tetap diam. Sebenarnya haechan dan Sungchan masih belum tahu dimana keberadaan suah tetapi Jaemin langsung bisa memprediksi jika suah ada ditempat itu.
Sudah hampir 30 menit menunggu akhirnya orang itu muncul juga.
"Kemana dulu sih" kesal suah
"Maaf, tadi ke mall dulu beli baju" ucap orang itu lalu memberikan bungkusan berisi baju kepada suah
"Ini, baju buat apa?" Tanya suah
"Ya buat dipake lah masa dibuang" jawab orang itu
Suah menghela nafas menerima bungkusan itu.
Mereka berdua duduk dan memesan makanan. Orang itu memulai percakapan.
"Jadi gimana sekolahnya?" Tanya orang itu
__ADS_1
"Biasa aja, gak ada yang istimewa" jawab suah
"Gak ada yang..." Ucapan orang itu dipotong suah
"Maaf bila mencela kak tapi apa rencana selanjutnya?" Tanya suah
"Kau ini, setidaknya dengerin sampai kakak selesai bicara" ucap winwin
[°Lee Shicheng/winwin° kakak kedua suah]
"Rencana? Gak ada rencana selanjutnya. Ayah hanya menyuruhku untuk menjemputmu" ucap winwin
"Ooh, terus kapan aku dipulangin?" Tanya suah
"Kan aku sekolah" ucap suah
"Kan kamu bilang disekolah gak ada apa-apa, kamu bisa izin. Lagi pula adikku ini kan pintar, buat apa belajar lagi" ucap winwin
"Kalo aku gak usah sekolah cuma karna pintar, terus kenapa kakak kuliah? Kan kakak pinter" ucap suah
"Untuk jadi dokter itu bukan cuma pinter aja" jawab winwin
"Kan kalo jadi dokter kerjanya langsung turun tangan, nggak dari kertas. Emangnya kakakmu yang kerjaannya cuma duduk doang" lanjut winwin
__ADS_1
Kakak yang dimaksud winwin adalah kakak pertama suah yang sekarang menjadi wakil direktur di perusahaan Lee. Ayah suah masih suka masuk kerja jadi kakak pertama suah menggantikannya jika ayah tidak masuk. Berbeda dengan suah dan winwin kakak pertama mereka dikenal banyak orang, namanya selalu disebut-sebut sebagai direktur muda. Banyak juga yang mengatakan dia jenius karena di umur yang masih muda semudah menjadi wakil direktur.
Kembali ke suah dan winwin, mereka hendak pulang dari restoran menuju apartemen yang ditinggali winwin.
"Kakak tinggal sendiri?" Tanya suah
"Nggak, ada pembantu di apartemen" jawab winwin
"Ohh, perempuan?" Tanya suah lagi
"Iya" jawab winwin sambil menyetir
"Jadi, pembantu itu tinggal di apartemen sama kakak?" Tanya suah
" Nggak, cuma kerja siang aja, malemnya mereka pulang" jawab winwin
"Mereka? Ada berapa pembantu di apartemen kakak?" Tanya suah beruntun
"Cuma dua" jawab winwin
"Oh" ucap suah
Beberapa saat kemudian suah tidak lagi bertanya. Dia tertidur karena kelelahan terjaga di pesawat.
__ADS_1