Pembalasan Dendam Suah

Pembalasan Dendam Suah
Chapter 07


__ADS_3

#7


Pada akhirnya suah tetap ikut pertandingan basket antar sekolah. Itu karena Renjun tidak benar-benar memberi tahu pak Kim.


Ini adalah pertandingan campuran, Sekolah lain pun mengirimkan perempuan yang setidaknya bisa bermain basket.


Saat tiba di tempat pertandingan, suah melihat Sungchan yang sedang bersiap-siap. Suah sudah menduga kalau Sungchan akan ikut tanding karena dia tinggi akan mempermudah untuk menang.


Saat semua pemain di kumpulan di lapangan Sungchan kaget melihat suah,jaemin dan haechan yang menjadi lawannya. Lalu saat permainan dimulai dia teramat gugup melihat bosnya yang menjadi lawannya.


Pertandingan antara sekolah suah dan sekolah Sungchan telah usai. Sungchan tidak berkumpul dengan teman satu tim nya dan malah menghampiri suah. Sepertinya Sungchan benar-benar tidak percaya pada apa yang dia lihat.


"Anu..ee apakah kau orang yang sama dengan orang yang ada di pendaftaran?" Tanya Sungchan dengan bahasa formal karena bila benar-benar bosnya Sungchan takut dipecat karena tidak sopan


"Benar, itu aku" jawab suah


Sungchan tidak bisa menutupi wajah kagetnya.


"Tenang aja, disini kita temenan kalo disana kita rekan" ucap suah


Tiba-tiba ada dua orang berjas mendatangi suah dan Sungchan.


"Maaf nona kami harus membawamu" ucap salah satu orang itu


"Nona diminta untuk tidak melawan!" Ucap yang satunya lagi


Tanpa mengatakan apapun lagi dua orang berjas itu membawa suah pergi dari hadapan Sungchan.

__ADS_1


"Hei kalian gak bisa gitu dong! Dia kan gak bilang mau ikut" teriak Sungchan


Dua orang pria berjas itu tidak mempermasalahkan itu dan terus berjalan sambil menuntun suah.


Suah berbalik lalu menutup mulutnya dengan satu jari lalu menyilangkan tangannya seperti isyarat untuk tidak boleh memberitahukan pada siapapun.


Sungchan yang melihat itu hanya panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sungchan mendatangi Jaemin yang sedang merebahkan diri di kursi. Sungchac tidak memberi tahukan tentang dua orang berjas yang membawa suah pergi. Tetapi ini yang Sungchan tanyakan.


"Jaemin!" Ucap Sungchan


"Ah iya, oh Sungchan ya, ada apa?" Tanya jaemin sembari membetulkan duduknya.


"Aku ingin bertanya" Jawab Sungchan


"Silahkan mau tanya apa" Jaemin menunggu Sungchan mengatakannya


"Ya benar, itu adalah isyarat untuk orang yang ditujunya agar tidak boleh memberitahukan pada siapapun" jawab Jaemin


"Eh ada apa apa ada orang yang seperti itu?" Tanya jaemin


"Ah tidak aku cuma penasaran" jawab Sungchan


Sungchan lalu pergi meninggalkan Jaemin dengan wajah yang khawatir. Jaemin yang melihat itu menyadari bahwa ada masalah tetapi tidak bertanya. Disisi lain suah di bawa menggunakan mobil pergi ke bandara. Suah tidak tahu apa yang terjadi tetapi dia menurutinya untuk ikut pergi padahal bisa saja dia kabur.


Di monsion Renjun mencari suah untuk meminta maaf karena tidak member tahukah pak Kim soal pertandingan basket. Renjun mencari-cari suah di seluruh sudut monsion tetapi tidak menemukannya.


Kebetulan bibi Kim lewat Renjun menanyakan dimana suah.

__ADS_1


"Bi!" Ucap Renjun


"Iya, ada apa tuan muda" jawab bibi kim


"Apa bibi tau suah ada dimana?' tanya Renjun


"Kemarin sih bibi tidak melihat nona pulang ke monsion" jawab bibi Kim


"Terus suah dimana?" Tanya Renjun


"Apa tuan mudah sudah pergi ke rumah, mungkin nona ada disana" jawab bibi Kim


"aku belum pergi kesana sih, yaudah makasih bi" Renjun bergegas pergi


Dirumahnya Sungchan terlihat gelisah dengan apa yang disampaikan bosnya. Dia bahkan tidak bekerja dengan baik di tempatnya. "Duuh gimana nih kasih tau nggak ya tapi bos ngasih isyarat jangan kasih tau siapapun" ucap Sungchan


Sama seperti Renjun, Jaemin mencari suah di monsion tetapi tidak menemukannya. Jaemin malah didatangi oleh haechan yang ke monsion.


"Mana suah?" Tanya haechan


"Aku juga gak tau" jawab Jaemin


"Terus Jisung mana?" Tanya haechan lagi


"Dia ada dirumahnya" jawab Jaemin


"Nah mungkin suah ada dirumah sama Jisung kan satu rumah" ucap haechan

__ADS_1


"Mungkin" ucap Jaemin


__ADS_2