
#4
Priiiit...Priiiit...
Pa Kim meniup peluitnya. Selanjutnya bagian tim lain yang bermain. Waktu berjalan terasa sangat singkat pelajaran olahraga telah usai lalu di sambung pelajaran lain.
Setelah sekolah usai suah mengajak haechan pergi ke caffe.
"Lee haechan" ujar suah
"Apa? Kangen ya gk ada yang gangguin" jawab haechan
"Aku ada perlu denganmu, bisakah kita pergi ke caffe sekarang!" Suruh suah
"Cie mau ngajak kencan" haechan nyengir
"Kalo gk mau yaudah gk perlu" suah terlihat sebal
"Eh jangan gitu dong masa kencannya gk jadi"
Suah pergi meninggalkan haechan
"Heh tungguin dong" ucap haechan lekas mengejar suah
Mereka berdua tiba di caffe, lalu mencari tempat duduk.
"Mau pesen apa biar aku yang traktir" ucap haechan
"Cappucino" jawab suah
"Cappucino dua" ucap haechan ke pelayan.
"Kamu beda dari yang lain ya" haechan memulai obrolan
"Apanya" jawab suah singkat
"Kalo cewe lain pasti ditanya mau apa jawabnya terserah" ucap haechan
"Trus"
__ADS_1
"Kalo kamu langsung ke intinya" haechan tersenyum
Minuman telah datang~
"Aku gk suka basa-basi" ucap suah
"Dan juga jangan terlalu berharap, aku disini karena ada keperluan denganmu bukan untuk berkencan" lanjut suah
"Gapapa kok" haechan hanya tersenyum
Suah melihat haechan yang tersenyum sambil menyeruput cappucino nya.
Beberapa menit kemudian Jisung dan Jaemin datang, mereka langsung duduk di dekat suah dan haechan.
Jisung menyerahkan dokumen tentang haechan. Suah membuka dokumen itu lalu membacakan isinya.
"Lee Donghyuck Seoul, 06 Juni 2000 anak dari seorang reporter terkenal reporter Lee ******, benar?" Tanya suah
"Ba-bagaimana bisa" jawab haechan gugup
Suah membacakan semua isi surat itu termasuk makanan kesukaan atau alergi yang di deritanya
"Gabung ke?" Tanya balik haechan
Suah menjelaskan panjang kali lebar tentang organisasi kepada haechan. Walaupun belum benar-benar membentuk organisasi karena ini masih permulaan.
"Jadi itu terserah kamu kalau mau" ucap suah
"Aku melihat potensi dalam dirimu" lanjut suah
"Potensi apa?" Tanya haechan
"Potensi kalau kau akan membantu banyak dalam organisasi" jawab suah
"Nama organisasinya apa?"tanya haechan
"Eeeh itu kami belum memikirkan" jawab suah
"Bagaimana bisa kalian ngajakin aku gabung ke Organisasi tapi organisasi itu belum di kasih nama" protes haechan
__ADS_1
"Karna itu kau memiliki pemikiran yang di luar nalar pasti punya ide ide bagus untuk membantu organisasi" ucap suah
"Oke aku ikut" haechan yang merasa dibutuhkan
"Jadiiii sekarang bagaimana?" Tanya haechan
"Udah kamu bisa pulang" suruh suah
"Eh masa cuma gitu aja" protes haechan
"Ya karna kami belum memiliki anggota untun menyelesaikan misi pertama" jawab suah
"Bikin lowongan kerja aja" saran haechan
"Gimana fungsi dari lowongan kerja?" Tanya suah
"Jadi gini,nanti kamu cari lowongan kerja trus di liat tuh siapa aja yang punya potensi kayak di seleksi gitu, dan juga kamu jangan dulu ngasih tau tentang organisasi gitu" saran haechan
"Menarik, ide yang bagus haechan" suah memuji haechan
Suah langsung berdiri dan pergi di ikuti Jaemin dan Jisung lalu Haechan.
Suah pergi ke monsion untuk mengerjakan yang di sarankan haechan. Disisi lain haechan yang baru datang di monsion suah lalu di bantu Jisung untuk tour.
"Renjun~ah" teriak suah sambil mencari Renjun
"Nona tuan muda Renjun sedang tidak ada di sini, dia pergi untuk bertemu nyonya Wendy" ucap pelayan
"Kenapa dia tidak memberi tahuku" kesal suah
"Tuan muda Renjun sudah menelepon nona berkali kali tetapi tidak aktif jadi tuan muda menitipkan pesan kepada saya" sedang memberikan informasi kepada suah
"Aku juga pengen ketemu bibi Wendy" suah cemberut
"Nona bisa pergi bersama supir" saran pelayan
"Gak, aku gak akan pergi sekarang ada pekerjaan yang harus kulakukan" ucap suah lalu pergi.
Karena Renjun tidak ada suah tidak bisa menyuruhnya untuk mengerjakanya. Suah di bantu Jaemin membuat poster yang menarik dan memikirkan slogan yang mudah dipahami. Haechan dan Jisung telah selesai tour lalu membantu suah mengerjakan.
__ADS_1