Pembalasan Dendam Suah

Pembalasan Dendam Suah
Chapter 05


__ADS_3

#5


Poster itu sudah jadi dan sudah di upload di media sosial maupun selembaran selembaran kertas yang di tempel di jalan. Suah dan yang lainnya termasuk haechan mempersiapkan tempat untuk tempat seleksi.


Sambil menunggu orang yang mendaftar mereka semua pergi sekolah. Tempat seleksi dijaga oleh pak kang dan bibi Kim. Sekolah terasa sangat lama karena mereka menantikan bel pulang.


Akhirnya bel sekolah berbunyi mereka semua pergi ke monsion suah untuk melihat apa ada orang yang mendaftar. Saat mereka benar-benar pulang mereka melihat banyak orang yang sedang mengantre untuk mendaftar kerja. Tapi kebanyakan dari pendaftar adalah wanita.


Suah dan yang lainnya langsung mengurus pendaftar itu tentu setelah mengganti baju mereka. Kami semua mulai menyeleksi para pendaftar. Tentunya semua pendaftar wanita kami tolak karena di organisasi tidak membutuhkan pekerja wanita kecuali wanita yang bisa bela diri.


Ada beberapa yang memiliki fisik kuat tetapi tidak bisa berkelahi. Suah menerima mereka karena itu akan dibutuhkan suatu hari nanti. Ada seorang yang menarik perhatian suah yaitu pendaftar terakhir Jung Sungchan, dia masih mengenakan seragam sepertinya masih sekolah dan saat di cek Jung Sungchan seumuran dengan kami tapi dia dari SMA yang berbeda.


Jung Sungchan sangat tinggi bahkan bila di bandingkan Jisung dan Sungchan mereka hampir sepantaran.


Dia juga bisa bela diri terlebih lagi dia bisa mengendarai mobil atau motor karena dia seorang kurir pekerja paruh waktu.


Penyeleksian telah berakhir ada 10-15 orang yang di terima salah satunya Sungchan. Semua pendaftar di pulangkan karena besok mereka akan mulai masuk kerja. Suah menitipkan pesan kepada para pendaftar untuk tetap bekerja di pekerjaan semula terlebih dahulu karna mereka akan di latih dahulu baru di pekerjakan.


Suah belum bilang apa pekerjaan yang akan di kerjakan kepada para pendaftar. Haechan mengajak yang lainnya pergi untuk merayakan selesainya pekerjaan pertama mereka. Tetapi suah tidak ikut karena harus pergi menemui ayahnya.


Suah pergi menemui ayahnya karena ada hal yang memberatkannya.


"Ada apa, apa kabarmu baik?" Ucap ayah


"Kabarku baik ayah, terimakasih telah memberiku monsion dan menempatkan bibi Kim di sana" jawab suah

__ADS_1


"Bagus kalau begitu, lalu ada apa kau kemari? Bagaimana dengan organisasimu?" Tanya ayah sekali lagi


"Semua berjalan baik karena aku memiliki satu anggota tambahan, tapi aku membutuhkan uang untuk biayanya" ungkap suah


"Kau berniat untuk apa?" Tanya Ayah


"Sebenarnya aku membuat organisasi untuk membuka kasus ibu" jawab suah


"Aku tau itu" ungkap ayah


"Makanya ayah memberikan izin kepadamu untuk membentuk organisasi, ayah juga ingin tahu siapa orang yang membunuh ibumu" lanjut ayah


"Baiklah aku akan bekerja keras" ucap suah


"Baik aku terima syarat itu" jawab suah


"Lalu bagaimana dengan biaya nya?" lanjut suah


"Ayah akan membuka kembali kartu kredit mu" jawab ayah


"Terimakasih ayah" ucap suah sambil memeluk ayahnya


"Sama-sama" jawab ayah


"Aku akan segera pergi" ucap suah

__ADS_1


"Cepat sekali ayah masih ingin melihat putri ayah yang cantik ini" ayah kecewa


"Tidak apa-apa ayah aku akan sering kesini untuk melihat ciho lalu bertemu dengan ayah" jawab suah


"Baiklah, hati-hati dijalan jangan sampai lecet" ucap ayah


"Iya ayah" jawab suah sembari melangkah keluar


Saat berada di luar terdengar suara lonceng yang mendekat. Ciho tiba-tiba melompat ke atas suah yang membuat suah jatuh. Ciho langsung menyundul-nyundul kepalanya ke tubuh suah.


"Hei kucing besarku yang manis aku merindukanmu tetapi ada hal yang harus ku lakukan" suah bangkit dari jatuhnya lalu berjongkok


"Akhir pekan nanti aku akan kemari dan bermain dengan mu" ucap suah


"Rawr" suara ciho yang terus menjilati suah


"Maaf ya, aku akan mengantarmu ke kandangmu" suah pergi ke kandang ciho lalu di ikuti ciho.


Suah memasukan ciho ke kandangnya


"Sampai jumpa kucing besarku yang manis" suah melambaikan tangannya


"Rawr" ciho menempel kan tangannya di dinding kaca berharap dibawa oleh suah.


Suah pergi meninggalkan ciho dan rumah lalu kembali ke monsion untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2