
#14
"Anu..nona silahkan anda sarapan dulu, aku sudah memasaknya" ucap qiaofeng
"Apa ini masakanmu?" Tanya suah
"Iya nona" jawab qiaofeng
Suah mencoba masakan buatan qiaofeng. Tiba-tiba suah mendadak diam tak berkutik.
"Nona ada apa, apa masakanku tidak enak ya, apa aku harus menggantinya" ucap qiaofeng bertele-tele
"Enak" itu ucapan singkat suah yang membuat qiaofeng tenang dan tidak panik lagi. Lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba suah meneteskan air mata yang membuat qiaofeng panik lagi.
"Nona kenapa? Apa sangking tidak enaknya sampai membuat nona menangis ingin memuntahkannya" ucap qiaofeng
"Hei, Qiaofeng apa aku bisa minta resep ini!?" Tanya suah
"Tentu saja kenapa tidak" jawab qiaofeng
Dari luar terdengar seseorang masuk lagi. Ternyata itu adalah winwin yang baru saja pulang dari universitas. Winwin sengaja berangkat pagi sekali untuk menyelesaikan tugasnya dan untuk membagi waktu bersama suah.
"Aku pulang" ucap winwin
"Loh suah kenapa nangis?" Tanya winwin
"Eh ini mungkin karena masakanku tidak enak sampai membuat adik tuan ingin memuntahkannya" ucap qiaofeng ragu
"Ibu" ucap suah
__ADS_1
Satu kata itu sudah membuat winwin mengerti
"Udah jangan nangis kakak tau kok rasanya, mending kita pergi keluar" ucap winwin
Suah mengikuti ajakan winwin untuk menghilangkan ibu dari pikirannya.
"Qiaofeng kamu lanjut kerja aja, jangan lama-lama nanti kamu kesiangan" ucap winwin
"Iya tuan" ucap qiaofen
"Dilihat bagaimana pun winwin itu pria yang baik, lihat saja caranya menenangkan adiknya, aaaaa so sweet" batin qiaofeng
"Mau pergi kemana?" Tanya suah
"Aeh baru mau nanya?" Tanya winwin balik
"Ih beneran deh" ucap suah kesal
"Trus bagaimana dengan kuliah kakak?" Tanya suah
"Banyak tanya ya!" Ucap winwin
"Hehe" suah hanya tersenyum
"Kita mau ke mall beli baju buat kamu jangan pake punya kakak terus" ucap winwin
"Baru juga sekali" ucap suah
Kemana baju kemarin yang winwin belikan? Baju itu tidak suah pakai karena berupa rok yang kebesaran. Dia sama sekali tidak tau jika adiknya itu kecil. Yang winwin ingat suah yang berpipi chubby karena banyak makan. Hanya pipi chubby tidak semua ndut!.
__ADS_1
Sampai di mall winwin menyuruh suah untuk memilih baju. Dengan senang hati suah memilih-milih karena winwin yang bayar. Telah berjam-jam suah dan winwin berkeliling mall, mereka pun memutuskan untuk istirahat mencari tempat makan.
Hari ini waktu terasa begitu singkat, suah dan winwin sudah banyak berkeliling kota menikmati indahnya ibu kota. Seperti bermain di taman, mall tempat main, dan taman hiburan.
Akhir dari hari ini adalah saat suah dan winwin pergi ke pantai untuk menikmati sunset.
Setelah menikmati sunset, mereka berdua pergi ke restoran untuk makan. Setelah memesan suah teringat sesuatu.
"Oh iya kak!.." ucap suah langsung terpotong karena winwin
"Udah jangan mikirin ibu terus, nanti dia gak akan tenang karena ngekhawatirin kamu" ucap winwin
"Ih apa si, siapa juga yang mikirin ibu" ucap suah
"Trus mau ngomong apa?" Tanya winwin
"Cuma mau nanya, tadi pembantu itu kok bisa bikin masakan semirip ibu?" Tanya balik suah
"Kan ada resepnya, dia pasti belajar lah" jawab winwin
"Iiih bukan gitu.! Aku juga tau resep itu" sebal suah
"Iya kakak ngerti kok, makanya tadi kakak bilang ilangin pikiran tentang ibu" ucap winwin
"Dulu juga kakak gitu, makanya kebetulan dia lagi butuh uang buat biaya kuliah, jadi kakak nawarin dia kerja di apartemennya kakak cuma buatin kakak masak aja, tapi dia malah ngerjadi kerjaan rumah lainnya" ucap winwin berterus terang
"Oooh" ucap suah
"Terus pembantu yang satu lagi?" Tanya suah
__ADS_1
"Ah kalo itu kakak gak tau dia bilang ingin jadi pembantu pribadi kakak cuma dia jarang kerja, yang kakak liat kerjanya cuma nyuruh-nyuruh qiaofeng doang" jawab winwin