Pembalasan Dendam Suah

Pembalasan Dendam Suah
Chapter 06


__ADS_3

#6


Suah berbaring di kasurnya sambil memikirkan orang yang bernama Jung Sungchan. Sementara Renjun dan yang lainnya pergi makan-makan. Suah tertarik kepada Sungchan sama saat tertarik kepada haechan. Meskipun haechan sangat berisik tapi justru itu yang diperlukan karena kami berempat (renjun,jisung,jaemin,dan suah) tidak akan bisa membuat lelucon.


Suah memikirkan seperti apa sosok Sungchan. Mungkin karena bertemu hanya saat pendaftaran dan penyeleksian suah tidak tahu karakter Sungchan, apakah dia orang yang seperti haechan yang berbicara apa saja, atau seperti Renjun yang emosian. Suah memikirkan itu hingga terlelap.


Besok paginya suah izin tidak masuk sekolah karena akan memberi arahan kepada para pekerja. Suah menjelaskan kalau perkejaan ini tidak mudah. Tetapi dengan bayaran yang sangat tinggi tergantung resiko. Saat suah menjelaskan, mata suah tidak bisa diam dan terus mencari-cari orang yang bernama Sungchan itu.


Sepertinya dia tidak datang karena sedang sekolah. Suah memaklumi itu karena suah sengaja bolos hanya


untuk menerangkan. Suah menjelaskan jika pekerjaan nya itu hampir mirip dengan mata-mata/ detektif. Tujuan dari pekerjaan ini adalah mencari informasi. Termasuk mencari informasi tentang siapa orang yang membunuh ibunya.


Setelah selesai suah pergi ke ruangannya untuk membuat website untuk organisasi lalu membuat kartu pekerja. Di luar sana terlihat Sungchan yang berlari ke arah ruangan suah.


"Tok..tok..tok permisi" Sungchan mengetuk pintu


"Masuklah" ucap suah


Mendengar itu Sungchan lalu masuk ke ruangan suah


"Maaf saya terlambat, apa saya akan dipecat?" Tanya suah


"Tidak apa, aku memaklumimu. Kau harus sekolah kan, sekolah lebih penting " jawab suah


"Aku tidak akan memecat mu karena hal itu, lagi pula jika kerja mu bagus aku tidak akan melepaskan mu"lanjut suah

__ADS_1


"Terimakasih banyak" ucap Sungchan


Suah hanya memberi tahu kepada Sungchan untuk tidak keluar dari kerja sampingan nya.


Besoknya suah pergi sekolah seperti biasa. Suah ternyata masuk dalam list siswa/siswi yang akan ikut tanding basket dengan sekolah lain.


"Haaa, kok dimasukin sih" ucap suah sambil menatap papan pengumuman


"Aku tuh sibuk belom bikin identias palsu, trus harus belajar komputer lagi,belom ini belom itu, duh kalo aku ikut basket pasti cape" batin suah


Suah yang masih berdiri di depan papan pengumuman di kejutkan oleh Renjun yang lewat.


"Woy" teriak Renjun


"jwan jwin jwan jwin Renjun! Nama sebagus itu diapain!?" ujar Renjun kesal


"Oh, Renjun ya, kirain lonjwin" ucap suah


"Heh udah berapa ribu kali ya dibilangin Renjun bukan lonjwin!" renjun mulai ngegas


"Santai dong jangan ngegas!" Suruh suah


"Tarik Nafas - Buang!" Lanjut suah


Renjun hanya mengikutinya

__ADS_1


Secuek-cueknya suah kepada orang lain, dia tidak bisa menyembunyikan sifat aslinya kepada keluarganya. Suah bersikap seperti itu hanya kepada keluarganya, tidak terkecuali renjun. Suah dan Renjun sering bertengkar hanya karna hal sepele, tetapi nyatanya mereka saling menyayangi.


"Ngapain disini, gak masuk kelas?" Tanya Renjun


"Njun tolongin yah" pinta suah


"Tolong apaan?" Tanya Renjun sekali lagi


"Tolong bilangin ke pak Kim kalo aku gak akan ikut basket" ucap suah


"Emangnya mau kemana?" Tanya Renjun lagi


"Kamu tau kan, masih banyak yang harus di urus" ucap suah


"Oke kalau itu bisa, tapi kalau gak bisa kamu harus tetap ikut basket!" Suruh Renjun


"Sip, Renjun baik deh" suah tersenyum


"Bayarannya apaan?" Tanya Renjun membuat senyum suah menghilang


"Ga, gak ada" jawab suah


"Masa nyuruh orang tapi gak di bayar" ucap Renjun


"Ga, gak jadi" ucap suah sambil melangkah menuju kelasnya meninggalkan Renjun

__ADS_1


__ADS_2