Pembully Itu Pacarku

Pembully Itu Pacarku
Bab11. bertemu?


__ADS_3

"tapi kamu gak culun kok" ucap yoonji meyakinkan Minho agar tidak murung


"Syukurlah aku tidak culun, sebenernya aku mau pindah sekolah, tapi orang tuaku gak setuju" ucap Minho sembari tersenyum


"Walaupun kamu gak di bolehin pindah tapi kamu harus berani sama orang yang udah berani sama kamu" ucap yoonji sembari tersenyum dan mengacak rambut Minho gemas


"Aku sudah sampai, kamu turun dimana?" Tanya yoonji sembari menekan tombol yang ada di dekat jendela


"Aku di halte selanjutnya" ucap Minho


"Eumm kalau begitu aku duluan, dahh" ucap yoonji sembari beranjak dan turun dari bus


"Hati-hati di jalan" ucap Minho sembari melambaikan tangan nya


Bus pun berangkat dan yoonji pun menyebrang jalan untuk pergi ke sungai han yang mulai terlihat


"Kenapa dia ingin bertemu" gumam yoonji sembari menghentak-hentakkan kakinya


"Woyyy sini" teriak seseorang sembari melambai-lambai kan tangannya


Yoonji yang mendengar teriakannya dia melihat kearah orang itu sembari menyipitkan matanya


"Dia haru" ucap yoonji sembari menunjuk haru yang berada di tepi sungai


"Ada apa?" Tanya yoonji yang sudah berada di belakang haru


"Gue cuman bosen aja" ucap haru tanpa melirik yoonji


"Kenapa tidak ajak temen kamu aja" ucap yoonji yang ikut duduk di samping haru


"Mereka sibuk" ucap haru dengan nada ketusnya


"Katanya kamu banyak teman, tapi kenapa harus aku?" Tanya yoonji


"Gue bilang mereka semua sibuk, lagian Lo juga temen gue kan, temen sekolah" ucap haru


"Huhhh baiklah, kamu mau aku duduk saja begini?, Tanpa melakukan apapun?" Tanya yoonji sembari memonyongkan bibirnya


"Arrrgh kenapa dia sangat imut" gumam haru yang masih dapat di dengar oleh yoonji


"Apa?" Tanya yoonji yang mendengar gumaman haru


"Apa?, Kenapa?, Aku berbicara apa?" Tanya haru dengan terbata-bata


"Wahhh, kamu bilang "aku"?" Tanya Yoonji


"Sudahlah, lu mau ikut gue gak?" Tanya haru yang beranjak dari duduknya


"Kemana?"tanya yoonji


"Ikut aja, Lo bakal tau" ucap haru yang berjalan mendahului yoonji


"Tunggu" ucap haru yang tiba-tiba diam di tempat


DUGH


"Awwss, sedang apa? Kenapa diam?" Tanya yoonji yang tidak sengaja menabrak punggung haru


"Lo mau gak jadi..." Ucap haru menggantung bicara nya


"Apa babu?" Tanya yoonji ketus


"Yahhh ituhhh, Lo mau kan" ucap haru


"Gak!" Tolak yoonji

__ADS_1


"Gue bayar kok, kan Lo gak kerja selama berapa bulan ya lupa, eumm pokoknya itulah, jadi Lo gak punya uang, gimana kalo Lo jadi babu gue aja dan Lo di bayar gimana?" Tawar haru


"Gak" tolak yoonji


"Haishhh ayolah,Lo cuma harus turutin semua perkataan gue" ucap haru sembari memohon


Karena yoonji yang melihat wajah memohon haru, jujur yoonji belum pernah melihat pria seperti haru memohon yoonji pun menghela nafasnya dan mengangguk sembari tersenyum dan menutup matanya


"Lo mau?, Beneran Lo mau?" Tanya haru yang di balas anggukan oleh yoonji


"Yess gue berhasil" batin haru


"Aku gak butuh uang kamu, tapi..aku butuh kamu berubah" ucap yoonji


"Berubah?" Tanya haru sembari mengerutkan keningnya


"Ya, kamu kan siswa populer dan banyak siswi yang menginginkan kamu, tapi kamu selalu mem-bully murid baru atau murid yang memakai kacamata...." Belum sempat yoonji meneruskan perkataannya haru pun menyelip perkataan nya


"Cupu?" Tanya haru


"Yahhh, aku tahu kamu mau menjadikan aku babu karena kamu mau main-main, jadi sebagai gantinya kamu gak boleh bully murid-murid yang lemah" ucap yoonji sembari tersenyum


"Lo tau?" Tanya haru


"Tentu saja, muka kamu sangat menjelaskan" ucap yoonji


"Eumm baiklah, gue gak akan bully murid yang cupu, dan gue gak akan buat Lo di ejek, tapi Lo cukup jadi babu gue aja, dan buktiin kalo gue menang" ucap haru


"Gak tau, sekarang mau kemana?" Tanya yoonji yang mengalihkan pembicaraan


"Kita ke cafe?, Atau tempat makan?" Tanya haru


"Eummm kayaknya kita disini aja" ucap yoonji


"Wahhh beneran?, Yaudah ayokk" ucap yoonji yang semangat sembari berlari dengan tangan mengepal ke depan (seperti Batman yang terbang? Atau apa lah)


"Yakk tunggu gue" teriak haru yang tertawa melihat tingkah yoonji


Setelah berlari-lari mencari tempat makan, akhirnya merekapun menemukan tempat makan yang menurut yoonji makanan di sana sangat murah, walaupun haru tidak mau makan di sana tapi yoonji memaksanya agar hemat


"Ayo duduk di sana" ucap yoonji sembari menarik tangan haru


"Lu yakin mau makan di sini?" Tanya haru


"Mau pesan apa?" Tanya pelayan


"Tteokbboki, satu porsi" ucap yoonji sembari menunjukkan jari telunjuk nya


"Minuman?" Tanya pelayan


"Teh manis saja" ucap yoonji


"Yakk, gue gak mau minum teh manis, gue mau yang berkelas" bisik haru


"Udah jangan komplen" bisik balik yoonji


"Baiklah silahkan ditunggu" ucap pelayan yang melenggang pergi


"Kenapa lu beli makanan nya cuman satu porsi?" Tanya haru


"Biar irit, makannya beli satu porsi untuk berdua" ucap yoonji sembari tersenyum


"Ayolah, pesen yang lebih berkelas dong jangan makanan yang ada di jalanan" ucap haru


"Ck kamu harus diam dan rasakan lah makanan jalanan itu" ucap yoonji sembari melototi haru

__ADS_1


"Kan gue cuman ngomong" ucap haru cemberut


"Ini pesanan anda, silahkan di nikmati" ucap pelayan yang baru datang sembari meletakan satu panci kecil berisi tteokbboki dan dua teh manis


"Terimakasih" ucap yoonji sembari menunduk hormat dan di balas tundukkan oleh pelayan itu


"Ayo makan" ucap yoonji yang aneh melihat haru tidak makan dan melihat haru yang menatap segan kearah panci kecil itu


"Apakah kamu gak mau makan karena jijik makan berdua denganku, kalau begitu yaudah kamu pesan lagi aja" ucap yoonji yang berpikir kalau haru tidak mau makan karena jijik


"Bukannya gue jijik, tapi gue takut makanan ini menyakiti lambung gue" ucap haru sembari mengusap perutnya


"Coba dulu Napa" ucap yoonji sembari memutar bola matanya malas


Dengan segan haru menyumpitkan satu tteokbboki dan memakannya dengan hati-hati yoonji melihat ekspresi wajah haru yang terlihat seperti menikmati tteokbboki nya terlihat bernafas lega


"Bagaimana?" Tanya yoonji sembari memakan tteokbboki nya


"Biasa saja" ucap haru dingin


Yoonji menyipitkan matanya kearah haru, haru yang melihat tatapan yoonji, dia membalas tatapan itu dengan tatapan andalannya yaitu tajam


"Jangan so kenal, kita gak akrab" ucap haru yang dengan lahap menyantap tteokbboki nya


"Baiklah kita tidak saling mengenal, anggap saja kita baru bertemu" ucap yoonji yang tersenyum melihat haru makan dengan lahap


Setelah beberapa menit akhirnya makanan


"Gue bayar dulu" ucap haru yang langsung pergi menuju tempat menggesek kartu


Setelah selesai merekapun keluar dari tempat makan itu


"Gue bawa motor, Lo mau ikut gue gk, kayaknya bentar lagi hujan" ucap haru


"Yaudah aku ikut aja, dari pada basah kuyup" ucap Yoonji sembari mengikuti langkah kakinya haru


Akhirnya merekapun sampai di tempat parkir motor haru, haru pun menyalakan motor nya dan mengajak Yoonji untuk naik


"Pake helm nya" ucap haru sembari memberikan helm kebelakang


"Terimakasih" ucap Yoonji sembari memakai helmnya


Haru mulai melajukan motornya, tetapi baru beberapa menit haru menjalankan motornya, tiba-tiba turun hujan


"Haissshhhh kenapa harus hujan" gumam Yoonji


"Lu mau turun gak?" Tanya haru sembari berteriak


"Kalau kamu mau turun, aku ikut" ucap Yoonji berteriak


"Oke kita berteduh" ucap haru sembari memarkirkan motornya di tepi jalan


"Turun" titah haru


Yoonji turun dan langsung memberikan helm kepada haru


"Kenapa lu naik motornya gitu?" Tanya haru


"Gimana?" Tanya Yoonji


"Kan cewek lain kalo naik motor kakinya tuh suka gimana ya, euhhh duduknya itu kayak duduk di kursi" ucap haru yang tidak tahu nama duduknya


"Ouhhh, kan aku pake celana, ngomong-ngomong gak papa kita berteduh disini" ucap Yoonji


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2