Pembully Itu Pacarku

Pembully Itu Pacarku
Bab2 dikunci di gudang


__ADS_3

"iya tidak apa-apa, kakak kan punya anak" ucap yoonji yang mengerti


"Ouh iya ini makanannya" ucap mbak itu tersenyum sambil menyodorkan kantung kresek


"Gamsahabnida eonnie" (terima kasih kak) yoonji balik membalas senyuman mbak itu


Setelah mengatakan itu yoonji kembali untuk mengantarkan makanan kepada Yuna dan temannya


"Ini makanannya" ucap yoonji menunduk sembari menyodorkan kantong kresek yang berisi makanan dan black card yuna


"Oke, Lo pergi sana, ganggu aja" ucap Yuna menarik Kantong kresek dan black card itu dengan kasar dengan melihat dengan sinis nya kepada yoonji


Yoonji yang di perintahkan untuk pergi, dia pun pergi karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi


Dan benar saha ketika dia berjalan di koridor bel masuk berbunyi, yoonji yang mendengar nya langsung berlari ke kelasnya


Dia pun sampai di kelasnya dan langsung duduk di bangkunya dekat jendela, keadaan kelas sangat ramai dan berisik, tetapi yoonji tidak peduli dengan orang-orang yang berisik, dia hanya pokus kepada buku yang di bacanya


Beberapa menit kemudian tiba-tiba kelas menjadi sunyi tidak ada yang berbicara ataupun tertawa, datanglah seorang pria ber kacamata ya dia gurunya


"Hallo, selamat pagi semuanya" ucap pak guru dengan melambaikan tangannya dan tersenyum


"Pagi juga" jawab murid-murid dengan serempak


"Baiklah sekarang kita mulai pelajaran nya" ucap pak guru


Mereka mencatat materi pelajaran nya, pelajaran berlangsung dengan lancar tidak ada gangguan apapun


Pelajaran pertama pun selesai dan pak guru pun pergi dari kelasnya, murid-murid yang mendengar bel istirahat berbunyi mereka berhamburan keluar kelas, ada yang ke kantin, ada yang duduk di taman dan ada juga yang pergi ke perpustakaan


Termasuk yoonji, yoonji pergi ke perpustakaan untuk membaca buku yang sempat ia tinggal karena hari libur sekolah

__ADS_1


Sesampainya disana yoonji mencari buku yang akan di bacanya, setelah dia menemukan buku itu, dia pun duduk di dekat rak buku di pojok


BRAKK!!


Suara ngebrakan meja yang di tempati yoonji dari tangan Yuna mampu mengagetkan semua orang yang ada di sana


Semua orang disana hanya bisa diam karena tidak berani dengan Yuna, bahkan ketua kelas yang ada di sana pun takut kepada Yuna, karena mereka percaya bahwa sekolah ini punya papanya, tetapi sebenarnya bukan!


"Heh lu kenapa gak ke belakang sekolah anj***" ucap Yuna marah dengan kasar menarik rambut yoonji, yoonji yang dapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam dan meringis


"Aahhhhk sakit tolong lepaskan" ucap yoonji yang mengerutkan wajahnya tampak kesakitan


"Gue nanya, Lo kenapa gak ke belakang sekolah any***" jawab Yuna yang semakin menarik rambut yoonji


"Arrrrrgggghhhhh lepaskan aku" ucap yoonji sedikit berteriak


"Apa! Lu berani neriaki gue" ucap Yuna yang tak terima dirinya di teriaki


"Tapi ini sakit, kau juga harus merasakan nya" ucap yoonji berani meninggikan suaranya karena dirinya di Jambak kuat oleh yuna


Setelah Yuna menarik rambut yoonji, mereka pun sampai di gudang dekat tangga sekolah, Yuna membuka pintu gudang lalu dia mendorong punggung yoonji dengan kuat, sehingga yoonji tersungkur dan masuk ke dalam gudang


"Semoga Lo suka di tempat kotor ini, dasar hewan" ucap Yuna penuh penekanan


Setelah Yuna mengatakan itu dia langsung membanting pintu gudang dan menguncinya dari luar


Yoonji yang sedari tadi menangis dia langsung berdiri dan berusaha membuka pintu gudang itu


"Buka, Yuna ku mohon buka pintunya" teriak yoonji sembari mengetuk-ngetuk pintunya


"Lu harus menerima nya yoonji, karena lu itu hanya boneka yang harus ngikutin yang gue perintah" teriak Yuna dari luar dengan tersenyum penuh kemenangan melempar-lemparkan kunci gudang ke atas

__ADS_1


KRING...KRING...KRING


"Upss, mianhe yoonji-aaa" (ups maaf yoonji) teriak Yeri yang mendengar bel masuk berbunyi


"Yakk, lepaskan aku, bel sudah berbunyi aku harus keluar" teriak yoonji sembari terisak dan mengetuk-ngetuk pintu


"Maaf yoonji, tapi aku tidak bisa, karena bel sudah berbunyi jadi kita pergi ya, selamat diam di sana sambil menangis" teriak Eun-jung sembari tertawa keras


"Yakkk buka" teriak yoonji sembari menangis kencang dan melemparkan batu ke pintu gudang


Setelah dirasa Yuna dan teman-temannya sudah tidak ada, yoonji hanya bisa pasrah dengan takdir nya yang sedang terjadi


Yoonji membalikkan badannya yang tadinya menghadap pintu sekarang menjadi membelakangi pintu, dia menyender ke pintu lalu mendudukkan badannya ke lantai


Dia menangis sejadi-jadinya, posisi yoonji mendekatkan pahanya dengan dada dan menaruh kedua lengannya yang menyilang di lutut, lalu menenggelamkan kepalanya, bahunya bergetar karena isakannya


"Beginilah jika kalian miskin, hidup miskin adalah hidup yang selalu di sakiti" ucap yoonji dengan isakannya


Beberapa menit kemudian yoonji sudah tidak menangis lagi, dia pun duduk sila dan melihat sekitarnya yang gelap, dia kembali memeluk badannya karena dia takut akan gelap


"Handphone, handphone ku dimana" gumam yoonji sembari meraba bajunya


"Ahhhk aku lupa, handphone ku tertinggal di dalam tas" ucap yoonji yang sadar handphone nya ada di dalam tas jadi dia tidak bisa menghubungi atau menyalakan senter handphone nya


Pak satpam yang ada di luar mendengar perkataan yoonji, dia pun menempelkan telinganya di pintu gudang dan terdengar suara yoonji yang sedari tadi bergumam


"Permisi apakah ada orang di dalam?" Tanya pak satpam agak berteriak


"Pak, bapak tolong saya pak" teriak yoonji dengan mengetuk-ngetuk pintu


"Baiklah apakah kamu tahu di mana kuncinya" ucap pak satpam

__ADS_1


"Aku tidak tahu dimana yang pasti kunci itu ada di tangan Yuna" jawab yoonji yang masih sedikit terisak


BERSAMBUNG.....


__ADS_2