Pembully Itu Pacarku

Pembully Itu Pacarku
Bab13. bersama min ki


__ADS_3

"aku baru mau masuk ke kamar pasien" ucap Yoonji


"mau jalan-jalan gak" ajak Min Ki


"boleh tuh, kemana?" tanya Yoonji


"ke taman rumah sakit" ucap min Ki yang berlari ke luar


"Min Ki tunggu" ucap Yoonji sedikit berteriak sembari berlari menyusul min Ki


sesampainya Yoonji di taman, dia melihat min Ki yang membelakangi nya, Yoonji mengatur nafasnya yang memburu lalu dia pun menghampiri min ki


"apakah kamu sedang menyiksaku?" tanya Yoonji yang masih mengatur nafasnya


"tidak hehe" ucap min ki yang cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"ouh iya, kenapa kamu ada di rumah sakit?" tanya Yoonji


"eumm aku punya kakak dan kakak aku di rawat disini karena kecelakaan" ucap min ki sembari melihat langit yang penuh dengan bintang


"kalo kamu disini ngapain?" tanya min ki yang masih menatap langit


"tadi aku baru pulang jalan-jalan sama haru, dan pas pulang nenek masih baik-baik saja bahkan dia menyuruhku untuk makan, dan pas aku udah mandi dan ganti baju aku melihat nenek yang udah pingsan di bawah meja makan" ucap Yoonji panjang lebar sembari menghela nafasnya


"ouh, tunggu kamu jalan-jalan sama haru?" tanya min ki yang menyadari Yoonji menyebutkan nama temannya di ceritanya


"iya, awalnya aku pikir siapa yang mengirimkan pesan ke ponsel ku dan pas aku tanya ini siapa dia jawab masa lu gak kenal, ini gue haru, gitu katanya" ucap Yoonji


"kalian jalan-jalan kemana?" tanya min ki yang penasaran


"dia mengajakku ke sungai han, biar aku jelaskan yang selanjutnya, pas kita udah ketemuan di sungai Han, dia tiba-tiba jadi baik, aku gak tau kenapa, dan aku baru Ingat obrolan kalian di sekolah, dan aku tanya sama dia kalian akan menjadikan aku sebagai babu kalian, dan dia mengangguk" ucap Yoonji panjang lebar


"apapun yang terjadi, jangan mau di jadiin babu sama haru" ucap min Ki


"kenapa, aku udah sepakat dan sebagai imbalan aku mau dia ngebully orang yang lemah gitu" ucap Yoonji yang sedari tadi memakan tteokbboki yang sudah dingin karena dari tadi


"ahhh, kenapa kamu baik banget, tapi walaupun kamu di jadiin babu sama dia, aku akan perhatikan kamu" ucap min ki tersenyum melihat kearah Yoonji


"haha kenapa aku merasa di lindungi ya" ucap Yoonji


hening sejenak, min ki melihat kearah Yoonji dan tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya pada Yoonji Yoonji yang melihat min Ki dari dekat jantung nya terus berdetak kencang, min Ki terus mendekat ke arah Yoonji hingga deru nafas min ki terasa oleh Yoonji

__ADS_1


Yoonji menutup matanya dan berkata dalam hati


"kenapa dia begitu, apakah dia akan menciumku, ahk itu tidak mungkin" batin Yoonji


Yoonji pun merasakan tangan berada di sudut bibirnya, Yoonji pun membuka matanya dan melihat min ki mengusap sudut bibir Yoonji


"kenapa?" tanya min ki yang melihat Yoonji memandang nya sembari kembali menjauhkan wajahnya


"ahk ti-tidak apa-apa" ucap Yoonji sembari tertawa garing


"tadi ada saus di bibirmu, hah apakah kamu pikir aku akan mencium mu?" tanya min ki yang awalnya ber ekspresi biasa saja menjadi ber ekspresi terkejut


"hei siapa bilang" ucap Yoonji yang terlihat malu


"haha apa aku bilang ihk kamu punya pikiran yang kotor Yoonji" ucap min ki sembari menoel dagu Yoonji


"apasih, siapa juga yang punya pikiran kotor" ucap Yoonji


"pipimu merah" ucap min ki sembari tersenyum menggoda


"ini, eumm, karena tadi sebelum ke sini aku pake blush-on, udah lah aku mau ke dalam, disini dingin, mana udah malem lagi" ucap Yoonji yang memegang pipinya sembari beranjak dari duduknya lalu melenggang masuk ke dalam min ki yang melihatnya hanya menggeleng geleng kepala nya


"huhhhh, kenapa aku jadi kepikiran dia mau gitu ya ihhh" gumam Yoonji sembari membuka pintu kamar


"selamat malam nek" ucap Yoonji yang langsung terlelap dalam tidur nya


keesokan harinya Yoonji terbangun dari tidurnya, dia melihat jam di handphone nya dan membuka kode handphone nya


"kenapa areum menelpon" gumam Yoonji yang melihat nama areum tertera di layar handphone nya


Yoonji yang penasaran menelpon balik areum, dan beberapa detik, akhirnya areum mengangkat telepon nya


📞CALL ON 📞


{Hallo ada apa yoon?} tanya areum dari sebrang sana


{seharusnya aku yang nanya, kamu kenapa nelpon kemarin?} tanya balik Yoonji


{kemarin ya, kemarin aku cuman iseng aja, soalnya kamu sering gak aktif} ucap areum


{kenapa? kangen ya..} ucap Yoonji dengan nada bicara yang seperti sedang menggoda

__ADS_1


{idih, kamu sekolah kan, berangkat sana, nanti kalo kamu gak sibuk kita ketemu gimana} ajak areum


{yaudah terserah nanti aja, aku tutup telponnya} ucap Yoonji yang membuka ponselnya dan memencet tombol bergambar telpon di bawah


📞CALL OF 📞


"tapi masa aku keluar pake piyama gini" ucap Yoonji yang memikirkan bagaimana caranya pulang


"tapi kan ini masih pagi banget, gak papa mungkin" ucap Yoonji yang Bagun dari sofa itu menuju keluar kamar


Yoonji celingak-celinguk dengan badan membungkuk ketika dia melihat ke arah kanan dia kaget karena ada min ki yang juga membungkuk sembari celingak-celinguk


"heh, kenapa?" tanya Yoonji yang kaget


"kamu kenapa kaya orang yang takut ketahuan nyuri barang" ucap min ki yang kembali menegakkan badannya


"aku cuma mau tahu aja, by the way kamu mau ke sekolah kok masih disini" ucap Yoonji yang melihat min ki sudah memakai seragam sekolah dan tas yang di gendong nya


"ya ini juga mau berangkat, kenapa kamu masih disini, gak sekolah?" tanya min Ki


"ini juga mau pulang dulu, tapi Malu sama orang-orang yang ada di jalanan" ucap Yoonji yang menggigit bibir bawahnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"aku Anter yok, lagian ini juga masih pagi banget gak ada sinar matahari" ucap min ki sembari menarik tangan Yoonji


"Makasih, maaf ngerepotin" ucap Yoonji yang tampak pasrah di bawa min ki menuju mobilnya


Yoonji dan min ki pun masuk ke dalam mobil dan min ki mulai menjalankan mobilnya pelan, beberapa menit kemudian akhirnya merekapun Sampai di gang dekat rumah Yoonji


Yoonji keluar dari mobil min ki dan mengucapkan terimakasih kepada min ki


"nanti mau ikut lagi gak?, kalo kamu ikut aku lagi pake mobil aku bakal tunggu kamu" ucap min ki sembari memutar alat pembuka jendela mobil


"gak deh, aku naik bus aja" ucap Yoonji yang di balas anggukan oleh min Ki


"kalo gitu aku pergi dulu ya" pamit min Ki


"hati-hati" teriak Yoonji sembari melihat mobil min Ki yang mulai menghilang


Yoonji pun masuk gang dan langsung membuka pintu rumahnya ketika dia sampai, Yoonji pun masuk ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi dia pun berjalan menuju lemari kecil yang berisi baju-bajunya


setelah selesai dia pun menggendong tas berwarna biru dan keluar untuk memakai sepatunya

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2