Pembully Itu Pacarku

Pembully Itu Pacarku
Bab16. mengurung tapi tidak berpikir


__ADS_3

Yoonji menghela nafas panjang sembari terus berjalan di koridor


sesampainya Yoonji di pintu ruangan dia pun mengetuk pintu dan langsung masuk ketika dia mendapatkan jawaban dari guru yang ada di dalam


"Yoonji, apakah benar kamu menampar Yuna?" tanya guru BK


Yoonji melihat kearah Yuna yang terlihat pura-pura menangis dan di tenangkan oleh Eun-jung dan Yeri


"eumm iya pak, saya menampar Yuna, tapi saya hanya membalas saja, karena dia juga sudah keterlaluan kepada saya dan teman-teman saya" ucap Yoonji jujur


"dan apakah kamu mendorong nya ke kolam ikan?" tanya guru BK


"tidak pak, saya hanya menamparnya saja" ucap Yoonji yang sudah tau jika Yuna akan memfitnah nya lagi


"bohong pak, jelas-jelas saya di dorong dan teman-teman saya juga menyaksikan" teriak Yuna yang tidak terima Yoonji tidak mengaku


"iya Yuna saya percaya sama kamu, udah kamu diam saja biar saya yang urus" ucap pak guru BK yang beralih menatap tajam Yoonji


"kamu harus di hukum, kamu tahu Yuna siapa?" tanya kasar pak BK


"tapi pak saya gak ngedorong dia, kalo bapak gak percaya bapak bisa lihat CCTV saja" ucap Yoonji yang hampir marah


"pokoknya kamu saya hukum karena kamu sudah mem-bully Yuna" ucap pak bk


"tapi kenapa bapak hukum saya cuman karena saya nampar Yuna?, saya aja yang sering di bully bahkan lebih parah dari dia di tampar bapak gak hukum dia" ucap Yoonji yang tidak terima


pak BK pun bungkam dengan omongan Yoonji, karena dia tidak mau memperlihatkan kebungkamannya, dia berpikir


"pokoknya kamu harus saya hukum, kamu tahu kan sekolah ini punya siapa?" tanya kasar pak BK


"punya mamahnya haru pak" jawab santai Yoonji sembari menyelipkan anak rambutnya kebelakang


"tapi tetap saja, Yuna berdarah, dan bajunya basah kuyup" sentak pak BK

__ADS_1


"saya memang di bully sama mereka tapi saya gak berdarah pak, tapi saya sakit hati, mungkin bapak juga pernah merasakan, sakit berdarah itu bisa di sembuhkan, kalo sakit hati?" tanya Yoonji yang membungkam kembali pak BK


"Saya tetap harus menghukum kamu, karena kamu sudah melukai Yuna" ucap pak bk yang menyembunyikan kebungkamannya


"bilang saja bapak menerima suapan dari Yuna atau mama nya?" tanya Yoonji sembari tersenyum smirk


"diam kamu, ayok sekarang kamu ikut saya!" titah pak BK sembari menarik tangan Yoonji dengan paksa


pak BK berjalan menuju gudang yang berada di belakang sekolah, Yoonji menebak apa yang akan di lakukan pak BK terhadapnya tetapi dia tidak tahu dan hanya menurut saja karena dia sudah mempunyai firasat


"tempat kamu yang selalu melawan itu di sini, sebenarnya saya ingin sekali menyiksa kamu, tapi saya harus menjaga karir saya yang akan segera di angkat menjadi kepala sekolah" ucap pak BK sembari mendorong bahu Yoonji dan langsung mengunci pintu gudang itu


"hah kok bisa di angkat jadi kepala sekolah" gumam Yoonji


Yoonji sudah tidak takut lagi di kunci di gudang, karena dia sudah selalu di kunci di sana, apalagi gudang yang berada di belakang sekolah dia tidak takut sama sekali karena di sana banyak jendela


karena Yoonji takut jika dia di bilang bolos dan tambah di hukum lagi, dia memilih berusaha membuka jendela itu, dan mengambil kursi yang ada di pojok, dia pun menyimpan kursi itu untuk di naikinya lalu dia pun melompat dari jendela itu


"huhhhhh sakit juga" gumam Yoonji sembari memegang kakinya


"bisa-bisanya Lo gak ada di saat kita lagi butuh Lo" ucap haru sembari menyilang kan tangannya di dada


"Yoonji ayok ke kelas" ajak Min ki sembari menarik tangan Yoonji


"wahhhh lihat dia, wahhhh, woyyy lu jangan sok jadi pahlawan dehh" teriak haru yang melihat Yoonji di tarik oleh min ki


"emang ada apa min ki?" tanya Yoonji polos


"mending kamu tolak aja tawaran dia, kalo aada yang bully di sekolah ini bisa di bilangin ke guru kan" ucap min ki


"tapi guru Sekarang hanya percaya kepada orang kaya!" tegas Yoonji


"tidak semua Yoonji, percayalah masih ada yang bisa di percaya, asalkan kamu harus melihat siapa yang bisa di percaya" ucap min ki

__ADS_1


"huhhh tapi aku gak percaya semuanya, semua min ki" ucap Yoonji yang menghela nafasnya


"ahk Yoonji bel masuk udah berbunyi, mau ke kelas, aku antar" tawar min ki


"tidak aku akan ke kelas sendiri saja" ucap Yoonji yang melenggang pergi untuk ke kelasnya


sesampainya di kelas dia duduk di bangkunya sembari melihat keluar jendela dan memikirkan apa yang di katakan oleh min ki tadi


"bener juga ya, disini masih ada yang adil, tapi gimana, apalagi haru itu yang punya sekolah ini, tentu saja dia akan mendapatkan keadilan walaupun tidak adil" gumam Yoonji yang menahan dagunya menggunakan tangan sembari melihat ke luar jendela


"baiklah silahkan duduk di tempat masing-masing" ucap pak Kim yang baru datang dan mengheningkan seisi kelas


"baiklah kalian sudah tidak mengobrol lagi, jadi kita akan mulai dengan pelajaran matematika nya" ucap pak Kim sembari menulis soal di papan tulis


semua murid mencatatnya dan kembali menghadap ke depan ketika pak Kim menyudahi menulis di papan tulisnya


pak Kim pun menjelaskan materi matematika tersebut sembari berjalan memutari kelas itu, dan kembali ke depan lalu duduk di tempat duduknya


"saya akan panggil tiga dari kalian untuk mengisi ke depan, jadi bersiaplah" ucap pak Kim sembari memutar jari telunjuknya untuk mengacak murid yang akan di perintah ke depan olehnya


"baiklah baek-kyung, Naeun, dan Yoonji, silahkan ke depan" ucap pak Kim sembari menunjuk satu persatu muridnya


Yoonji, Naeun dan baek-kyung maju ke depan untuk mengisi jawaban matematika Yanga dan di papan tulis, sebelum mengisi mereka di beri satu-satu spidol


"Yoonji ini gimana gue gak tahu, kan Lo cantik, jadi kasih tau gue jawabannya dong" bisik baek-kyung


"halahhh Lu kalo ada maunya melas sama Yoonji, tapi kalo gak lagi di situasi gini Lo malas bully dia" bisik Naeun yang membuat baek-kyung cekikikan


"kalo kamu mau pintar, isi sama kamu sendiri jangan percaya sama orang lain" ucap Yoonji yang menyimpan kembali spidol bersamaan dengan Naeun lalu Naeun dan Yoonji pun kembali ke bangku masing-masing


kini tinggal baek-kyung yang mengisi jawaban di papan tulis, semua menertawakan nya karena mereka tau kalo baek-kyung itu gak pintar


"sssstttttt, kalian tenang, ayok jawab baek-kyung" titah pak Kim yang tidak melihat jawaban di soal nomor dua yang diisi oleh baek-kyung

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2