
"emangnya kenapa?, Kan kita cuman teduh di bawah pohon besar ini dan di sebelah mini market bukan di dalamnya" ucap haru
"Wahhh hujannya makin deras" gumam Yoonji sembari menyodorkan telapak tangannya ke atas
Yoonji pun kembali berjalan menuju bangku dimana haru yang tadinya duduk diam sembari memainkan ponselnya, kini dia sudah terlelap dalam tidurnya
"Yahh dia tidur, mana dingin banget, haus lagi" ucap Yoonji sembari mengusap kedua lengannya
Yoonji yang haus memutuskan untuk pergi ke mini market yang berada di dekat pohon yang dia tempati untuk berteduh
Yoonji berlari sembari menempelkan sisi telapak tangannya kejidat, setelah sampai Yoonji pun mendorong pintu mini market dan langsung di sambut oleh kasir
Yoonji mulai berkeliling mencari letak lemari pendingin, setelah menemukan lemari pendingin, Yoonji membawa minumannya ke kasir lalu membayar nya, setelah selesai membayar Yoonji pun keluar dari mini market itu
"Ahk akhirnya hujannya reda" ucap Yoonji
Yoonji kembali ke pohon yang tadi lalu membangun kan haru
"Haru....Haru?...Haru" panggil Yoonji pelan
Karena tidak kunjung bangun, akhirnya Yoonji menggoyang lengan haru sangat kasar
Karena tidak kunjung bangun akhirnya Yoonji duduk sebentar sembari membuka penutup kaleng minuman nya
"YAKKKK HARUU!" Teriak Yoonji tepat di telinga haru
"Ha? Apa? Apa? Ada apa?, Apakah aku akan mati?" Ucap haru yang langsung bangun
"Bangunlah, minum ini lalu pulang" ucap Yoonji memutar bola matanya malas sembari memberikan satu minuman kepada haru
"Ahhh mimpi apa gue barusan, hampir aja gue mati huhhh" gumam haru sembari mengikuti Yoonji yang berjalan menuju motor haru
"Lu mau pulang pake taxi?" Tanya haru
"Ahh, baiklah aku akan mencari taxi" ucap Yoonji yang hendak pergi
"Cihh dasar, yakk Yoonji gue cuman bercanda tapi lu nganggap serius, are you ok" ucap haru
"Aku gak berhak, kalo kamu perintah aku akan naik" ucap Yoonji
"Baiklah, kau berhak sekarang" ucap haru
"Dia sangat berbeda" gumam haru
__ADS_1
"Benarkah?" Tanya Yoonji yang di balas angguki oleh haru
Dengan mata berbinar nya Yoonji berlari kecil kearah haru, lalu dia menaiki motor haru yang terlalu tinggi
Karena haru tidak tega melihat Yoonji yang susah menaiki motornya yang tinggi, akhirnya dia mengangkat pinggang Yoonji untuk membantunya menaiki motornya
"Ahhh, terimakasih" ucap Yoonji sembari tersenyum
"Wahhhh, tidak apa, makanya Jan pendek Mulu" ucap haru sembari menyalakan motor nya sedangkan Yoonji memutar bola matanya malas
Sudah hampir satu jam, akhirnya merekapun sampai di dekat gang yang mengarah ke rumah Yoonji
"Stop!" Teriak Yoonji
Motor haru pun berhenti karena Yoonji berteriak, Yoonji pun turun dan langsung memberikan helm kepada haru
"Terimakasih atas tumpangannya, dan hati-hati di jalan" ucap Yoonji yang ingin berbalik dan memasuki gang itu
"Hei, ingat! Mulai besok lu jadi suruhan gue" ucap haru sembari membuka penutup mata di atas helmnya yang menutupi matanya
"Baiklah, tapi ingat juga perjanjian nya, aku akan memperhatikan, hati-hati" ucap Yoonji yang langsung berbalik lalu berjalan menuju rumahnya
"Aku pulang!" Ucap Yoonji sembari membuka pintu rumahnya
"Maaf nek aku gak bilang dulu, aku tadi jalan sama temen, karena nenek gak ada di rumah jadi aku pergi aja, maaf" ucap Yoonji
"Eumm, baiklah, pergilah ke kamarmu, mandi lalu makan" ucap neneknya
"Baiklah nek" ucap Yoonji sembari berlari kecil kearah neneknya lalu mencium pipi neneknya, "aku sayang nenek" tambah Yoonji
"Aishh, dasar anak nakal" ucap neneknya yang melihat Yoonji berlari menuju kamarnya
Yoonji masuk ke dalam kamarnya dia merebahkan tubuhnya sebentar lalu dia pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri
"Huhhh kenapa dingin banget" gumam Yoonji yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan Yoonji pun langsung memakai piyamanya
"Aku harus makan" ucap Yoonji sembari berlari kecil kearah meja makan
"Astaga!" Kaget Yoonji yang melihat neneknya tergeletak di bawah meja makan
"Nek?, Nenek?, Nek bangun!" Ucap Yoonji dengan menghampiri neneknya sembari menepuk-nepuk pipinya
Yoonji yang panik, dia pun membuka ponselnya lalu menelepon ambulans, beberapa menit kemudian akhirnya ambulans pun datang sembari membawa brankar mendekati neneknya dan mengangkat neneknya
__ADS_1
Yoonji mengikuti orang yang membawa neneknya lalu dia pun masuk ke dalam ambulans, ambulans pun pergi menuju rumah sakit
"Apakah nenekmu sering pingsan seperti ini?" Tanya salah satu pria yang juga duduk disana
"Aku pernah melihat nenekku pingsan, aku tidak membawanya ke rumah sakit karena aku tidak mempunyai uang" ucap Yoonji yang melihat neneknya sembari menggenggam tangan neneknya
Beberapa menit kemudian akhirnya ambulans pun sampai di rumah sakit, begitu cepat karena tidak ada yang bisa menghentikan ambulans ketika ambulans sedang membawa pasien
Nenek Yoonji di bawa ke dalam begitupun Yoonji, dia juga turun lalu masuk ke dalam untuk melihat neneknya
"nenek saya kenapa dok?" tanya Yoonji yang penasaran
"silahkan kamu duduk dulu" ucap dokter sembari menunjuk kursi di sebrang nya dengan telapak tangan
"nenek anda, mempunyai Penyakit kardiovaskular (jantung)" ucap dokter
"apakah bisa di sembuhkan?" tanya Yoonji
"kemungkinan besar bisa, kita hanya harus mengoperasi katup jantung" ucap dokter
"tolong operasi nenek saya dok, saya akan bayar beberapa pun" ucap Yoonji memohon
"baiklah saya akan mengoperasinya, tapi saya sedang banyak jadwal operasi, jika saya sudah selesai mengoperasi yang lain, saya akan menjadwalkan Operasi nenek kamu" ucap dokter
"dan nenek kamu harus tinggal di sini sampai selesai operasi, jika nenek kamu ada masalah tinggal panggil saya, saya permisi" ucap dokter yang langsung melenggang pergi
Yoonji membungkukkan badan nya lalu dia pun pergi untuk menemui neneknya di kamar pasien
"nenek, nenek harus kuat ya, aku gak mau sendiri nek" ucap Yoonji sembari menggenggam tangan neneknya yang masih pingsan
"ahk aku lapar" gumam Yoonji sembari mengusap perutnya
"tunggu apakah aku menuju rumah sakit memakai piyama, aishh" gumam Yoonji yang menyadari bahwa dirinya memakai piyama sembari memukul-mukul kepalanya
"sudahlah aku lapar, lebih baik makan daripada harus memperdulikan baju" ucap Yoonji yang keluar dari kamar itu lalu berjalan keluar rumah sakit untuk membeli makanan
Yoonji pun melihat ada yang menjual makanan, lalu dia pun menghampiri pedagang itu dan memesan tteokbboki
Yoonji kembali menuju rumah sakit tetapi ketika dia berjalan hendak ke kamar nenek nya lagi tiba-tiba ada tangan yang menggenggam tangan Yoonji, Yoonji pun berbalik
"euhhh, min Ki ya?" tanya Yoonji
"iya aku min Ki, kamu mau kemana?" tanya balik min Ki
__ADS_1
BERSAMBUNG.......