
Sesampainya yoonji di lapangan, benar saja semua murid sudah berkumpul di lapangan, mereka sudah membuat barisan
"Baiklah apakah semua sudah berkumpul?" Tanya pak Kim
"Sudah pak" jawab semua murid serempak
"Jika sudah kalian boleh berbaris dan buat empat barisan" ucap pak Kim
Murid-murid pun mulai membuat empat barisan, mereka heran karena ada peralatan memanah di bawah kakinya akhirnya di jelaskan oleh pak Kim
"Kalian mungkin heran karena ada peralatan memanah di bawah kalian, pelajaran olahraga sekarang adalah memanah, kalian sudah pernah melakukannya bukan jadi mungkin akan sedikit mudah bagi kalian" tambah pak Kim panjang lebar
"Baiklah yang pertama adalah yoonji, hanni, Yuri, dan Yuna kalian silahkan bawa peralatan memanah kalian masing-masing" titah pak Kim
Yoonji pun membawa alat memanah itu dan langsung memasang anak panah nya lalu yoonji mengangkat tali busur nya selanjutnya diapun menarik string, menarik string harus sampai mengenai hidung sambil mempertahankan posisi tangan yang megang bow atau busur tetap lurus, Kepala juga jangan bergerak
Berikutnya adalah gerakan anchoring. Pada saat full draw, beban ada di titik paling berat tapi masih harus menahan beberapa detik buat proses selanjutnya, tangan agar tidak goyang-goyang ditempelin di anchor point. Supaya anchor point ini bisa diulang terus menerus dengan konsisten
sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah
Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.
Otot punggung tetep terus menarik string, tidak berhenti, tapi dalam kecepatan yang sangat lambat. Lalu lemaskan otot jari yang megang string
Setelah anak panah yoonji, Hanni, dan yuri menancap di bantalan semua murid dan pak Kim bertepuk tangan, semua pun berganti posisi yang sudah memanah kembali ke barisan belakang
"Woyy Yuna cepetan memanah lama banget" teriak salah satu laki-laki yang menunggu giliran
"Iya sabar Napa gue takut" ucap yuna, ya Yuna memang tidak bisa memanah karena setiap kali ada latihan memanah dia selalu bolos
Pak Kim yang mendengar keributan di barisan ke empat dia menghampiri barisan itu
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya pak Kim tegas
"Ini pak Yuna belum memanah jadi saya gak dapet giliran" ucap salah satu siswi
"Ishhh dasar pengadu" gumam Yuna
"Yuna kenapa kamu gak memanah?" Tanya pak Kim melihat tajam kearah Yuna
"Maaf pak saya gak bisa memanah" ucap Yuna menunduk
"Itu karena kamu sering bolos ketika ada latihan memanah jadi kamu gak bakal bisa jika kamu selalu bolos" ucap pak Kim
"Iya pak maafkan saya" lirih Yuna
"Sudah kamu duduk dan lihat semua murid yang memanah dan contoh mereka" titah pak Kim sembari menunjuk salah satu kursi di dekat pohon
__ADS_1
Semua kembali pokus ke memanah mereka dan satu jam berlalu mereka menyudahi memanahnya dan pak Kim menyuruh murid-muridnya untuk beristirahat sejenak
"Heh yoonji beliin gue minum sana" titah Yuna
"Tapi aku capek yun aku juga mau istirahat" tolak yoonji
"Halah Lo itu cuman babu kita, jadi Lo sebagai babu harus nurut apa yang di perintahkan oleh kita ngerti Lo" ucap Eun-jung sedikit meninggikan suaranya
"Baiklah aku akan membeli kan minuman untuk Kalian, asalkan kalian memberikan uang untuk membayar minumannya" ucap yoonji pasrah
"Ya iyalah gue bayar yakali gue ngutang kayak Lo, najis" ucap Yuna sembari memberikan uang kepada yoonji
"By the way, gue mau cemilan juga ya, gue mau minumannya Boba" ucap Yeri di angguki oleh Eun-jung
"Semuanya Boba" ucap yuna
"Kembalikan nya buat Lo aja, kasian si misquen gak di kasih" ucap Yuna yang memperlihatkan sikap sombong nya
Yoonji pun pergi ke warung yang selalu dia datangi dan membeli apa yang di perintahkan oleh yuna dan teman-temannya
Yoonji kembali ke lapangan dengan Katong kresek yang ada di tangannya lalu di berikanlah kantong kresek itu kepada Yuna
"Terimakasih untuk uang kembalian nya" ucap yoonji
"Halah gue emang baik Lo kagak usah kek gitu" ucap Yuna yang langsung pergi bersama Yeri dan Eun-jung
"Apakah kalian sudah puas dengan istirahat kalian?" Tanya pak Kim
"Sudah pak" jawab mereka serempak
"Baiklah jika sudah kalian boleh pulang, karena hari sudah mulai gelap jadi kalian harus Langsung pulang ke rumah jangan kemana-mana dulu" ucap pak Kim
"Baiklah pak" jawab mereka serempak
Semua murid berhamburan menuju ke kelas untuk membawa tas mereka masing-masing, setelah selesai membawa tas mereka kembali ke luar untuk pulang
"Ahhk pasti aku telat, jika ini bukan hari Senin aku tidak akan telat" gumam yoonji sembari menghentak-hentakkan kakinya
Yoonji berlari menuju ke tempat dia bekerja, tepat kerja yoonji dengan agak jauh dengan sekolah dan agak dekat dengan rumahnya
"Hos hos hos hos, ahhk akhirnya sampai juga" ucap yoonji dengan nafas yang memburu
"Permisi" ucap yoonji dengan membuka pintu toko itu
"Yoonji kau dari mana saja?" Tanya seorang gadis yang seumuran dengannya
"Aku terlambat ya, tadi aku berlari karena katanya bus udah gak ada" ucap yoonji sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
__ADS_1
"Tadi bos kesini, kamu tidak ada disini" ucap gadis itu
"Benarkah ahh maaf aku terlambat" ucap yoonji
"Tidak papa, sudah terlanjur" ucap gadis itu
"Areum apakah bos marah karena tidak mendapati aku disini?" Tanya yoonji
"Aku bilang bahwa kau pulang dulu untuk membawa sesuatu" ucap areum yang sedang meng lap meja
"Aaa kau memang yang terbaik areum" ucap yoonji yang berlari kecil kearah areum dan langsung memeluk nya
"Yoonji lepaskan aku, sebaiknya kau cuci piring" ucap areum
"Eumm baiklah" jawab lesu yoonji
Yoonji dengan lemas berjalan menuju wastafel untuk mencuci piring dan mangkuk
"Yoonji kau baru datang?" Tanya seorang pria yang baru saja datang
"Eh pak ha-joon, iya nih baru datang" ucap yoonji
"Aku kesini untuk membawa mangkuk, cepatlah cuci" ucap pak ha-joon
"Haishhh baiklah pak mohon di tunggu" ucap yoonji dengan tersenyum paksa
"Sini aku akan membantu mu" ucap areum yang merebut piring di tangan yoonji
"Tadi sekolah mu lancar?" Tanya pak ha-joon
"Lumayan, lancar" jawab yoonji
"Ketika seperti ini pasti sekolah mu tidak lancar kan" tebak areum
"Tadi di sekolah aku di kunci" ucap yoonji
"Hah, di kunci? Sama siapa? Di kunci dimana?" Tanya areum
"Kau tau Yuna yang sering aku bicarakan, dia yang mengunci ku di gudang, dan dia selalu memperintahkanku untuk membeli cemilan dan apapun itu dia selalu memperintahku" ucap yoonji panjang lebar
"Berapa kali aku sudah bilang seharusnya kau laporkan saja dia kepada guru" ucap pak ha-joon geram
"Iya bener, kenapa kau tidak laporkan saja ke guru" ucap areum
"Aku sangat ingin sekali melaporkan nya, tapi dia yang punya sekolah itu, mau bagaimana lagi lima puluh persen guru takut sama dia" ucap yoonji
"Yak, kalau lima puluh persen guru takut sama dia bebarti ada lima puluh persen lagi guru yang gak takut sama dia" (yak\=hei) ucap areum yang mulai geram dengan yoonji
__ADS_1
BERSAMBUNG....