Pemuas gairah tuan difabel

Pemuas gairah tuan difabel
Reuni


__ADS_3

Seusai makan malam Azimie duduk di balkon melihat pemandangan laut di bawah sinar bulan deburan ombak terdengar begitu jelas memecah kesunyian malam.


Dret.... dret.... ponsel Azimie berdering di atas meja di dekat Barra mengerjakan pekerjaannya.


Barra melihat jika Irma yang menelfon, segera ia menggerakkan kursi roda ke arah balkon.


"Irma menghubungi mu!" ujar Barra dengan menyerahkan ponsel istrinya.


"Oh trimakasih" sahut Azimie segera berdiri.


"Hallo...! ada apa Ir?" sapa sekaligus tanya Azimie pada sahabatnya itu.


Bukanya menjawab baik baik, Irma justru mengungkapkan kekesalannya karena di bohongi.


"Sialan... kamu teman sialan!!! jangan anggap aku teman mu lagi!!!" bentak Irma dari seberang telfon.


Saking kerasnya suara Irma sampai sampai Azimie menjauhkan ponsel dari telinganya .


"Tunggu dulu... ada apa sampai kamu marah pada ku!!! apa salah ku?" tanya Azimie keheranan


"Kami sudah menikah bukan????" tanya Irma dengan suara sangat tinggi, meluapkan kekesalannya.


"Dari mana kabar itu?" Azimie kembali bertanya dengan nada sendu


"Tak penting aku tau dari mana, jawab saja!!! iya kan??? Hiks...hiks..." sahut irama dengan nada mualai menurun.


Terdengar tangisan di seberang tlp, Irma tahu betul jika hal buruk telah terjadi pada sahabatnya itu sehingga ia memilih jalan yang konyol baginya.


"Ir.....maafkan aku" kaya Azimie dengan nada sedih.


Mendengar istrinya bersitegang dengan sahabatnya Barra meraih lengan istrinya dan memintanya duduk di pangkuannya dan Azimie yang mendengar tangis sahabatnya hanya bisa menurut untuk duduk di pangkuan suaminya.


"Ada apa mi? apa yang terjadi? sekarang kami di mana? dan dengan siapa ?" cecaran pertanyaan kekhawatiran irama tanyakan.


"Aku baik baik saja, esok lusa aku akan kembali dan akan aku ceritakan semuanya " jawab Azimie penuh keyakinan.


"Maafkan aku, jika keputusan ku ataupun kebohongan mengecewakan mu" Azimie tak lagi mampu membendung air matanya.


Barra menyeka air mata yang mengalir di pipi istrinya dengan lembut.


"Aku harap apapun yang akan kamu ceritakan padanya nanti tidak akan mempengaruhi hubungan kita" mata Barra dengan merapikan poni yang berantakan tertiup angin.


"Aku tidak tau apa perasaan mu terhadap ku, tapi yang aku tau aku mulai nyaman dengan mu, aku menyukai semua tentang mu,aku suka dengan perlakuan mu dan aku tak mau ini semua berakhir" imbuh Barra seraya memeluk erat pinggang sang istri.


Mendengar ucapan suaminya, Azimie tak bisa berkata apa apa sebap dirinya puntak tau sedang apa dan harus bagaimana yang ia tau dia harus bersikap baik pada laki laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya demi pengobatan serta kehidupan yang layak untuk sang adik.


Ia hanya bisa memejamkan mata meratapi nadip dan berpikir harus bagaimana ia menjalani hidup kedepannya.


Azimie melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sudah jam 23.00.


"Ayo" Azimie beranjak dari pangkuan suaminya "sudah malam mas harus istirahat, anginnya semakin kencang" ujar Azimie sambil mendorong kursi roda suaminya masuk kedalam dan mengunci pintu kaca penghubung ke balkon.


"Tunggu sebentar" ujar Azimie menghentikan kursi roda suaminya, kemudian ia merapikan bantal agar suaminya merasa nyaman.


Azimie memeluk pinggang suaminya dari depan dan membantu Barra untuk pindah ke ranjang, kemudian ai juga berbaring di sebelah suaminya.


Azimie tidur mengahdap suaminya berbantalkan lengan kakar sang suami.


...****************...


SMA -SUN- selalu mengadakan reuni akbar setiap 5 tahun sekali.


Para penyelenggara event mempersiapkan sedemikian mewah reuni kali ini dan Barra menjadi salah satu donasi terbanyak, siapa yang tak mengenal Barra salah satu alumni SMA SUN yang sukses di usia muda hanya saja keberuntungan tak serta meets menyertainya, sukses di usia muda dan cacat di usia muda pula.


Banyak dari teman seangkatan maupun juniornya yang merasa salut sekaligus iba.


Barra dan 2k yaitu Kenzo dan kevin menerima undangan reuni tersebut , dr Adrian juga menerima undangan itu mereka satu angkatan hanya saja Barra dan kawan kawan anak IPS sedang Adrian anak IPA jadi mereka tak saling mengenal satu sama lain.


Setelah kembali Barra dan Azimie tinggal di apartemen Barra, sebenarnya Barra ingin membawa Azimie masuk kedalam keluarga Permana namun Azimie menolaknya ia masih belum siap dengan kemungkinan kemungkinan yang akan ia hadapi.


Saat memindahkan pakaian dari koper ke dalam lemari Azimie melihat selembar undangan di laci.


Azimie merasa tak asing dengan undangan itu sehingga ia membacanya dan itu adalah undangan reuni Akbar yang di gelar di sekolahnya.


Azimie merasa terkejut saat mengetahui Barra suaminya adalah seniornya di IPS.


"Mas anak IPS SMA SUN?" batin Mimi masih tak percaya.


"Ada apa?" suara dari balik pintu lemari mengagetkan Azimie

__ADS_1


"Em... enggak" jawab Azimie dengan undangan masih di tangannya


Barra yang melihat itu langsung memberikan penjelasan


"Itu undangan tidak penting, aku juga tidak akan menghadirinya pesta yang membosankan" ujar Barra lalu berpaling pergi.


"Jika aku ingin pergi apa mas mengijinkan?" tanya Mimi sepontan


Mendengar pertanyaan istrinya Barra menghentikan kursi rodanya


"Kami ingin pergi ? jadi kamu seniorku ?" tanya Barra sambil berbalik menghadap Mimi


Azimie mengangguk pelan sambil menunjukkan undangan miliknya.


"Oh .. astaga" Barra terkekeh tak percaya


"Pergilah jika kamu ingin pergi, ajaklah teman mu itu aku tak bisa menghadiri karena masih banyak pekerjaan yang tertunda beberapa hari ini" tutur Barra


"Trimakasih mas" Mimi mendekati suaminya "muach" dan memberi kan kecupan di pipi.


Barra kemudian pergi dengan senyum bahagia di bibirnya.


Barra menghubungi Kevin agar segera mengatur jadwal pertemuannya dengan beberapa client dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


"Cepat atur beberapa pertemuan yang tertunda dan besok malam usahakan jadwal kosong" Barra menelfon Kevin sang asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Besok malam? apa bapak berencana hadir dalam pesta?" tanya Kevin


"Benar, kita harus menghadiri perta itu rasanya tidak etis jika selalu tak menghadirinya " sangkal Barra tak ingin Kevin tau jika istrinya lah alasan untuk datang.


"Ba-baik pak, akan saya urus segera mungkin agar kita bisa menghadirinya" jawab Kevin keheranan sebab ini pertama kalinya setelah beberapa tahun lalu saat Barra masih menjalin hubungan dengan Karina.


...****************...


Azimie dan Irma bertemu di yayasan Ciko untuk menjelaskan perihal pernikahannya dengan Barra sekaligus menjenguk sang adik setelah beberapa hari lalu ia pergi ke luar kota.


Ciko saat ini tengah berada di dalam kelas, Azimie dan Irma bercerita di taman dekat sekolah Ciko,saat Azimie menjelaskan pernikahannya tak di sangka dr Adrian sekilas mendengar percakapan itu.


brush..... suara tas jatuh dari arah belakang, Azimie dan iram menoleh bersamaan dan saling beradu pandang saling berpikir apakah dr adrian mendengar semua yang baru saja mereka bicarakan.


"Dr Adrian!!" Irma segera bangkit dan membantu merapikan beberapa file yang berantakan.


"oh... maaf saya baru sampai dan tak sengaja mendengar jika kamu akan menikah, maaf maaf itu sedikit mengejutkan saya" jawab dr Adrian


"oh...." Mimi mengangguk angguk pelan seraya merasa lega jika dr Adrian tak mendengar jelas apa yang ia katakan


"Silahkan lanjutkan ! saya masih ada pekerjaan, permisi" pamit dr Adrian.


"Aku hampir saja tak bisa bernafas takut dr Adrian tadi mendengar semuanya" kata Irma sambil menepuk dadanya.


"Dan kamu tau tidak, jika mas Barra adalah senior kita" ucap Mimi memijat keningnya.


"Oh iya??? "tanya Irma tak percaya


"Tapi untungnya dia tidak akan datang, jadi suasanya tidak akan canggung" imbuh Mimi mencoba baik baik saja.


...****************...


Saat Azimie membuka lemari untuk mengambil baju terdapat kotak yang ia rasa bukan miliknya, di atas kotak ada secarik kertas.


"Pakailah!!! kamu akan terlihat cantik dengan ini" Azimie membaca tulisan dalam kertas itu.


Saat Azimie membuka ternyata berisi set OOTD gaun dengan sepatu dan juga aksesoris dari brand ternama.


Melihat isi kotak tersebut senyum lebar mereka di bibir Azimie, ada kebahagian tersendiri menerima perhatian dari seseorang yang belum pernah ia dapatkan setelah ayah dan ibunya meninggal.


*"Terimakasih mas"* Azimie mengirim pesan pada sang suami dengan emoticon mata love, yang saat ini tengah berusaha menyelesaikan rapat terakhir sebelum ia akan menghadiri pesta.


Di sela sela rapat Barra tersenyum bahagia saat ia melihat pesan dari layar tanpa membuka pesan itu, dan itu menjadi pusat perhatian para peserta rapat sebap taknpernah sekalipun Barra tersenyum saat rapat sekalipun proyeknya berhasil, jadi ini kali pertama para bawahannya melihat senyum bosnya tanpa ada yang tau alasannya.


Azimie memakai ootd yang di berikan suaminya A-line dress maxi berwarna putih Haig heels hitam dan handbag dengan warna senada.


Azimie memoles tipis wajahnya dengan make-up penampilan Azimie malam ini begitu memukau. Ia memutar badannya di depan kaca sambil tersenyum tak lupa ia mengambil motor Selfi dan mengirimkan pada suaminya dengan teks "milik mu", entah perasaan apa namun ia begitu Ingin penampilannya di lihat terlebih dulu oleh suaminya.


Saat Barra membuka pesan dari sang istri tak sengaja Kevin melihat saat mendorong kursi roda tuannya itu.


"oh... pa tas saja senyum yang begitu malah ia perlihatkan " batin Kevin menahan senyum sambil terus mendorong seolah tak melihatnya.


Ting..... suara derit pesan ponsel Azimie

__ADS_1


*Aku akan menunggu mu* Azimie membaca pesan saat berada di dalam taksi.


*Aku sudah berangkat, mas nanti pulang jam berapa?"* balas Azimie masih dengan raut bahagia


...****************...


Azimie dan Irma masuk bersama setelah mengisi daftar tamu.


"dr Adrian !" panggil Irma saat melihat sesosok laki laki modis berjalan di depan mereka


"Hai...." iram melambaikan tangan saat dr Adrian menoleh


Mata dr Adrian terpaku pada gadis cantik gaun putih yaitu Mimi, matanya tak memandang dari atas hingga ke bawah rasa kagum dan rasa ingin memiliknya semakin besar.


"Hai kalian juga datang?" tanya dr Adrian mencairkan pikirannya yang mulai trafeling.


"heem" jawab Azimie mengguk.


"Mari..." dr Adrian merentangkan lengannya untuk di gandeng Mimi


Manum Mimi tak bisa melakukannya sebap ia ingin lengan itu milik Barra. Melihat isyarat dari sahabatnya iram secara antusias langsung meraih lengan itu dan tak bisa di tolak dr Adrian walaupun ada rasa kecewa di hatinya.


Setelah serangkaian acara berlangsung kini acara yang paling di tunggu tunggu oleh semua orang yaitu pesta yang sesungguhnya. Dentuman musik semakin keras semua orang berjoget dengan ria, walau suasana sangat menyenangkan Azimie merasa da yang kurang dalam dirinya ia tak bisa menikmati perta itu


"Benar kata mas Barra, pestanya membosankan" gumam Mimi.


Saat semua orang asik berjoget Azimie memilih duduk di kursi sambil menikmati desert dan minuman non alkohol di sana.


Tak berapa lama dr Adrian pun menghampirinya


"Kami sangat cantik malam ini" puji dr Adrian


"Trimakasih" jawab Mimi sambil memasukkan makana ke mulutnya .


"Kenapa tidak ke depan?, Meraka sangat menikmati musiknya" imbuh dr Adrian.


"Hhhh Lihatlan mereka sangat pintar menari sesuai dengan alunan musik dan aku sangat buruk dalam hal ini" jawab Azimie tertawa saat mengingat dirinya dulu menari dan di tertawakan oleh ayah dan ibunya.


"Hem... dua orang yang amat aku cintai pernah mengatakan jika aku sangat buruk dalam menari" kata Azimie dengan nada sendu, teringat dengan orang tuanya.


Di sela sela musik ada Sekmen game di mana orang yang tersinari lampu harus berjoget di panggung jika menolak sebagai hukuman harus mencium orang yang ada di dekatnya.


Dan naasnya lampu itu menyala tepat di wajah Azimie, semua orang terpana melihat gadis yang sangat cantik tanpa make-up yang tebal terlihat sangat natural kecantikannya.


Azimie yang pada saat itu tengah menelan makan tersedak kala lampu menyinarinya, sontak ia langsung berdiri dengan pandangan bingung sebab ia tak mengerti arti semua ini.


"Apa ini mas?" tanya Mimi pada dr Adrian lirih


"Kamu di minta untuk menari di atas panggung " jelas dr Adrian


"Apaaaa??" Mimi kaget dengan kedua bola mata mau keluar


"Tidak...! tidak...! aku tidak mau, aku tidak bisa dokter taukan aku barusan bercerita apa" kata Mimi mulai kesal


"Maaf teman teman, gadis ini adalah teman saya dengan alasan tertentu yang tak bisa saya jelaskan dia tidak bisa memainkan permainan ini, maaf" jelas dr Adrian dengan pengeras suara


Sorak riuh serta suitan mendorong Azimie untuk naik ke panggung, sebagai gadis lugu yang tak begitu tau gemerlap pesta ia merasa sangat malu ia tak bergerak sedikit pun sampai beberapa menit kemudian, sehingga begitu banyak orang yang meneriakinya.


"Seperti kebiasaan permainan ini, artinya dia harus mencium seorang di sampingnya !!!" teriak salah seorang pria


Cium....


Cium....


Cium....


Semua orang bersorak dan lampu tersorot pada pria di samping Azimie yaitu dr Adrian.


Matanya semakin berkaca kaca tubuhnya semakin gemetar wajahnya semakin pucat.


Saat sorakan semakin ramai saat dirinya nyaris saja pingsan tiba tiba.-


"Hentikan !!!" teriak seseorang dari arah pintu masuk


Semua mata tertuju pada pintu masuk dan menunggu siapa yang datang.


Dua pasang langkah kaki terlihat dan semua orang melongo terkagum melihat siapa yang datang.


Azimie yang berada di bagian belakang masih belum bisa melihat siapa yang datang namu ia seperti tak asing dengan suara itu.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh menyentuhnya !! dia milik ku" kata pria yang belum terlihat wajahnya itu dengan lantang.


__ADS_2