
Devano langsung berdiri setelah mendengarĀ istri Presdirnya memanggil nama seseorang namun tidak begitu jelas. Devano segera memanggil perawat. "Suster ... Sus ... " panggil Devano.
Melihat dokter jaga dan perawat mendatangi istrinya, Stephanus pun masuk ke dalam ruangan pasien untuk melihat keadaan istrinya. "Istri saya kenapa?" tanya Stephanus khawatir. Lalu Devano memberitahu kalau tadi ada respon gerakan tangan Astri dan Astri memanggil nama seseorang tapi tidak begitu jelas.
"Syukurlah, semoga ini kemajuan!" kata Stephanus bahagia. Devano langsung membalasnya dengan anggukan kepala di sertai senyuman.
Sementara, dokter dan perawat sibuk mengobservasi Astri dari kepala sampai kaki.
Keisha pun kembali masuk ke dalam ruangan pasien, seketika langkahnya terhenti kala melihat dokter dan beberapa perawat berkumpul di tempat ibunya. Keisha langsung di hantui oleh kekhawatiran sesuatu terjadi dengan ibunya. Apa kondisi ibunya memburuk, atau ibunya ada sedikit kemajuan?
Langkah kaki yang sempat terhenti di tengah jalan kembali dia langkahkan menghampiri ayahnya. "Ibu kenapa, Dad?" tanya Keisha khawatir.
"Tadi Devan melihat tangan ibumu bergerak, dan sekarang ibumu sedang di periksa oleh dokter," ujar Stephanus kepada putrinya. Keisha pun merasa lega, apa yang dia khawatirkan tidak terjadi.
"Syukurlah, Dad. Semoga mommy cepat sembuh!" harap Keisha yang langsung menghamburkan dirinya memeluk Stephanus.
"Amin, sayang."
Sebelum dokter meninggalkan ruangan pasien, dia menjelaskan kondisi Astri. Kata dokter, Astri mulai membaik dan sudah ada respon terhadap rangsang nyeri, serta tanda vitalnya juga stabil.
Betapa bahagianya Stephanus dan Keisha mendengar Astri baik-baik saja. Sebelum dokter meninggalkan ruangan, tak lupa Stephanus mengucapkan terima kasih. "Terima kasih dok telah membantu istri saya."
"Itu sudah menjadi tugas kami, mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk menolong pasien yang sedang kritis," ucap sang dokter lalu berlalu meninggalkan ruangan pasien.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun Stephanus, Devano, dan Keisha masih di perbolehkan menemani dan berada di samping Astri. Perlakuan petugas rumah sakit terhadap keluarga Stephanus memang lebih istimewa di banding dengan keluarga pasien yang lain.
Hal ini di karenakan, direktur rumah sakit mengenal Stephanus dengan baik. Karena sembilan tahun yang lalu proyek pembangunan rumah sakit ini di kerjakan oleh kontraktor perusahaan Stephanus, yang tergabung dalam Arkana Group.
__ADS_1
Tampak Keisha mendekati ibunya lalu mencium keningnya dengan harapan ibunya cepat pulih kembali. Tiba-tiba Astri mengerjapkan kedua matanya, berusaha untuk membukanya. Keisha yang melihat gerakan mata ibunya, mencoba memanggil ibunya.
"Mom ... ini Keisha mom. Bangun mom, buka matanya mom. Jangan bikin Keisha menunggu, Keisha sangat merindukan mommy," ujar Keisha dengan raut wajah penuh harap.
Setelah beberapa menit, akhirnya Astri pun membuka kedua matanya dengan perlahan. Pandangannya terasa buram, hanya terlihat cahaya putih yang begitu terang dan menyilaukan matanya. Astri pun beberapa kali mengedipkan matanya berusaha memperjelas pandangannya.
Lalu Astri mendengar seseorang yang terus memanggilnya dari arah kanannya. Astri pun menoleh ke arah kanan dan mulai terlihat kepadanya ada tiga bayangan yang tidak begitu jelas wajahnya. Sepertinya ada dua orang laki-laki dan satu perempuan menurut pandangan Astri. Astri mengerjapkan matanya kembali, dan pandangannya yang tadi buram mulai terlihat jelas.
"Ayah ... " panggil Astri.
"Iya sayang, syukurlah kamu sudah bangun," ujar Stephanus sambil mendekati Astri lalu memegang tangannya dengan wajah penuh bahagia.
Melihat ibunya bangun dari komanya, Keisha turut bahagia dan langsung mencium punggung tangan ibunya. Astri pun menengok ke arah seseorang yang mencium tangannya yang tak lain adalah putrinya.
"Keisha ... apa itu kau sayang?" tanya Astri dengan suara pelan.
"Mana Devan? Ta-tadi mommy melihat ka-kalian berdua sedang bersama," ujar Astri terbata-bata sambil berusaha membuka masker oksigen yang menutupi mulut dan hidungnya agar suaranya terdengar jelas. Namun tindakan Astri yang ingin membukanya, langsung di tahan oleh Keisha.
Keisha sedikit merasa aneh kenapa ibunya memanggil Devano. Bagaimana bisa ibunya tahu kalau dia bersama dengan Devano. Bukankah sedari tadi ibunya tertidur dan tak sadarkan diri.
"Saya di sini Tante!" sahut Devano yang merasa dirinya di cari oleh Astri. Astri pun langsung menoleh ke arah suara yang menurutnya itu adalah suara Devano. Kini pandangannya cukup jelas bisa melihat wajah Devano.
"Tante sa-sangat bahagia ... me-melihat kamu terus bersama dengan pu-putri saya Keisha," ujar Astri tersenyum sambil bergantian memandang Devano dan Keisha.
Astri pun berusaha untuk duduk dan membenarkan posisinya. Keisha dan Stephanus pun langsung membantu Astri untuk duduk. "Hati-hati mom!" ucap Keisha dengan lembut.
"Kenapa ba-baju kalian berbeda, bu-bukannya kalian me-memakai baju pengantin?" tanya Astri membuat bingung yang mendengarnya. Keisha memandang ayahnya Stephanus seolah meminta penjelasan pertanyaan dari ibunya. Stephanus sendiri pun tidak mengerti yang baru saja di ucapkan oleh istrinya.
__ADS_1
Kenapa tiba-tiba istrinya itu menyinggung baju pengantin? Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada ibunya Keisha?
Di sisi lain, Devano pun mengerutkan keningnya dan berusaha mencerna yang di ucapkan Astri. Dia memang bersama dengan Keisha sejak menjemputnya dari Bandung, tapi dia tidak menggunakan baju pengantin. Malahan Devano telah membatalkan perjodohannya dengan Keisha.
Devano pun baru sadar kalau dokter belum mengetahui pasien sudah sadar. Lalu dia pun berinisiatif memberitahu dokter dan memintanya untuk memeriksa keadaan pasien.
Tampak Devano pamit kepada Stephanus untuk memanggil dokter. Stephanus pun mengangguk pelan. "Iya Devan, terima kasih banyak."
"Sama-sama Pak," sahutnya yang langsung berjalan cepat keluar ruangan pasien untuk memanggil dokter.
"Keisha te-terima kasih banyak, kamu sudah me-menuruti keinginan a-ayah dan ibu," ucap Astri dengan suara pelan tapi jelas walaupun mulut dan hidungnya tertutup masker oksigen.
Keisha menjadi bertambah bingung, kenapa ibunya bisa tahu kalau dirinya bersedia menikah dengan Devano. Apakah saat dia mengatakan bahwa dia bersedia menikah dengan Devano, ibunya mendengarnya? Tapi sepertinya tidak mungkin karena saat di bangunkan pun ibunya tidak memberikan respon.
"Bentar, saya lagi di mana?" tanya Astri celingak-celinguk melihat sekeliling ruangan pasien.
Belum Keisha dan Stephanus menjawab pertanyaannya, terdengar suara langkah kaki beberapa orang masuk ke dalam ruangan pasien. Ya ... tampak Devano bersama dokter dan dua perawat datang menghampiri Astri. Dokter langsung menyapa Astri dengan perasaan senang melihat pasiennya sudah sadar dari komanya.
Kemudian Astri di bantu oleh keluarganya untuk berbaring kembali. Dokter pun melakukan pemeriksaan dari kepala sampai kaki. Beberapa pertanyaan dari dokter di jawab dengan baik oleh Astri, ini menunjukkan bahwa kesadaran Astri telah pulih kembali.
Dokter pun mulai melepas oksigen dan memperbolehkan Astri untuk minum sedikit karena fungsinya pencernaann sudah pulih kembali setelah efek pembiusan saat operasi.
Selesai dokter menyelesaikan tugasnya untuk memeriksa keadaan Astri dan menyatakan keadaannya baik, dia pun pamit untuk memeriksa pasien yang lain dalam pengawasannya. Sepeninggalnya dokter dan perawat, Stephanus pun kembali mendekati istrinya.
Dia mencium keningnya lalu memegang tangannya dengan lembut dan kembali menciumnya. Sungguh pemandangan yang romantis bagi pasangan yang tidak termasuk tidak mudah lagi. Seketika Keisha tersenyum melihat ayah dan ibunya saling menguatkan, hingga tak terasa air mata bahagia membasahi pipinya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1