
Sesuai perjanjian mereka berdua. Chika dan Hyun kini sudah berada di taman bermain, yang mereka lihat saat di perjalanan pulang.
Saat sore, sangat banyak anak-anak yang juga bermain di taman itu. Itulah mengapa, Chika datang nya sore hari.
"Eh, kita naik itu yuk!" Ajak Chika yang melihat sebuah seluncuran. "Emang muat?" Ujar Hyun, yang melihat seluncuran nya kecil.
"Muat lah! Udah, yuk kita naik aja." Ajak Chika lalu berjalan menuju seluncuran itu. Hyun hanya menurut dan ikut naik seluncuran. Mereka berdua sangat bersenang-senang.
Dan setelah itu, mereka berpindah permainan. Yaitu naik ayunan, Chika duduk di atas ayunan dan Hyun lah yang mendorong nya.
"Wah.... sudah lama, aku tak bermain seperti ini." Seru Chika yang merasa bahagia. Dia dulu, tak mempunyai banyak waktu untuk bermain. Tak seperti pada anak-anak lainnya.
"Eh udah yuk, kita beli eskrim aja, gimana?" Ajak Chika, belum sempat Hyun menjawab, dia malah langsung cus. Berlari menuju penjual eskrim di taman bermain itu.
"Pak, saya ingin rasa coklat campur strawberry. Dan satu untuk teman saya, rasa vanilla. Eh tambah satu lagi deh, aku pengen rasa karamel." (Dalam bahasa Korea)
Hyun tersenyum melihat Chika yang sangat suka dengan eskrim, dia juga bahkan tau rasa kesukaannya. Dan setelah mendapat kan eskrim nya, mereka berdua pun duduk di sebuah kursi di dekat taman bermain itu.
"Hmm enak," seru Chika, menikmati eskrim nya. "Kalo makan eskrim, jangan belepotan dong. Kayak anak kecil aja."
Hyun melap mulut Chika, yang belepotan terkena eskrim. Makasih, hehe." Ucap Chika tersenyum manis. "Mengapa gadis ini, menjadi lebih manja dari sebelumnya?" Ucap Hyun dalam hati, sembari tersenyum melihat tingkah Chika yang seperti anak kecil saja.
"Eh, besok kamu udah masuk kuliah?" Tanya Chika pada Hyun. "Hmm maybe, soalnya besok aku ada kelas." Jawab Hyun sambil makan eskrim nya.
"Ouh gitu. Sama dong." Seru Chika, seraya tersenyum. "Hmm, mungkin kita akan satu kelas."
"Besok, aku kelasnya pak Li. Kalo kamu?" Tanya Chika. "Sama!" Balas Hyun seraya tersenyum. "Yeay! asik dong, punya temen bicara."
"hahaha, dasar! Mau kamu di keluarin?" Seru Hyun tertawa. "Huh, aku bakal jatuhin rambut palsu nya." Balas Chika, dengan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Haha, nakal!" Ujar Hyun lalu mencubit pipi Chika. "ihhh," Chika memegangi pipinya sakit, karena di cubit oleh Hyun.
"Udah-udah, yuk kita pulang. Udah mau Maghrib, kamu gak sholat?"
Senyum Chika memudar, ketika mengingat bahwa Hyun dan dia beda agama. "Eh iyyah yah, makasih udah ingetin." Seru Chika yang memaksakan senyuman nya.
Hyun hanya mengangguk, dan tersenyum pahit. "Hari ini, cuman ingetin. Lain kali, baru sholat bareng yah." Ucap Hyun dalam hati. Sebenarnya Hyun akhir-akhir ini, mulai belajar tentang agama Islam. Dan ingin memantapkan hati nya, baru masuk Islam.
Mereka berdua pulang ke rumah masing-masing, dan berpisah, sambil melambaikan tangan. Chika yang tadi ceria, merubah menjadi murung, teringat dengan perbedaan nya dengan Hyun.
Dia tak ingin meminta Hyun untuk pindah ke agama nya, karena. Apabila Hyun masuk karena dia, dan bukan karena Allah. Itu sama saja, dia tak betul-betul masuk Islam.
"왜 그래? (Ada apa?) tanya teman asrama Chika, yang bernama Nimji. Chika hanya menggeleng dan tersenyum padanya. Chika selalu saja seperti itu, dia tidak bercerita tentang masalah nya pada teman asrama nya itu.
"Hello guys, i'm back." Seru seseorang yang baru datang, dan tak lain adalah Ririn, yang baru saja pulang dari liburan nya.
"That is very fun, and. I have a present for you. Wait..."
Ririn, menggeledah tas yang dia bawa, dan mencari sesuatu. "This is for you," ucap Ririn, memberikan sebuah gantungan kunci, berbentuk Koala.
"오...여뻐다 (Wah, cantiknya)" Seru Nimji yang sepertinya suka dengan gantungan kunci itu. "Yes, it's so beautiful." Sambung Chika, yang juga menyukai nya.
Ririn tersenyum, melihat reaksi temannya. Yang benar-benar suka dengan hadiah nya. Dia lalu memberikan gantungan kunci itu, pada mereka berdua..
"Thankyou," ucap Chika berterima kasih. "고마워 (Terimakasih)," Seru Nimji, yang sangat senang mendapatkan hadiah. Ririn hanya tersenyum, dan mengangguk pada mereka berdua.
Malamnya, Chika tak bisa tidur. Dan terus memikirkan tentang kenyataan pahit, antara dia dan Hyun. Tetapi tiba-tiba, handphone Chika berdering dan terpapar nama Rara di handphonenya.
"Yah, halo Ra'. Ada apa?" Tanya Chika yang badmood. "Apakah kau sudah sampai? Apakah kau sampai dengan selamat?" Seru Rara yang khawatir. "Yah... Aku sudah sampai dengan selamat. Bagaimana dengan mu?" Tanya Chika yang juga mengkhawatirkan keselamatan temannya. "Yah, aku juga. Eh, sudah dulu yah. Pacar ku memanggil ku, dadah."
__ADS_1
Rara langsung mematikan telpon nya, dan membuat Chika geram pada temannya yang satu itu. "Huh! Dasar, nelpon cuman nanyain itu doang? Malah lebih peduli ama pacar nya. Dasar teman gak ada akhlak."
Chika memasukkan kembali handphonenya, tetapi tiba-tiba handphone nya berdering lagi. "Hadeh... nih anak yah! Udah tau lagi badmood, malah nambah-nambahin."
Chika mengambil handphone nya dan melihat nama kontak sang penelepon yang ternyata bukan Rara. "What!! Ro-rose?" Chika yang tadi badmood, langsung berubah menjadi salting, karena yang menelponnya adalah sang idolanya.
"Ekhemm-ekhem," Chika berdehem memperbaiki suaranya, siapa tau serak. "Hello?" seru Chika yang deg-degan, karena ini kali pertama Rose menelponnya. Saat bulan kemarin, dia dan Rose bertemu di Cafe poem, yang agak dekat dengan asrama Chika.
"Heii girls, how are you?" Ujar Rose menanyakan kabar Chika. "I'm good, how about you?" Balas Chika sambil senyum-senyum, karena saking bahagianya.
"Yeah, I'm good. And... in two days, I'm going to a concert. And guess what...where will i have a concert?"
Chika mengingat jadwal konser BLACKPINK di Korea dan... "Hmmm in Seoul? But I thought, wasn't it 2 days ago?" Ujar Chika, yang menurutnya, BLACKPINK tak ada jadwal konser Minggu ini.
"Yes, this is an invitation to a concert. I will give you a surprise for it." Ujar Rose yang penuh misteri.
"Oh yah? I will really, look forward to your surprise." Seru Chika yang benar-benar merasa senang. "Yeah! you will be very happy. haha."
"But it seems, I already feel happy," ujar Chika pada Rose. "Oh yah? why?" Tanya Rose penasaran.
"because you will give me a surprise, haha." Jawab Chika tertawa. "Haha, you are very funny. Stop it, it's time to go to sleep." Seru Rose, menyuruh Chika untuk tidur.
"Yess! tomorrow I have class. But i still miss you," Seru Chika dengan nada sedih. "Tomorrow I will, call you again."
"Really, Yeay!" Seru Chika senang. "Yeah, you can call me anytime. Now you sleeping, good night girl." Ucap Rose mengucapkan selamat malam pada Chika.
"네 언니 ( Iyyah kakak), good night too." Seru Chika, lalu mematikan sambungan telepon.
"Huh~ sepertinya aku akan tidur nyenyak." Ucap Chika, lalu masuk ke dalam asramanya.
__ADS_1