Pena Sang Penulis

Pena Sang Penulis
Chapter 6 Pulkem


__ADS_3

Pagi pukul 06:17, kini Chika tengah joging di sebuah taman dekat asrama nya, dan tak terasa sudah setahun dia berada di negara orang.


Hidup dengan sederhana, dan juga mempunyai banyak teman yang membantu nya setiap saat. "Hai Chika,” panggil seorang pemuda tampan dari belakang Chika, yang sepertinya dia juga ikut joging.


"hai," balas Chika lalu tersenyum pada pemuda itu. Dia adalah Hyun, teman kampus Chika. Dia mahir berbahasa Indonesia, makannya saat bersama dengan Chika, dia lebih suka berbahasa Indonesia di bandingkan berbahasa Korea.


"Mengapa kau tak memberitahukan ku, kalo hari ini kau joging?," tanya Hyun pada Chika.


"Hmm aku hanya suntuk, dan tak tau harus melakukan apa. Aku hanya ingin berlari-lari sebentar di sekitar sini," jawab Chika sambil ngos-ngosan.


"ouh gitu. oh Iyah, hari ini, bagaimana kalo kau ke rumah ku? kita masak makanan Indonesia." ajak Hyun dengan semangat.


Chika mengentikan lari nya dan berfikir sejenak, "baiklah, yang penting bahan mu lengkap," ucap Chika lalu lanjut lari.


"Tentu," ucap Hyun dengan gembira.


Kini pasangan muda-mudi itu sudah berada di ruang dapur, mereka saling bekerja sama untuk menghasilkan makanan terenak seluruh dunia.


Hyun yang bertugas memotong bahan-bahan, dan Chika yang bertugas menumis bahan-bahan nya. "Hyun udah belom?," tanya Chika yang menunggu bawang nya selesai di iris oleh Hyun.


"belum, bentar lagi," balas Hyun yang masih fokus mengiris bawang nya. "selesai, nih" Hyun menyerahkan bawang merah yang sudah di iris-iris itu pada Chika, dan Chika pun memasukkan nya ke dalam wajan lalu menumis nya hingga harum.


Selang beberapa lama kemudian, akhirnya masakan dua sejoli itu pun selesai. Dan yang mereka masak adalah nasi goreng, ayam kecap, dan banyak lagi makanan Nusantara.


"Emmm enak," Hyun tak henti-hentinya mengatakan enak sambil menikmati makanannya.


Chika yang asyik makan cukup terganggu, karena sangat berisik kalo makan. "kau cukup makan saja, gak usah banyak omong," ucap Chika dengan ketus. Hyun yang mendengar itu hanya tertawa kecil melihat wajah kesal Chika.


"Iyah,Iyah maaf," ucap Hyun dengan wajah meledek.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka selesai makan, dan Chika juga berniat ingin pulang. Karena besok dia akan pulang kampung ke Indonesia, dan harus menyiapkan barang-barang nya.


Libur semester kali ini, dia sudah janjian dengan Rara, karena Rara juga sudah bisa untuk ambil cuti di Universitas nya. Kampus Rara sangat jarang libur, dan libur nya mungkin hanya 2 hari atau 3 hari, yang membuat mereka sulit untuk bertemu.


"Dah Hyun, gua mau pulang dulu. besok gua gak mau ketinggalan pesawat." ucap Chika sambil membereskan piring nya.


"yahh, nggak bisa bentar aja pulang nya? aku mau ajak kamu mabar nih." ucap dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


"Ntar malam aja deh, kalo gua bisa." ucap Chika lalu mengambil barang-barang nya dan menuju pintu keluar.


"yaudah dahh," ucap Hyun sambil melambaikan tangannya ketika Chika sudah melangkah keluar rumahnya.


Rumah Hyun dan asrama Chika sangat lah dekat, mungkin hanya beberapa jarak nya. Jadi Chika cukup berjalan kaki kalo pulang.


...----------------...


Malamnya, sesuai dengan rencana. Chika akhirnya mau mabar dengan Hyun, mereka berdua saling bermain game online Free Fire, sambil ngobrol-ngobrol santai.


"Chik, di Indonesia kamu tinggal di mana?," tanya Hyun sambil fokus dengan handphone nya.


"di Jakarta," jawab Chika cepet. "ouhh bareng keluarga? atau sendiri?," tanga Hyun lagi.


"yahh mati," Chika tak menjawab pertanyaan Hyun dan malah memasang cemberutnya karena kalah main game. "Gara-gara kamu nih, kan mati." Ucap Chika sambil memanyunkan bibirnya.


"loh kok aku?," ucap Hyun yang heran mengapa dia yang di salahkan? "kamu sih banyak tanya," balas Chika yang masih stay dengan wajah cemberutnya.


"Dahlah, aku mau pulang. pen tidur bayyy," Chika berjalan meninggalkan Hyun sendirian di taman dengan wajah keheranan. Apa salah dia coba?


"네," jawab Chika yang artinya iya dengan nada lesuh. Nimji hanya geleng-geleng kepala tak tahu apa yang terjadi dengan teman kamar asramanya itu.


...----------------...


Keesokan nya, Chika kini telah berangkat ke bandara dan sudah duduk di dalam pesawat sambil mengenakan Earphone, dan tiba-tiba di samping nya kini telah berdiri sosok pemuda yang tak asing untuk kita yang tak lain adalah


"Hyun?," Chika tampak kaget ketika melihat pemuda itu sudah berada di samping nya. "Hai," sapa Hyun lalu duduk di samping Chika.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Chika yang keheranan, apa yang dilakukan Hyun naik ke pesawat menuju Indonesia.


"Aku ingin liburan," jawab Hyun santai. Chika mengerutkan keningnya, Hyun ingin ke mana? "kau mau Indonesia untuk liburan? di mana?" tanya Chika lagi.


"ke rumah mu," jawab Hyun sambil mengenakan kacamata hitamnya. "너 미쳤어? lu ngapain ke rumah gue?," tanya Chika yang heran dengan isi kepala pemuda satu ini.


"Aku hanya ingin jalan-jalan ke rumah mu, kau tiap hari ke rumah ku. Masa aku tidak bisa datang ke rumah mu." jawab Hyun dengan bibir manyun.


Chika memegangi kepalanya. Dia tak habis pikir, Hyun ini goblok nya udah kelewatan kali yah.

__ADS_1


"hah...yasudah, tapi kau harus tutup mulut. Dan tak boleh berbicara banyak di depan sahabat ku nanti, ok?" Chika hanya pasrah dan tak tanu haru bilang apa lagi.


"okay," Hyun tampak sangat senang, akhirnya dia bisa liburan ke Indonesia dan tinggal di rumah Chika.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka sudah mendarat di bandara Soekarno Hatta. Chika dan Hyun tampak berdiri menunggu taksi online pesanannya dan selang beberapa menit, akhirnya taksi nya pun telah datang.


Tak jauh dari bandara, perjalanan mereka menuju rumah hanya beberapa menit saja. Chika tampak gembira bisa kembali ke kontrakan lama nya. Dia sudah membeli kontrakan itu, agar ada kenangan-kenangan dia saat berjaya nanti.


"Ini rumah kamu?," tanya Hyun yang memandangi rumah kecil milik Chika. "yahh ini kost an ku, aku tinggal berdua di sini dengan sahabat ku." jawab Chika lalu melangkah kan masuk ke dalam kost an nya, dan tiba-tiba saat dia membuka pintu.


"Surprise," tiba-tiba Rara meniupkan terompet yang mengangetkan Chika dan hampir saja terjatuh.


"Goblok, kaget gua." Chika memegangi dadanya yang hampir copot akibat teman laknat nya itu.


"hehehe sorry-sorry," Rara hanga tertawa cengengesan dengan muka tam berdosa. "Eh siapa nih?," tanya Rara melihat Hyun.


"Ini...." belum sempat Chika menjawab anak biadab satu ini main nyosor aja.


"oh gua tahu, ini pasti pacar lu kan? hayo ngaku?," Rara dengan wajah intimidasi menatap tajam kearah Chika.


"Sotoy banget lu," ucap Chika lalu menampol kepala Rara.


"Aduh buset, sakit tahu," ucap Rara sambil memegangi kepalanya. Hyun yang dari tadi hanya nyimak, tertawa melihat tingkah 2 gadis di hadapannya.


"Ini temen gua, kenalin Hyun." ucap Chika memperkenalkan Hyun. Lalu Hyun pun tersenyum kepada Rara.


"Anjir cakep benner," Rara tak henti-hentinya menatap wajah tampan Hyun. "Yaudah ambil aja," ucap Chika dengan wajah ngeledek.


"lu pikir dia barang apeh, main ngasih-ngasih aja." Rara hanya geleng-geleng kepala dengan sikap temannya yang sangat dermawan ini.


"Udah-udah gua mau istirahat dulu, capek duduk lama di pesawat." Chika berjalan masuk ke dalam kamarnya yang sudah bersih dan sepertinya di bersihkan oleh Rara.


"Eh bentar, Hyun lu di kamar nya Rara yah." Chika menunjukkan kamar Rara yang tertata rapih dengan warna pink-pink nya.


"Eh enak aja, dia di kamar lu aja," ucap Rara yang tak mau kamarnya di tinggali oleh Hyun.


"yaudah iyyah-iyyah," ucap Chika pasrah dan masuk ke kamar Rara untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2