
Keesokan harinya. Mereka bertiga joging pagi seperti kebiasaan mereka di Seoul, kecuali Rara.
"Chikkkkk, gua capek nih, orang masih ngantuk lu malah ajakin joging." Rara sedari tadi terus mengeluh, karena dia tak terbiasa joging.
"Pantes aja lu gampang sakit, tukang tidur banget lu," ucap Chika sambil berlari. "Yailah, ini tuh masa kita untuk rebahan, makan cemilan, santai-santai." Ucap Rara ngomel-ngomel.
"Gak boleh! kita harus manfaatin waktu kita dengan baik, paham!" Ucap Chika sambil terus berlari, dan Hyun yang dari tadi nyimak, hanya tertawa kecil melihat mereka berdebat.
"Eh Chik, itu apa?," tanya Hyun yang melihat gerobak penjual martabak manis. "Ohh itu, itu namanya martabak." Jawab Chika.
"Aku mau," ucap Hyun yang seperti anak kecil minta permen. "Yaudah yuk," Chika pun mau membeli martabak manis itu.
"Kang, martabak nya 3 yah," ucap Chika pada penjual martabak itu. "Oh, siap neng," ucap tukang martabak itu.
Hyun melihat cara membuat martabak dengan sangat teliti, dia bahkan tak berkedip sekali pun. "Wow, ini pasti enak," ucap Hyun yang sudah tak sabar.
"Ini neng udah jadi," ucap kang martabak, seraya memberikan nya bungkusan berisi martabak.
"Makasih kang, semuanya berapa?" tanya Chika. "Buat neng gellis, gak usah di bayar," ucap kang martabak itu.
"Chika, dia bilang apa?," tanya Hyun yang gak tahu artinya gellis. "Dia bilang, buat cewek cantik, gak usah bayar," jawab Chika.
"Eh gak usah pak, ini saya yang bayar." Ucap Hyun seraya memberikan uang 50 won. "Eh itu kebanyakan woi," ucap Rara yang melihat mata uang won.
"Ini uang apa teh?" Tanya kang martabak yang baru melihat uang won. "Ini won kang, mata uang Korea," jawab Chika.
"Ohhh, saya gak nerima uang asing mas, jadi gak usah di bayar," ucap tukang martabak itu tulus.
"Udah mang biar saya aja yang bayar, ini." Chika memberikan uang 50 puluh ribu pada tukang martabak itu.
__ADS_1
"Eh gak usah neng," ucap kang martabak menolak. "Udah mang ambil aja, kembalian nya juga ambil aja." Ucap Chika seraya mendorong kembali uang itu.
"Yasudah kami pergi dulu," ucap Chika dengan tersenyum. Hyun yang melihat Chika tersenyum pada kang martabak, memasang wajah marah nya.
"Eh Napa nih anak, kok mukanya kayak singa pen cengkram mangsanya." Ucap Rara dalam hati melihat wajah marah Hyun.
Mereka bertiga pun lanjut joging sekalian cari tempat istirahat. "Nah itu, kita di situ aja." Ucap Rara sambil lari menuju kursi panjang di bawah pohon, dan mereka berdua pun juga nyusul ke sana.
"Emmm enak banget," ucap Hyun sambil memakan martabak manis nya. "Cihh dasar, baru makan martabak aja lebay banget," ucap Rara dengan sinis.
"Udahlah Ra' wajar buat dia lebay, kan baru ngerasain makanan kita." Ucap Chika yang menurutnya wajar jika Hyun seperti itu.
"Yah itu wajar untukku, aku baru memakan makanan Indonesia, dan aku sangat cinta Indonesia." Ucap Hyun sambil mengunyah makanannya lagi.
"Hah, terserah deh," ucap Rara sambil ngunyah martabak nya juga. "Eh Ra' ntar sore kita ke pasar malam yuk." Ajak Rara, dengan wajah memelas.
"Yaudah Iyah," ucap Chika dengan wajah datar nya.
***
Sorenya pukul 16:45, mereka kini sudah berada di pasar malam. Mereka berkeliling ke sana kemari melihat-lihat.
"Wahhh, eh gua mau beli itu." Ucap Rara sambil berlari ke arah tukang gulali. Chika hanya berdiri dan menunggu Rara beli gulali, karena dia males makan gulali.
"Eh kamu gak mau beli juga?" Tanya Hyun. "Nggak males," jawab Chika dengan wajah ketus. Hyun berjalan ke tukang gulali dan membeli satu, dia di bayarin oleh Rara. Karena dia belum tukar uang won nya.
"Nih buat kamu," Hyun menyodorkan gulali itu pada Chika. "Gak, gua males makan gulali." Ucap Chika menolak.
"Yahh, kita makan nya berdua." Ucap Hyun membujuk dengan wajah memelas nya. "Yaudah Iyah," ucap Chika sambil mengambil gulali itu dan ikut memakannya.
__ADS_1
Hyun tampak tersenyum senang, dan dia juga memakan gulali itu. "Hmm katanya bukan pacar, tapi kok romantis banget," sindir Rara melihat mereka berdua.
"Romantis dar mana nye Pe'a," ucap Chika dengan wajah sinis. "Yehh gak usah ngegas kali," ucap Rara dengan memanyunkan bibirnya.
"Yaudah yuk, kita liat-liat lagi." Ucap Rara sambil berjalan dan melihat-lihat sekeliling nya. "Eh itu apa namanya?," tanya Hyun yang melihat tukang sate. "Oh itu, itu sate." Jawab Chika, sambil berjalan menuju tukang sate nya.
"Mang, sate 3 porsi" ucap Chika memesan sate, karena sate adalah makanan favoritnya. "Oh siap neng," ucap kang sate, dan dengan semangat mengipasi satenya.
Hyun terus menatap sate yang di bakar itu, dia menelan ludahnya berkali-kali, tergiur dengan sate-sate itu.
"Ini neng," kang sate itu memberikan 3 kantong plastik berisi sate dan lontong. "Makasih pak, ini uang nya." Ucap Chika seraya membayar satenya.
"Yaudah yuk, kita makan sate." Ajak Chika sambil berjalan mencari tempat duduk untuk makan.
"Wah...ini enak banget. Aku sering mendengar orang-orang bercerita tentang makanan Indonesia, dan salah satunya adalah sate. Sate ini benar-benar enak." Ucap Hyun sambil ngunyah makannya.
Chika tersenyum melihat Hyun yang benar-benar doyan makan sate. "Kau tunggu saja 3 tahun lagi, kau akan bisa memakan sate tiap hari di Seoul," ucap Chika sambil memakan sate nya.
"Hah serius??" tanya Hyun dengan muka gembiranya." "Eung, aku akan membuat produk pangan, sate itu bisa di buat di Korea dalam bentuk setengah jadi." Ucap Chika dengan wajah serius.
"Hah? Maksudnya gimana?" Tanya Rara yang tak bisa mencerna ucapan Chika. "Gua mau bikin perusahaan, yang bisa mengelola makanan Indonesia ini." Jawab Chiks dengan ketus.
"Ouh.... gitu...ok, ok gua paham." Ucap Rara sambil ngangguk-ngangguk. "Wah itu adalah impian yang sangat besar," ucap Hyun memuji impian Chika.
"Yah...maka dari itu, aku harus berjuang mati-matian untuk memujudkan nya." Ucap Chika dengan raut wajah sedikit sedih.
"Kau harus semangat, itu adalah impian yang sangat luas biasa. Rugi, jika kau tak mewujudkannya." Ucap Hyun menyemangati nya, dan Chika hanya ngangguk-ngangguk mendengar ucapan Hyun
"udah, yuk kita main permainan di sini aja," ajak Rara yang sudah selesai makan. "hmm boleh," ucap Chika setuju.
__ADS_1
"tapi lu mau main permainan apa dulu nih?," tanga Chika yang melihat banyak permainan di pasar malam ini.
"Gua mau main panah," ucap Rara dengan semangat nya. "oke, skuyyy" ucap Chika sambil menarik lengan Rara dan meninggalkan Hyun.