
Hyun berlari mengejar Chika dan Rara yang meninggalkan nya, dan pergi ke tempat permainan. Chika dan Rara kelihatan sangat gembira memainkan permainan itu, namun dari tadi belum memenangkan permainan itu.
"Yah....gak bisa Chik, ini susah banget." Rara mengeluh karena tak dapat memenangkan permainan yang saat ini dia mainin, yang tak lain adalah permainan panahan.
"Lu gampang banget putus asa, ayo sekali lagi." Ucap Chika menyemangati, dia juga belum bisa memenangkan permainan itu, tapi dia tidak pernah mengeluh.
"Sini, biar aku yang main." Hyun mengambil panah di tangan Chika, dan mulai membidik arah titik dimana dia akan menembakkan nya.
"Satu...dua...ti...ga," Hyun melepaskan panah nya, dan menuju titik merah, di bagian perut patung boneka di hadapannya, dan tepat pada sasaran. "Yuhhhuyyy, kena!" Hyun melompat-lompat saking senangnya, karena tepat sasaran.
"Anjayyy sekali doang langsung bisa," Rara tak habis pikir, dia dari tadi sudah puluhan kali mencoba, tapi tak pernah tepat sasaran. Hyun yang hanya sekali melakukannya, langsung tepat sasaran.
"Neng, mau pilih hadiah yang mana?," tanya pemilik tempat permainan itu. "Ah bukan saya yang menang in, jadi mas nya, tanya dia aja," ucap Chika menunjuk Hyun.
"Loh, enneng bukan pacar nya mas ini toh?," tanya pemilik itu lagi. "Eh, bu-bukan," ucap Chika dengan salah tingkah.
"Tidak apa-apa pak, saya memainkannya, untuk dia kok. Walaupun saya bukan pacar nya," ucap Hyun sambil tersenyum manis pada Chika.
Chika tertunduk malu, dia tak tahu harus bilang apa. Jantung nya kini berdegup kencang tak karuan. "Neng? Neng mau pilih yang mana kalo gitu?," tanya mas pemilik gerai itu.
"Mmm mana yah," Chika melihat-lihat semua boneka hadiah di sana, dan matanya tertuju pada satu boneka beruang coklat. "Ah, itu aja kang." Ucap Chika menunjuk boneka beruang itu, yang sebesar galon air. "Ini neng," mas nya pun memberikan boneka itu padamu Chika.
__ADS_1
"Puffftt, hahaha... akhirnya gua bisa tertawa lepas." Rara dengan kerasnya tertawa terbahak-bahak, mengingat kejadian tadi, yang di mana. Chika dan Hyun di kira sepasang kekasih.
"Ih apaan sih lu," muka Chika memerah karena malu akibat kejadian tadi. "Dahlah, mending lu pacaran beneran aja." Ucap Chika menggoda temannya itu.
"Nggak ah, ngapain pacaran. Abisin waktu gua," ucap Chika dengan wajah jutek nya. "Dah yuk, kita udah lama banget di sini. Gua pen pulang, pen update novel gua." Ucap Chika dengan mempercepat langkahnya, ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Eh... jangan dulu dong, gua pen naik kincir angin." Rara menarik lengan Chika agar berhenti. "Hadeh...lu sih, malah ngajak main permainan anak TK." Ucap Chika dengan muka juteknya.
"Cih, katanya permainan anak TK, tapi gak menang-menang." Sindir Rara. "Lu juga kali," balas Chika dengan mengulurkan lidah nya. "Yaudah yuk, kita naik kincir angin, abis itu pulang." Ucap Chika, lalu menarik tangan Rara.
"Silahkan naik," ucap pria yang memandu mereka, naik ke kincir angin. "Iyah pak," balas Chika dengan senyum ramah. Chika naik dan di susul oleh Hyun, ketika Rara juga ingin naik, pria tadi menahan Rara untuk tidak naik. "Maaf dek, hanya bisa dua orang." Ucap nya.
"Oh kalo gitu, saya sama dia aja." Ucap Chika yang ingin beranjak turun. "Eh-eh, gak usah pak, saya sendiri aja." Ucap Rara yang langsung lari, ke arah gerbong lain. "Rara!" Chika berteriak kesal, karena Rara pasti sengaja membiarkan dia dan Hyun berduaan saja.
"Kau kenapa?" tanya Chika pada Hyun. Terlihat mimik wajah Hyun yang seperti pucat pasih. "A-aku tidak apa-apa," jawab Hyun berbohong.
"Jangan bilang kau takut ketinggian? Tapi kau menutupi nya?" Ucap Chika curiga. "Ti-tidak, aku tak takut ketinggian." Ucap Hyun mengelak.
Chika mendekat ke arah Hyun dan memakaikan earphone bluetooth, di telinga Hyun. Hyun menatap Chika dengan wajah canggung, dia tak tahu harus mengucapkan apa.
"Apakah sudah tenang?," Tanya Chika dengan lembut. Hyun tak menjawab dan hanya mengangguk. "Kau tenang saja, kau akan baik-baik saja." Ucap Chika pada Hyun lalu dia kembali duduk di tempatnya.
__ADS_1
Entah ucapan Chika adalah sihir atau obat penenang, bagi Hyun. Hyun kini merasa tenang, dia juga sudah tak khawatir dengan ketinggian. Perlahan senyuman terukir di wajahnya, dan memandangi keindahan di hadapannya, yang tak lain adalah Chika.
Chika yang asik memandangi keindahan langit malam, tak sadar bahwa dirinya kini tengah di perhatikan oleh seseorang. "Cantik," ucap Hyun tanpa sadar. Chika menoleh ke arah nya dengan tatapan bingung, "cantik? apa yang cantik?," Tanya Chika.
"Ah-aku...maksud aku...bulan nya cantik." Ucap Hyun yang salah tingkah. "Ohhh," Chika mengangguk dan memandang bulan, yang memang benar-benar cantik.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua turun dari kincir angin. Rara ternyata sudah dari tadi turun, tapi dia tidak bilang-bilang, karena menyaksikan adegan romantis dari bawah.
"Hadeh... kalian lama banget sih di atas," ucap Rara dengan senyum yang berarti. "Itu salah mu, kau yang tak mengatakan hanya satu putaran saja." Ucap Chika dengan muka jutek.
"Udah-udah, mending kita pulang. Aku udah ngantuk," ucap Chika sambil menguap. Akhirnya mereka pun pulang kembali ke kost an mereka.
"Huahh, aku lelah sekali," ucap Chika seraya merebahkan tubuhnya. "Kau pikir, hanya kau yang merasa lelah." Balas Rara dengan wajah sinis.
"Udah ah, gua mau nulis dulu." Chika bangun dari rebahan nya dan menuju meja belajar nya. Walaupun Chika sibuk, tapi dia harus tetep, meluangkan waktunya untuk menulis lanjutan cerita nya. Jika dia tak menulis, maka tak akan ada biaya untuk hidup nya.
Hyun berjalan keluar kamar dan melihat Chika yang sudah ketiduran di mejanya, dia tersenyum melihat wajah cantik yang kelelahan milik Chika. Dia melihat jam di tangan nya, yang sudah menunjukkan pukul 12 lewat 40 menit.
Hyun yang kasihan melihat Chika tertidur seperti itu, masuk ke kamar Chika dan mengangkatnya ke kasur, tidur bersama Rara. Setelah merebahkan tubuh Chika, Hyun pergi mengambil selimut di kamar nya dan menyelimuti Chika. Setelah itu dia pun keluar dan menutup pintu kamar Chika.
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN