Pena Sang Penulis

Pena Sang Penulis
Chapter 4 Pulang


__ADS_3

"RARARAAAAAAAA" teriak Chika sambil berlari masuk ke kamar hotelnya. Rara yang tadi lagi enak-enakan ngorok, malah harus bangun dan menghadapi anak biadab ini.


"Whyyyyyy?" ucap Rara dengan sedikit kesal. "Coba tebak, gua abis ketemu sama siapa?," ucap Chika dengan jiwa yang sepertinya ingin terbang.


"Hmm Rose gitu?" tebak Rara asal-asalan. "Ih kok lu bisa tau?," ucap Chika dengan memanyunkan bibirnya, dia kira Rara bakal salah tebak.


"Hah serius??," tanya Rara dengan wajah tak percaya. "Iyyah lah, lu mau bukti?," Chika menghidupkan layar handphone nya dan terlihat, foto yang tadi dia bersama Rose, kini telah menjadi wallpaper hp nya.


"Njirr nih bukan editan kan??," tanya Rara yang benar-benar tak percaya. Dia merebut Handphone Chika dan membuka isi galeri temannya itu, dan terlihat ada juga beberapa video Boomerang Rose dengan Chika.


"Anjirrr Irwi banget gua," ucap Rara yang benar-benar iri sampai ingin menangis. "Tapi kok lu bisa ketemu sih? gimana ceritanya?," tanya Rara penasaran dengan asal mulanya Princess ketemu Jigong di hadapannya itu.


"Jadi.....gua tuh....." Chika menceritakan panjang lebar, di sertai anggukan kepala Rara berkali-kali, yang mencoba mencerna isi cerita tersebut.


"Ouh...gitu...jadi entu lukisan, lu kasih Rose lagi?," tanya Rara tak percaya, padahal Chika bela-belain tuh beli lukisan dengan harga yang mahal, sampai-sampai Rara pengen bawa in dia aja, Chika malah nolak.


"Iyah lah, demi Eonni Roje." Ucap Chika dengan santainya. "Dahlah, gua gak tau pikiran lu kyk gimana sih?," ucap Rara dengan wajah stress nya. Mengahadapi temannya, yang gila nya melebihi orang gila di seluruh muka bumi ini.


Malamnya, tepat pukul 06:30. Chika dan Rara, kini kembali duduk di depan panggung konser Black pink.


Kini sudah saatnya lagu solo member blackpink, dan sudah giliran Rose yang menyanyikan lagunya On the ground. Saat Rose lagi asyik nyanyi-nyanyi nya, dia tampak mencari seseorang di barisan penonton dan akhirnya dia menemukan orang yang dia cari itu.


Dia pun berjalan ke arahnya, dan melemparkan sesuatu ke arah salah seorang penonton, dan...gak usah di tebak lagi, pastinya yang lemparin adalah.....


"Ahhh Thankyou," ucap Chika yang sangat senang, karena secara khusus di kasih hadiah oleh bias nya. Emang dia selalu beda, biasanya kan bias yang di kasih hadiah, lah ini, malah dia yang di kasih hadiah.


Rose lalu kembali berjalan ke tengah panggung, melanjutkan lagu nya sambil ngedance.


"Looking at me, i'm never coming down,"


Chika tampak sangat gembira, karena tak sia-sia dia menghabiskan uang nya puluhan juta, dengan hasil yang memuaskan ini. Dia tampak berteriak-teriak mengikuti lirik lagu Rose dengan semangat nya.


"Every day, every night"


"I've been thinkin' back on you and I"

__ADS_1


"Every day, every night"


"I worked my whole life"


"Just to get right, just to be like"


"Look at me, I'm never comin' down"


"I worked my whole life"


"Just to get high, just to realize"


"Everything I need is on the"


"Everything I need is on the ground"


Akhirnya, konser telah selesai, dan dua sejoli itu juga telah kembali ke kamar hotel mereka. Sampai di sana, mereka tak langsung merebahkan tubuhnya, tak sama seperti kemarin.


Chika dengan semangat yang masih membara, merapikan barang-barang nya, karena besok mereka sudah harus kembali ke Indonesia. Tempat lahir mereka.


Selesai beres-beres, mereka akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.


...----------------...


Keesokan harinya. Chika dan Rara menuju bandara pada pukul 07:15, mereka dalam keadaan masih ngantuk dan mencoba untuk membuka matanya, agar masih tetap terjaga.


"Kruurrk" suara perut Rara yang kelaparan, "aduhh Chik, gua laper nih." Ucap Rara sambil memegangi perutnya. "Yailah lu sabar napa, kita makan di pesawat aja deh," ucap Chika yang tak mau repot.


"Kalo kita singgah makan lagi, bisa-bisa nieh, kita ketinggalan pesawat. Mau lu terbang pake sayap, ke Indonesia." Ucap Chika yang masih dalam keadaan ngantuk.


"Yehh, boro-boro terbang pake sayap, sayap gua aja kagak ada." Seru Rara dengan wajah cemberut. Supir taksi yang membawa mereka hanya geleng-geleng kepala, mendengar percakapan mereka.


Sesampainya di bandara, Rara tampak mondar-mandir gak karuan, karena kebelet pipis. "Eh tuh, tuh, tanyain sana, toilet nya di mana," ucap Rara melihat awak pesawat berjalan.


"Eh mbak, mbak, toilet nya di mana yah?," tanya Chika pada mba pramugari. "Oh toiletnya ada di sebelah sana," ucap mba pramugari itu menunjukkan jalan.

__ADS_1


"Oh makasih," ucap Chika berterima kasih lalu menarik tangan Rara ikut dengan nya.


"Tuh WC, sana gih lu," ucap Chika pada Rara. Rara yang sudah kebelet pipis, langsung cuss masuk kamar mandi.


Chika berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggu Rara yang sangat lama. Tapi tiba-tiba, dia mendengar suara yang tampak tak asing baginya.


"Sorry the VVIP toilet is currently out of order, so you will have to use the public toilet for the time being."


"Oh yeah, it's okay, Jen, you just come in, I'll wait here."


"Okay,"


"Loh, kok suaranya gak asing yah?" gumam Chika saat mendengar suara percakapan itu. Dan tiba-tiba dari belakangnya lewat seorang gadis memakai masker dan juga kacamata di sampingnya.


"Who's that's?," gumam Chika, dia sepertinya mengenal sosok orang itu.


"Hei girls," ucap seseorang dari belakang sambil menepuk pundak Chika. Chika berbalik, dan tak di sangka-sangka, orang yang menepuknya ialah Rose.


"Oh my gosh, Rosie? How did you get here?," tanya Chika tak percaya seorang idol K-Pop berada di WC umum.


"The VVIP toilet was broken, so I took Jennie to a public toilet. How about you?" tanya Rose ramah. "Ah I.... escorted my friend too, he was inside. Soon we will be leaving." Jawab Chika sambil tersenyum. "Wow, you want to go to Indonesian?" Tanga Rose lagi.


"Hmmm yeah," jawab Chika seraya mengangguk.


"Aigoo, you're not going to watch my concert again? tanya Rose dengan wajah sedih. "No, there will be school exams soon, I have to come to school."


"Oh like that, alright. Take care on the way, and don't forget to send me your other novels." Ucap Rose dengan senyuman manis nya.


"Hmm yeah," ucap Rara seraya mengangguk. Wahh bestian nih wkwk.


Rara dan Jennie, sudah keluar dari kamar mandi bersamaan. Terlihat wajah bahagia Rara yang tak bisa terlukiskan lagi. Mereka berempat pun berpisah dan saling melambaikan tangan.


"Bayyy Roseee," ucap Chika berteriak sambil melambaikan tangannya. Rose juga melambaikan tangannya seraya tersenyum pada Chika.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like

__ADS_1


Komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen


__ADS_2