
Esoknya. "Hah~aku bingung Chik," Rara menghela nafas berat sambil menjemur pakaian nya. "Bingung kenapa?,' tanya Chika. "Gua bingung harus jujur apa nggak," jawab Rara dengan wajah murung.
Chika mengerutkan keningnya, menatap wajah sahabat nya itu, yang sepertinya dia sedang memiliki masalah. "Memangnya tentang apa?" tanya Chika, yang merupakan gadis paling peka.
"Papah aku kan nyuruh kuliah ambil jurusan kedokteran, tapi aku malah ambil jurusan desain. Aku tuh cita-cita nya pen jadi disainer, bukan jadi dokter." Ucap Rara yang terlihat sangat tertekan.
"Hmm iyyah juga sih, yah kali ada disainer jurusan kedokteran. Kalo ada sih...yah mungkin itu cuman ellu." Ucap Chika yang tertawa kecil di akhir kalimat nya.
"Ihh, lu malah ngeledek" Rara yang ngelihat Chika tertawa, malah membuat jadi kesal. "Hehe maaf-maaf. Tapi menurut gua sih, lu lebih baik jujur aja." Usul Chika.
"Gampang lu ngomong. Mau lu, gua gak bakal di kasih duit lagi. Lu mah beda, duit sendiri. Gua masih beban orang tua." Ucap Rara dengan menghela nafas.
"Hmm iyyah sih. gua udah tau, papah lu bakalan nolak keinginan lu." Uca Chika dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Nah tuh, Luh tau." Balas Rara dengan wajah sinis. "Heheh, lu yang sabar aje. Kenapa lu kerja paruh waktu aja?" Usul Chika.
"Hmm iyyah juga sih, gua sebenarnya udah mikir tentang itu." Ucap Rara.
"Ah masa sih, gua gak percaya." Ucap Chika dengan senyuman jahil nya.
"Ihhh, yaudah kalo gak percaya." Ucap Rara dengan muka jutek.
Hyun yang dari tadi nyimak, hanya tertawa kecil melihat mereka yang saling dorong-dorongan.
***
Malamnya. Hyun, Chika, dan Rara pergi ke Mall, untuk berbelanja. Entah mereka belanja apa, mereka hanya ingin mencari sesuatu untuk di jadikan oleh-oleh buat temen mereka.
"Eh itu kayaknya bagus deh Chik," ucap Rara menunjuk sebuah gantungan kunci berbentuk Monas.
"Nggak ah, itu mah kolot banget. Gua pengen yang benar-benar, sesuatu yang bisa kita banggain nanti." Ucap Chika tak tertarik dengan gantungan kunci itu.
"Terus...apa dong? Dari tadi, kita cuman muter-muter doang." Keluh Rara.
__ADS_1
"Yailah, baru juga keliling mall. Gimana, kalo udah keliling dunia?" Seru Chika pada Rara
"Yah, itu maha beda." Balas Rara dengan memanyunkan bibirnya.
"Eh gimana kalo pakaian aja? Bukannya kain Indonesia itu bagus-bagus yah? Eh, aku juga inget. Temen aku pesen oleh-oleh baju batik." Usul Hyun pada mereka.
"Eh iyahh, lu bener. Kok gak kepikiran yah? Yaudah yuk kita cari baju batik." Ajak Chika, lalu berjalan ke tempat pakaian.
"Permisi mbak. Tempat baju model batik, di mana yah? " Tanya Chika pada seorang wanita resepsionis.
"Oh, baju batik? Di sebelah sini kak." Ucap wanita itu menunjukkan arah.
"Oh Iyah, makasih kak." Ucap Chika, lalu menuju ke tempat yang wanita itu tadi tunjukkan. Rara dan Hyun hanya ngekor, ikutin kemana Chika pergi.
"Wahhh cantik-cantik banget." Seru Rara melihat banyak sekali baju model batik, yang tersusun rapih dan sangat cantik.
"Iyyah Ra' andai gua punya duit banyak, gua pen beli semua" seru Chika yang ikut terpukau dengan kecantikan desain baju batik itu.
"Eh kita kesana yuk," aja Rara lalu menarik lengan Chika.
"Hyun! Sini deh." Panggil Chika. Hyun pun berjalan ke arah Chika yang tengah berada di baju-baju khusus pria.
"Ada apa?" Tanya Hyun ketika sudah sampai di dekat Chika. "Bagiamana menurut mu dengan baju ini? Sepertinya ini cocok dengan mu." Ucap Chika, lalu mengambil baju itu dan menilai nya dengan badan Hyun.
Hyun terdiam, dengan wajah yang memerah. Dia jadi salting, karena Chika mencarikan baju untuk nya. Sudah seperti suami istri saja, haha."
"Emm, menurut ku, itu... keren. Asalkan kau yang memilih nya." Ucap Hyun malu-malu.
"Hmm?" Chika tak dapat mencerna kata-kata Hyun dengan jelas, dan hanya mengangguk-angguk saja.
"Ohh. Yaudah, aku beliin kamu yah" ucap Chika lalu meletakkan nya kedalam keranjang, yang di dorong oleh Hyun.
Hyun hanya tersenyum, dan menatap Chika yang masih lanjut milih-milih baju buat Hyun.
__ADS_1
"Hmm, ini bagus gak menurut kamu?" Tanya Chika seraya memperlihatkan baju wanita yang menurut dia bagus.
"Cantik," ucap Hyun, dia tak melihat baju. Tetapi dia malah hanya melihat wajah Chika.
"Hei...aku bertanya bagus atau tidak. Bukan cantik atau tidak." Ucap Chika lalu meletakkan baju yang di tadi pegang ke dalam keranjang.
"Sudah lah...kau pasti tak mengerti dengan model baju wanita." Ucap Chika lalu lanjut mencari baju yang lain.
Hyun juga tak hanya diam, dia mencari baju untuk Chika. Dia membolak-balik baju untuk melihat baju itu, cocok dengan Chika atau tidak.
"Chika! Sepertinya ini cantik untuk mu." Ucap Hyun, lalu menyodorkan nya ke Chika.
"Hmm yah, ini benar-benar cantik. Selera mu bagus juga." Ucap Chika yang suka dengan baju pilihan Hyun.
"Eh, ini udah jam 10 nih, kita pulang yuk." Ucap Rara yang sudah puas berbelanja.
"Yaudah yuk," ucap Chika.
"Mbak, yang ini di pisah yah." Ucap Chika memisahkan pakaiannya, dengan pakaian Rara. "Ouh baik nona," ucap wanita yang menjaga kasir.
"Mau bayar pakai debit?" Tanya wanita itu. "Iyah, saya yang akan membayar nya." Ucap Hyun lalu dengan sigap memberikan kartunya.
"Eh, aku aja." Ucap Chika, tapi kartu Hyun sudah selesai di gesek. "Maaf nona, pembayaran sudah selesai." Ucap wanita itu, lalu mengembalikan kartu milik Hyun.
"Udah, biar aku aja." Ucap Hyun lalu tersenyum pada Chika. "Huh, nanti aku ganti." Ucap Chika yang tan terima.
Entah mengapa, Chika tidak mau di bayarin sama Hyun. "Udahlah Hyun, dia orangnya, emang gak mau di bayarin cowok." Seru Rara sambil jalan menyusl Chika yang sudah di depan.
"Hmm mengapa dia tidak mau yah?" Gumam Hyun, lalu menyusul mereka berdua.
saya janji bakal like dan komen novel ini.
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW