Pena Sang Penulis

Pena Sang Penulis
Chapter 3 KETEMU ROSE


__ADS_3

Keesokan paginya, Rara dan Chika pergi jalan-jalan ke sebuah tempat pameran, ada lukisan, candi dan banyak lagi.


Chika sangat tertarik dengan yang ginian, berbeda dengan Rara yang hanya ikut saja, dari pada di hotel gak tau mau ngapain.


Chika tampak sangat senang berkeliling dan melihat barang-barang di sana, dia juga tak lupa membeli beberapa barang-barang.


"Wow sangat indah," ucap Chika mengagummi sebuah lukisan coretan. Rara yang melihat lukisan itu terheran-heran, dari mana Chika bilang lukisan ini cantik, yang dia lihat hanya sebuah coretan saja.


"Eh bara kuda, cantik dari mananye nih lukisan, yang gua liat, cuman coretan-coretan." Ucap Rara merendahkan lukisan itu.


"Mata lu tuh yang katarak, lu gak liat tuh rubah ngelindungin anak nya, mana cantik banget lagi rubah nya." Ucap Chika yang masih terkagum-kagum.


Rara memicingkan matanya, melihat dengan teliti, dan beberapa saat kemudian dia pun mengangguk-angguk. Sekarang dia sudah melihat gambar nya dengan jelas.


"Hebat emang, nih anak. Baru sebentar dia liat, udah paham ama gambar nya." Seru Rara dalam hati.


"Permisi kak, saya beli lukisan ini yah," ucap Chika dengan senyum ramah.


"Oh baik," jawab penjual itu.


Rara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, "nih anak cuman kemari beli perabotan atau nonton konser gak sih?," ucap Rara dalam hati yang mengomel-ngomel.


Kini sudah pukul 12 siang, Chika dan Rara, makan siang di sebuah restoran dekat dengan hotel mereka. Mereka tak makan di hotel, karena mereka ingin mencoba makanan khas Singapore.


Setelah makan siang, mereka pun kembali ke hotel mereka untuk istirahat. "Eh Ra' lu ke kamar duluan aja deh, gua mau jalan-jalan bentar." Ucap Chika sambil berjalan meninggalkan Rara yang hanya mengangguk.


Chika berjalan-jalan di sekitar kamar hotel, sambil membawa lukisan yang tadi dia beli. Dia tidak menitip nya ke Rara, karena takut rusak, dia sangat sayang dengan lukisan itu. Rara hanya membawa beberapa barang-barang dia tadi.


"Wahh gilak, indah banget," ucap Chika sambil melihat ke sebuah taman. Matanya berhenti di sebuah titik, dimana ada seseorang, yang duduk di taman itu dengan memegang sebuah buku nya.


Chika memicingkan matanya, dan memastikan bahwa buku itu adalah bukunya. "Hmm kok buku gua ada di Singapore? gua kan gak ekspor ke sini?," gumam Chika heran.

__ADS_1


Dia pun turun dan menuju taman menghampiri orang tersebut, dan betapa kagetnya orang yang memegang tersebut adalah.....hayo tebak siapa?


"Roseeeee," teriak Chika saking kagetnya, dia sekarang sesak nafas dan tak dapat berkata apa-apa lagi. Dia langsung menutup mulutnya, agar Rose tak terganggu oleh nya.


Tapi Rose gak budek, teriakan Chika yang gedek nya minta ampun, orang Turki aja nieh, pasti bisa denger tuh suara'nye. Rose berbalik mencari sumber suara tadi, dan melihat Chika yang udah kayak patung gak bergerak sama sekali.


Rose tersenyum ke arah nya, dengan kacamata hitam, dan juga topi hitam miliknya. Chika yang di berikan senyuman manis itu, langsung mati di tempat. Yah nggak lah, yah kali pemeran utama mati. Chika sempat tak bernafas, dan setelah itu dia menepuk pipi nya, sampai membuat Rose tertawa kecil karena nya.


Chika memberanikan diri untuk mendekat, tapi bodyguard Rose, sudah siap ancang-ancang untuk menghalanginya. Rose memberikan kode pada bodyguard agar membiarkan Chika mendekat, dan dengan antusias Chika berjala pelan ke Arah Rose.


"Ro-rose, annyeong" ucap Chika dengan gugup. Rose tersenyum kepada nya dan mengangguk.


"Hai...what is your name?," tanya Rose dengan ramah nya. Chika gemetaran dan sulit untuk berbicara dengan Rose.


"Em-my, my name is Chika," jawab Chika dengan gugup.


"Ouh, where you from?," tanya Rose lagi.


"Wow thankyou," ucap Rose berterima kasih padanya, dan Chika hanya senyum-senyum salah tingkah.


"What that's?" tanya Rose menunjuk lukisan di tangan Chika.


"Ah, this is a painting," jawab Chika seraya tersenyum.


"I can see it?," tanya Rose dengan senyum ramah.


"sure," balas Chika, lalu memberikan lukisan tersebut.


Rose melihat lukisan itu dengan wajah kagum, sepertinya Rose juga memahami isi lukisan itu. "Wow, so beautiful," ucap Rose memuji lukisan itu.


"You can have it," ucap Chika tanpa ragu, padahal dia sangat menyukai lukisan itu.

__ADS_1


"Oh really? Thankyou." Ucap Rose berterima kasih.


"Hmm how did you know it was me?," tanya Rose penasaran, karena menurutnya dia berpakaian kasual agar tak terlalu mencolok, dan juga kacamata dengan topi nya agar tak di kenali.


"I didn't think it was you either, I was just curious who read that book," jawab Chika malu-malu, takut salah ngomong, karena dia kurang mahir bahasa Inggris.


"Ouh this book, was it you who gave me last night?" tanya Rose memastikan, Chika tak menjawab dan hanya mengangguk salting.


"Wow this book is very good, I really like it, thank you for writing book about me." Ucap Rose tulus, berterima kasih kepada nya.


Chika heran, mengapa Rose tahu dia yang menulis nya, padahal dia menggunakan nama samaran. "How do you know?" tanya Chika.


"I know from the way you look at this book, the maker, one look will recognize it. Just as you see this book," jawab Rose. Chika mengangguk paham, alasan bagaimana bisa Rose mengetahuinya.


"You don't want to take pictures?" tawar Rose, agak beda emang, biasanya kan fans yang minta foto, lah ini idola yang minta foto wkwk, yah gitu deh kalo ngarang.


"Can?," tanya Chika memastikan, Rose hanya tersenyum dan mengangguk.


Setelah berfoto-foto, mereka pun saling mengobrol satu sama lain. Chika yang tadinya canggung, sekarang malah seperti mengobrol dengan teman dekat nya.


Dan Rose juga sangat asik bercerita, mungkin karena memang cocok jadi besti kali yah.


Bodyguard Rose yang sedari tadi siap siaga, eh sekarang malah hanya geleng-geleng kepala mendengar percakapan mereka berdua.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like


Komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen


Follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow follow


Maaf yah kalo ada salah ketikan, dan juga bahasa Inggris nya, soalnya author cuman pame translate guys huhuhu, mohon di maklumi. karena saya hanyalah manusia biasa, dan tak luput dari kesalahan 😇🙏

__ADS_1


__ADS_2