
"Yeah! Boombayah, tet Tededet, tededededet." Chika berjoget-joget di atas kasurnya, seraya melompat-lompat. Yah... begitu lah dia, hidup sendiri memberikannya kebebasan, ingin melakukan apa saja.
Chika tinggal di kost an sendirian, karena menurutnya tinggal sendiri itu menyenangkan. Hidup tanpa aturan, dan gak ada yang bakal ngomelin dia tiap hari.
Di umur dia yang sudah menginjak 17 tahun, dia sudah mulai bisa mengatur hidupnya sendiri. Chika yang seorang penulis, mendapatkan gaji yang sudah terbilang lumayan, memilih untuk menghidupi dirinya sendiri, dan tak ingin bergantung dengan orang lain.
Bergantung dengan orang lain, berarti harus mengikuti peraturan orang tersebut, dia juga sudah capek, ketika meminta sesuatu pasti dia harus mendapatkan omelan dulu, baru dapat yang dia mau.
Sekarang sudah beda, dia punya uang sendiri, tempat tinggal sendiri, dan juga sudah bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Aduh...lapar, hmm masak apa yah? gimana kalo nasi goreng aja? dingin-dingin gini enak kali yah," gumam Chika, lalu beranjak turun dari kasurnya.
"Wihh bahan-bahan dah lengkap juga nih, tapi gak enak kalo makan sendiri. Gua panggil Rara ah," Chika membuka handphone nya dan menscrool nama kontak di hp nya mencari nama Rara.
⚫ Anak Laknat💩 🎥 📞
^^^Woi ra' lu lagi ngapain?^^^
gak ada
emang napa?
^^^Lu ke kost gua aja,^^^
^^^gua masak nasgor nih.^^^
^^^Gak enak kalo makan sendiri^^^
Oh ok, gua otw
Chika tersenyum melihat balasan Rara, kalo soal makanan dia memang yang paling tercepat. Chika mulai memotong-motong bahan yang di perlukan, dan memasukkan semuanya ke dalam wajan lalu mengaduk-aduk nya hingga matang, pas dengan waktu sampai nya Rara.
"Hai girls, i'm coming," teriak Rara yang main nyelonong masuk. "Yehh ellu, main masuk aja," ucap Chika dengan muka kesal, karena temannya yang satu ini tidak mengerti adab.
__ADS_1
"Yailah, salah ellu, pintu gak di kunci," ucap Rara yang tak ingin di salahkan.
"Yaudah-yaudah, nih nasi goreng gue udah masak, skuy kita makan," ajak Chika dengan suasana hati yang senang.
"Yuk skuyyy," seru Rara tak kalah senang nya.
"Emm nyam-nyam, Chik, enak gak tinggal sendiri?," tanya Rara sambil mengunyah makanannya. "Hmm iyyah, mayan, gua jadi bebas," jawab Chika sambil menikmati makanan nya.
"Wihh...gua juga mau dong, gimana kalo kita tinggal bareng aja, berdua," usul Rara dengan antusias.
"Enak aja, tapi bagus juga sih, yang penting biaya kost, kita bagi dua ok?," jawab Chika yang setuju dengan usulan Rara.
"Ok, gua maok," seru Rara setuju.
"Fiks....gua punya tetangga anjayyy." Ucap Chika dengan bahagia nya. Kebetulan kost an Chika punya 2 kamar, dan kost nya juga cukup luas.
"Jadi kapan nih gua bisa pindah ke sini?," tanya Rara, karena tidak mungkin dia langsung pindah kemari, dia punya banyak barang-barang yang wajib dia harus bawa.
"Hmm iyah, kebetulan besok, papah gua juga nyewa pick up, karena barang-barang di rumah nenek gua masih ada." Ucap Rara setuju.
...----------------...
Satu Minggu kemudian. Chika dan Rara akhirnya berangkat ke Singapore, demi nonton konser black pink di sana, karena saat mereka konser di JKT, mereka tak sempat membeli tiket karena lagi bokek.
Dan kini mereka sudah mempunyai uang banyak, hasil dari nabung 2 bulan. Chika yang punya lebih banyak duit, bayarin tiket pesawat Rara pulang balik.
Uang Chika lebih banyak, karena bonus gaji nya lagi banyak, dan cukup untuk beli tiket bolak-balik ke Singapore, plus beli tiket konser black pink.
"Wahhh Ra... akhirnya, kita bisa nonton konser BP jugaaaaa," ucap Chika dengan rasa syukur nya. "Iyah Chick, gua gak nyangka bisa nonton konser Black pink, abis itu di Singapore lagi. Sumpah gua seneng banget." Ucap Rara yang juga tak kalah bersyukur nya.
Jam pukul lima sore, kini mereka sudah stand by di lokasi konser, sebenarnya jam konser nya pukul 7, tapi mereka nya aja yang semangat nonton nya menggebu-gebu.
Mereka duduk di kursi paling depan tempat VVIP, Rara sangat senang karena akhirnya dia bisa duduk di kursi terdepan menonton konser idolanya yaitu Jennie Blackpink.
__ADS_1
Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, sekarang sudah tampak empat member Blackpink berjalan di atas panggung sambil menyanyikan lagu Tally.
"I say ***** it* when I fell it"
'cause no-one's keeping tally, I do what I want with who I like, I ain't gon conceal it....."
Di saat Rose berjalan dekat dengan jarak Chika saat ini, Chika tampak berteriak dan menyodorkan sebuah buku untuk Rose. "Ojeeeeh here....." teriak Chika, saking kerasnya teriakan itu, Rose mendengar nya lalu tersenyum dan mengambil buku tersebut.
"Aaaaaaah Rose ambil buku akuuuuuuuu" teriak Chika sambil lompat-lompat saking gembiranya. "Anjirrr gua iriiii, kok lu kasih buku sih bukan boneka?," tanya Rara, karena Chika agak laen.
"Iyyah dong, itu buku, bukan sembarang buku," ucap Chika dengan senyum gembiranya. "Emang itu buku apa?" tanya Rara penasaran.
"Goblok lu, gua kan penulis, tentunya itu buku novel gua taek," jawab Chika dengan sedikit kesal karena temannya yang satu ini sangat lalot pemikiran nya. "Oh iyyah yak, aaaaah beruntung banget, tapi emang tuh novel pake bahasa apa anjir?,"
"Bahasa indo, yah kali, bahasa Inggris lah o'on. Novel gua kan udah sampai ke luar negri pe'a, jadi gua pake bahasa Inggris, ada juga yang Korea." Jawab Chika panjang lebar.
"Wanjayyy keren," ucap Rara memuji temannya itu.
"Iyyyah dongggg, Chika, awokawok," Chika tertawa, karena tanpa sadar memuji dirinya sendiri.
Mereka kembali fokus nonton konser, sambil bernyanyi mengikuti lirik lagu yang dinyanyikan Blackpink ke dua, berjudul Love sick Girls.
"Huh....puas banget aniirrr," ucap Rara menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk. "Iyyah, gua seneng bangettttt," ucap Chika yang juga ikut menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.
"Eh btw, menurut lu....Rose bakal baca gak sih? Novel gua?," tanya Chika meminta pendapat Rara. "Hmm menurut gua sih, pastinya, soalnya tadi gua liat, pas Rose baca judul bukunya, dia langsung kasih asisten nya buat di simpen," ucap Rara memberi pendapat.
"Serius buat di simpen? bukan di buang kan?," ucap Chika yang kurang percaya diri, dia takut Rose tak menyukai karyanya.
"Udah...lu santai aja, gua yakin kok. Pasti tuh sekarang Rose lagi balik-balik buku lu. Positif thinking aja," ucap Rara menyemangati temannya.
"Hmm iyyah, mudah-mudahan aja," ucap Chika dengan wajah pasrah.
"Yaudah yuk, istirahat aja, gua capek banget sumpah." Ucap Rara dengan wajah lelahnya, dan Chika hanya mengangguki nya.
__ADS_1