Penakluk Hati CEO Playboy

Penakluk Hati CEO Playboy
PHCP Bab - 33


__ADS_3

"Loh kau kenapa malah babak belur seperti ini? Kau gagal membawa istrimu pulang?" Tanya Isabel pada Alvino.


"Ya seperti yang kau lihat sekarang. Alika tidak mau kembali rujuk denganku. Sepertinya dia sudah dipengaruhi oleh pria sok cool itu." Jawab Alvino


"Danish itu memang cool. Dia juga Lebih tampan darimu." Ucap Isabel malah merendahkan Alvino.


"Arrgh, kau malah membuatku kesal saja. Bagaimana bisa kita bekerjasama jika kau saja malah menghinaku seperti itu." Ucap Alvino merasa kesal.


"Ck,, begitu saja kau baper sekali. Tapi itu memang kenyataannya. Ah sudahlah ini bukan saatnya kita berdebat. Kita harus menemukan cara agar perceraianmu batal." Ucap Isabel mengingatkan kembali tujuan awal mereka.


Memang mereka baru saja berkenalan. Tapi saat ini mereka sudah menjadi tim untuk mendapatkan pujaan hati masing-masing. Isabel lah yang memberitahu informasi tentang Alika yang tinggal satu komplek dengan Danish.


Awal perkenalan mereka adalah saat Alvino menyerempet Isabel yang tengah menyebrang. Sebagai pertanggung jawaban Alvino membawa Isabel ke rumah sakit. Saat di mobil tak sengaja Isabel melihat selembar foto pernikahan Alvino dan Alika. Dari sana lah dia mulai mengetahui masalah rumah tangga Alika. Dialah yang juga mengajak Alvino bekerjasama.


"Dari mengancam paman Brata sudah kulakukan, ku pikir itu cara paling ampuh. Tapi ternyata tidak. Paman Brata malah berkata ingin melapor pada mama. Bisa habis nanti aku. Tau ah aku sangat pusing." Ucap Alvino


"Berfikirnya nanti saja, aku ngeri melihat wajahmu yang seperti itu. Karena aku baik hati, aku akan mengobatinya. Tunggu sebentar aku ambil kotak p3k di mobil." Ucap Isabel


Setelah mengambil kotak p3k, wanita yang selalu berpakaian seksi itu mengobati luka di wajah Alvino. Karena rasanya sangat perih Alvino mencengkram erat tangan Isabel yang sedang mengobatinya.


"Ihh jangan di cengkram dong ntar lecet tanganku." Protes Isabel tapi tetap tidak berhenti mengobati.


"Aw.. Aw sudah, sudah, perih banget rasanya." Pinta Alvino yang merasa kesakitan.


"Ck,, apaan sih. Kau pria kan, cemen banget gini aja sakit. Tahan sebentar, dikit lagi ini." Ucap Isabel


"Gimana nggak sakit, kau saja kasar sekali mengobatinya." Protes Alvino lagi,


"Diam dulu ah!" Seru Isabel dengan tetap fokus mengobati luka Alvino. Mereka sudah tidak berjarak lagi. Bahkan wajah mereka juga berdekatan.


Tiba-tiba saja seseorang menjambak rambut Isabel. Otomatis Isabel tertarik ke belakang dan berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Astaga Violla lepaskan. Apa-apaan kamu ini?" Teriak Alvino sambil menyelamatkan Isabel.


Plak ...


Sebuah tamparan mendarat di pipi Isabel. Belum juga hilang sakit di kepala akibat tarikan keras Violla, malah ditambah lagi dengan tamparan. Tapi bukan Isabel namanya jika tidak membalasnya.


Plak ....


Tamparan lebih keras di daratkan di pipi mulus Violla. Dengan tatapan penuh amarah Violla ingin kembali menampar wanita yang dia kira sebagai selingkuhan Alvino. Tapi tangannya di cegah oleh Alvino.


"Kamu itu apa-apaan sih, kenapa menampar sembarangan begitu?" Tanya Alvino dengan ekspresi kesalnya.


"Kamu yang apa-apaan, oh jadi begini kelakuan kamu di belakang aku. Jadi wanita berbaju kurang bahan ini yang membuat mu malas denganku." Ucap Violla yang memposisikan Isabel sebagai selingkuhan Alvino.


"Hei jaga bicaramu itu ya, kau itu tidak tahu fashion? Dasar kampungan. Ini baju dari butik mahal. Kau belum tentu mampu membelinya." Ucap Isabel merasa tidak terima bajunya di sebut kurang bahan.


"Palingan juga lima ratus ribu dapat selusin. Pelakor sepertimu memakai baju ratusan juta sekalipun akan tetap bernilai murah." Hardik Violla pada Isabel


"Enteng banget tuh mulut nuduh aku pelakor. Kau ini memang minta di gampar ya," Isabel melayangkan tangannya akan menampar Violla tapi segera di lerai oleh Alvino.


"Sudah jangan bertengkar. Isabel lebih baik kau pergi saja nanti aku hubungi lagi." Ucap Alvino, akhirnya Isabel pun pergi.


"Hei pelakor mau kemana, kau nggak akan bisa kabur dariku!" Teriak Violla ingin mengejar Isabel tapi tangannya di pegang kuat oleh Alvino. "Kamu kenapa menghalangiku sih, benar kan dia selingkuhan kamu?" Tanya Violla dengan tatapan tajam.


"Bukan, kamu itu jangan asal nuduh sembarangan. Lagipula aku tidak berselingkuh." Jawab Alvino dengan entengnya.


"Hah..aha. nggak usah berkelit kamu vin, kamu melindungi dia karena dia selingkuhanmu kan!" Ucap Violla dengan senyum kakunya.


"Aku tidak berselingkuh. Dia hanya rekan kerjaku. Kamu yang sudah berselingkuh di belakangku. Aku memang bodoh sudah membuang Alika demi kembali dengan wanita kotor sepertimu!" Seru Alvino


"Kamu hanya salah paham sayang, aku tidak berselingkuh." Ucap Violla menyangkal fakta yang sudah diketahui oleh Alvino.

__ADS_1


"Salah paham kamu bilang? Aku sudah melihat sendiri kamu masuk ke kamar hotel bersama pria tua bangka itu!" Ucap Alvino dengan penuh amarah. "Kemarin aku masih baik padamu, tapi sekarang sudah cukup. Kemasi seluruh barangmu dari dalam rumahku. Pernikahan kita batal. Aku akan kembali rujuk dengan Alika." Tegas Alvino


"Tidak sayang, tidak. Kamu tidak boleh melakukan itu. Aku sangat mencintaimu. Kamu hanya salah paham." Ucap Violla seraya menarik-narik tangan Alvino untuk memohon.


"Keputusanku sudah bulat. Anggap saja aku juga pelangganmu. Aku sudah membayarmu mahal juga. Jadi aku rasa cukup." Ucap Alvino tanpa menatap Violla. Dia mengibaskan tangannya dan melangkah pergi. "Saat aku kembali ke rumah, aku harap sudah tidak lagi melihat barang-barangmu." Imbuh Alvino sebelum pergi.


"Aaaarkkh.. Sialan!" Teriak Violla merasa sangat kesal.


"Kalau tidak bersama Alvino akan jadi apa aku nantinya. Kenapa Alvino harus tahu tentang semua ini, kan jadinya kacau." Gerutu Violla


"Tidak akan ku biarkan Alvino kembali bersama wanita kampungan itu! Tidak semudah itu membuangku Alvino." Violla tersenyum penuh arti.


...****************...


Danish terkena omelan dari papanya karena berkelahi dengan suami Alika.


"Untuk apa kamu berkelahi dengan suami Alika? Jika memang mereka ingin rujuk, kamu harus ikhlas Danish." Ucap Bima


"Aduh papa, kan sudah ku jelaskan. Alika itu tidak mau rujuk dengan suaminya. Aku berkelahi dengannya karena dia yang mulai dulu." Ucap Danish


"Dia tidak mungkin memukulmu jika kamu tidak memancingnya." Ucap Bima dengan nada tinggi.


"Ah papa kenapa sih, kok malah menyalahkan aku. Aku itu hanya melindungi Alika. Aku masih tahu batasan kok." Ucap Danish


"Iya pah jangan salahin kak Danish. Aku juga tahu kok kalau mbak Alika itu enggak mau rujuk dengan suaminya lagi." Sahut Jenny membela Danish.


"Sudahlah mas jangan hakimi Danish terus. Aku yakin dia masih tahu batasannya kok." Ucap Vella sembari mengusap-usap pundak suaminya.


"Baiklah, tapi ingat jika mereka memang kembali rujuk kamu tidak boleh menghalanginya." Ucap Bima berpesan pada putranya.


Danish hanya mengangguk dengan ekspresi datar. Dia berharap itu semua tidak akan terjadi. Dialah yang akan menjadi pengganti Alvino sebagai suami Alika suatu saat nanti.

__ADS_1


__ADS_2