PENANTIAN KU MENJADI SAKIT HATIKU

PENANTIAN KU MENJADI SAKIT HATIKU
pernikahan


__ADS_3

seharian tia tidak masuk kerumah sakit untuk bekerja tia sibuk membantu mamah nya untuk persiapan acara pernikaha yang tinggal berapa hari lagi.


"mah, udah siap kan tia mau pamit yha mah mau tempat aris ". ucap tia yang sudah rapi mau pergi.


"hmm... baiklah hati hati". ucap mamah masih sibuk dengan buku yang di pegangnya.


tia pun pergi keperusahan aris untuk membicararan soal pernikahan yang menyebalkan baginya.


tok.. tok.. tok..


"masuk". kata aris sedikit teriak sambil berkutik dengan komputerny


clekk


tia masuk dan menutup kembali pintunya, tia duduk di sofa sambil menungguh aris selesaikan pekerjaannya.


"ris gue mau ngomong sama loh ni". ucap tia kesel melihat aris yanh sibuk dengan perkerjaanya.


"loh mau bicara soal apa lagi". tanya aris tampah menatap tia


"cihh.. ris gue di sini bukan di komputer loh". ucap tia cemberut


"bilang aja loh iri sama komputer". ucap aris sinis


"bodoh ah". ucap tia malas berdebat dengan aris


aris langsung menutup lettopnya dan menujuh ke tia yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


"loh mau bicara apa?". tanya aris yang sudah duduk di samping tia


"gue mau bahas soal pernikahan kita". jawab tia lesu


".hufff... mau loh gimana lagi keputusan orang tua kita gak bisa di cabut gugat". ucap aris pusing memikirkan soal pernikahan


"cih omongang loh kayaj di pengandilan aja". sahut tia


"hehehe gimana lagi coba". ucap aris sambil gaya berpikir sebenarnya tidak memikirkan apa apa.


"alah gaya muh ris sok mikir". ucap tia kesal dia tahu asal bulus aris.


" hehehe kelihatan banget bohongan gue". ucap aris cengegesan


"jadi gimana ni". tanya tia


"emang susah nya apaan sih menikah gitu doang kali , emang eloh pikirkan tentang apa nya tentang kewajiban jadi istri ,eloh kerjakan aja sebagaimana jadi istri beres kan". ucap aris tampah dosa


"tapi ris kalau kita nikah gimana dengan rumah tanggah kita tampah dasarin dari cinta, pernikahan bukan lah mainan". ucap tia sedih dia tidak mau rumah tanggah nya hancur .


"eloh gak usah risau, gue yakin seiring jalan waktu cinta akan tumbuh diantara kita". ucap aris berdiri menuju dinding kaca melihat pemandangan kota jakarta.


"tapi ris". ucapan tia di potong langsung oleh aris


"tia ,gue akan berusaha menjadi suami yang baik buat eloh membahagiakan , menyayangin, gue akan belajar mencintai eloh dan eloh harus menjalani kewajiban seorang istri ". ucap aris serius


"hmm.. baiklah gue pulanh dulu". ucap tia sambil berjalan menujuh pintu

__ADS_1


" tia". panggil aria


"iya ada apa ". membalikkan badan berhadapan dengan aris


"bagaima perasaan mu dengan andre?". tanya aris


"loh tenang aja, dia udah nolak " gue". jawab tia sambil menunduhkan kepalanya dia sedih dengan hal itu


"maaf" ucap aris


"gak papa kok bukankah kita mau menikah". ucap tia tersenyum


sebelum pergi aris memeluk tia dia tahu kesedian calon istrinya itu dan aris selalu ada untuk saat senang mau pun duka.


"gue berjanji tia gue akan menjadi suami yang baik dan gue akan belajar mencintai mu". batinya aris


"makasih ris eloh selalu ada saat gue senang mau pun duka gue akan belajar mencintai dirimu gue akan pendam semua perasaan gue kepada andre". batin tia


"yaudah hati hati yha sayang". ucap aris menggoda tia


"apaan sih loh".sahut tia kesal


tia keluar ruangan dengan wajah berseri seri tidak ada lagi beban yang dia pikirkan.


bersambut


like dan vote

__ADS_1


__ADS_2