PENANTIAN KU MENJADI SAKIT HATIKU

PENANTIAN KU MENJADI SAKIT HATIKU
penyerahan


__ADS_3

"kata aris itu benar mah biarkan mereka mandiri" ucap ayah tia menasehatin istrinya


tia dan mamah tia hanya mengangguk.


" gimana tia udah berisi". tanya mamah tia kepada tia.


"apanya yang berisi mah". ucap tia bingung


"maksud mamah cucu loh sayang". ucap mamah tia membuat tia bingung mau jawab apa.


"mah kami baru saja menikah ". ucap aris membuka suara agar tia selamat dari pertanyaan mamah.


"iya mah, gimana sih mamah buat cucu itu tidak seperti buat kue". ucap papah tia membuat mereka tawa.


"hehehe iya juga mamah udah gak sabar gendong cucu jadi yha ngawur ". ucap mamah tia cenggengesan.


"yah udah lebih baik kalian istrahat udan terlarut malam". ucap ayah tia sambil bangkit bersama istrinya untuk istrahat.


"iya mah". ucap tia dan aris.


mereka pun menuju ke kamar masing masing, di kamar tia dan aris tia ke kamar mandi membersikan makeupnya selesai itu keruangan ganti baju untuk ganti pakaian tidur sedangkan aris menungguh di sofa .

__ADS_1


"sayang". panggil tia keluar menggunakan baju berbahan tipis sehingga terlihatlah lekuk tubuhnya membuat aris terdiam melihat lekuk tubuh indah istrinya.


"kamu kenapa yang". ucap tia bingung menghampirin aris dan duduk dekat suaminya.


"ti... tidak apa apa kok". jawab aris menahan gejolahnya


"sayang aku boleh kerja yha". ucap tia mintak izin kepada suaminya .


"lebih baik kamu di rumah aja tia, biar aku saja yang kerja". nasehat aris menyenderkan tubuh nya kesofa dan memejamkan matanya menahan nafsunya.


" aku mau kerja sayang, aku janji aku akan ingat kewajibanku ris" ucap tia manja menyandarkan kepalanya ke dadah bidang aris dan tangan tia mengukir ngukir di dadah bidang tersebut membuat aris sadar lansung menangkap tangan tia agar tidak menggodanya.


"baiklah... tia a..aku mintak hak ku sebagai suami". ucap aris parau menahan nafsu.


"gak papakok , kalau kamu belum siap , aku harusnya sadar diri". ucap aris melangkah ke kasur lalu membaringkan tubuhnya.


memdengar ucapan aris merasa tamparan baginya seharunya dia siap melayani suaminya , tia bangun dari duduknya dan melangkah ke kasur dan membaringkan tubuh nya ke samping aris lalu memeluk suaminya, aris yang di peluk tia menoleh ke samping melihat wajah cantik istrinya.


"jangan kamu pikirkan kata kata aku barusan itu hanya candaanku saja". ucap aris lembut


tia mendongak menatap aris melihat mata suaminya itu membuat dia tenang

__ADS_1


"aku sudah siap ris" ucap tia


". gue tahu eloh terpaksa , aku tidak mau melakukan nya terpaksa, yha sudah kita tidur saja ". ucap aris lembut.


"tidak ris aku sudah siap". ucap tia manja membuat aris gemes tingkah istrinya tapi dia tetap menahan gejolaknya


"tia,sudah lama kita saling kenal, jadi gue gak mau melakukan secara terpaksa" nasehat aris


"ris, gue siap ris" nangis tia di pelukan aris.


"tia". panggil aris sambil menatap mata tia.


"tolong ris lakukan , agar kita saling memiliki, aku ikhlas melakukan kepada suami ku". ucap tia


"apa kamu yakin tia". ucap aris meyakinkan tia.


"iya ris". ucap tia menantap mata aris.


akhirnya malam itu mereka melakukan apa yang harus dilakukan sebagai pasangan sah suami istri , aris sangat bahagia karena dia yang pertama menyentuh istrinya, tia merasakan senang dan legah sudah menyerahkan harta beharga miliknya kepada suaminya.


bersambung

__ADS_1


like dan vote


__ADS_2