
pagi hari tia dan aris sudah siap siap pergi ke bali berangkat bersama orang tuanya cuma mengantar mereka sampai di bandara saja.
"mah pah kami pergi dulu". pamit aris
"iya hati hati kami tungguh kabar baik nya".ucap papah aris tersenyum
"iya doakan aja pah". ucap aris
"perluh papah ajarin buat adona biar papah cepat dapatkan cucu".goda papah aris membuat wajah tia kepiting rebus
"gak perlu pak aris udah tahu". sahut aris kesel
"udah donk liat mantu mamah malu dia". ucap mamah aris menghentikan pembicaraan suami dan anak nya itu
merekan selesai berpelukan menaikin pesawat di dalam pesawat tia pucat karena baru pertama kali menaikin pesawat
"kamu kenapa tia". tanya arus khawatir melihat wajah tia pucat
"hmm.. kepala pusing ris". jawab tia lemah.
"apakah pertama kali kamu naik pesawat".tanya aris tia hanya mengangguk saja aris pun tak tega menyuruh tia menyender kan kepala tia ke bahunya untuk tidur agar pusing nya hilang tia pu tertidur.
__ADS_1
mereka pun sampai aris membangun kan tia tapi karena tia tertidur pulas dia pun tak tega makah menggendong birthdle saja dan menuruin tanggah pesawat di sambut oleh supir.
"maaf tuan apakah tuan bernama tuan aris dan nona tia". tanya supir itu kepada aris
"iya benar" jawab aris
"mari ikut saya tuan karena tuan boby menyuruh saya untuk mengantar tuan ke vila". ucap supir sopan
"baiklah , tolong bukakan pintu saya tidak bisa karena saya mengendong istri saya". ucap aris
"baik tuan". ucap supir
*****
"kenapa tia tidak masuk dalam 3 hari ini kemana dia tumben dia gak masuk". guman andre bigung karena tia tidak masuk.
"hai ndre". sapa dira membuat andre terkejut.
"dira, kau membuat jantung ku lompat untung gue gak punya riwayat penyakit jantung". ucap andre sambil mengelus dadahnya.
"hehe maaf ndre, eloh pulak nya gue lihatin dari tadi melamun muluk". ucap dira cengengesan
__ADS_1
"eh kamu tahu penyebab tia gak masuk". tanya andre kepada dira
"hm... mungkin ada acara keluarga mungkin sih". jawab dira santai
"iya juga sih" sahut andre sambil memikirkan tia
"kamu udah makan siang". tanya dira membuat andre menggeleng saja.
"yha udah yuk kita makan bareng " ucap dira sambil megandeng tangan andre membuat andre pasrah.
"sampai di mejah makan andre hanya diam dan memesan saja di pesakan sama dira ".
"kenapa sepi amat yha kalau tidak ada tia biasanya dia selalu manja dan perhatian sama ku , kenapa aku kangen sekali sama tia kemana kamu tia maaf jika keputusan ku membuat sakit hatimu sebenarnya aku juga merasakan jatuh cinta padamu". batinnya
andre cuma mengaduk ngaduk makanan saja membuat dira bingung dengan perilaku andre.
"ndre". panggil dira membuat andre sadar dari lamunannya
"kamu kenapa kamu sakit" tanya dira khawatir.
"ti..tidak aku hanya tidak selerah makan saja aku permisi dulu kembali keruangan ku". pamit andre sambil melangkah menuju ruangannya dira hanya diam karena di tinggal pergi gitu saja sama andre.
__ADS_1
"aneh banget sikap andre gak biasanya apa dia memikirkan tia mana mungkin biasanya dia cuek sama tia". guman dira sambil membersikan mulutnya selesai makan dan kembali keruangan.
bersambung.