
"sayang kok melamun". tanya aris bingung melihat tia terdiam
"gue ikut". jawab tia tegas
"cuma bentar kok sayang, lebih baik kamu di vila aja yha nanti kamu ikut aku takut kamu sakit kena angin malam". nasehat aris
"gak mau pokok nya aku ikut masa aku sendirian di vila sedangkan kamu senang senang dengan cewek cantik". ucap tia membuat aris tersenyum istrinya posesif
"cie.. cie.. ternyata istri ku orangnya posesif". ledek aris membuat tia kesel
"wih kurang kerjaan banget posesif dengan eloh gue kan cuma ingin bersenang senang sama kayak eloh". ucap tia kesel membuat aris ketawa renyah.
"oke ... oke yha cepatan ganti sana". ucap aris tia langsung keruangan ganti.
10 menit tia sudah siap mereka pun berangkat menggunakan mobil.
"ris". panggil tia
"hmm". jawab aris pokus dengan jalan
"kita kapan pulang". tanya tia melihat suaminya.
"maaf yha sayang pagi kita sudah pulang". ucap aris bersalah tangan kanan aris menggenggam tangan tia sedangkan tangan kiri memengang setir.
sentuan dari tangan aris membuat wajah nya kepiting rebus.
"hmm...gak papa kok ". ucap tia tersenyum.
__ADS_1
"makasih, yuk turun sudah sampai". ucap aris memberhentikan mobil di pakiran dan keluar dari mobil.
tia dan aris masuk ke pesta.
"hai.. tuan john". ucap aris mengulurkan tangannya.
"hai.. bukan kah kamu anak dari boby dan lisa". tanya tuan john sambil menyambut tangan aris
"iya tuan maaf papah tidak bisa datang, oh yha kenalkan ini istri saya". ucap aris sambil mengenalkan istrinya
"john alexsander".ucap john mengulurkan tangannya.
"sintia". ucap tia menyambut tangan john lalu melepaskan dia tidak memperkenalkan nama aslinya karena dia menutupin identitasnya
"cantik sekali istrimu tuan aris" muji tuan john membuat wajah tia kepiting rebus
selesai acara pesta aris dan tia berpamitan pulang untuk mempacking barang barang mereka karena besok pagi mereka akan pulang ke jakarta.
cahaya mentari yang cerah menyambut kehidupan seperti halnya senyum pengantin karena senyum akan kembali ke tanah lahirannya. siang hari sampailah mereka ke tujuan berupa rumah tia.
"siang mah". ucap tia baru saja keluar dari mobil bersama aris.
"astaga tia kamu udah pulang". tanya mamah tia memeluk tia
"iya mah". jawab tia sambil melepas pelukan mamah sedang kan aris hanya menyalami mamah tia saja.
"aris.. kamu tambah tampan" goda mamah tia membuat aris tersenyum saja.
__ADS_1
"iya donk mah ,mantu mamah emang tampan". ucap aris kepedaannya
"ish.. pede amat sih". ucap tia membuat mamah tia tersenyum lucu melihat anak dan mantunya itu.
"yaudah yuk masuk, mamah sudah siapkan makanan". ucap mamah tia
".iya mah" ucap tia dan aris
merekapun masuk dan makan siang selesai makan siang aris dan tia istrahat dan dimalam harinya selesai makan malam mereka kumpul di ruangan keluarga.
"yah... sebenarnya aku punya sebuah perusahaan yah jadi ,aku besok akan kerja di perusahaan ku sendiri dan keluar di perusahaan ayah". ucap aris serius membuat semua terkejut ternyata aris mempunyain sebuah perusahaan.
" apa nama perusahan kamu ris , kenapa ayah baru tahu". tanya ayah tia
"hmm... maaf yah perusahaan aris yaitu PT berlian nurjaya yah
"apa.. PT berlian nurjaya perusahan terbesar ke dua" ucap ayah tia terkejut semua pun terkejut kecuali aris
"iya yah besok aris akan ke perusahan aris jadi maaf yah kalau besok aris akan undur diri di perusahaan ayah". ucap aris merasah bersalah telah membohongin ayah tia.
"tidak apa apa ris ayah banggah sama kamu baiklah besok ayah menggantikan posisi mu sama orang kepercayaan ayah". ucap ayah tia .
" kemungkinan 2 hari lagi ya kami akan pindah rumah". ucap aris membuat tia dan orang tua tia terkejut .
"kenapa harus pindah aris apa kamu tidak betah tinggal disin". ucal mamah tia sedih tahh kalau anak nya akan pindah rumah.
"bukan gitu mah aris ingin mandiri dan akan besarkan anak aris di rumah aris sendiri mah bukan aneh aneh kok mah". ucap aris
__ADS_1
bersambung