
dreet... dreet.. dreet
aris yang tergangguh dengan suara hp tia dinakas terbangun dan mengambilnya membaca nama di layar hp diapun menggesernya tombol hijau.
"halo tia". ucap andre di sebrang sana.
"iya". ucap aris cuek mendengar suara laki laki yang menganggat hp tia, andre bertanya tanya siapa laki laki ini.
"maaf ini siapa tia yha". tanya andre bingung.
"saya su..". jawaban aris terpotong mndengar suara istrinya terbangun.
"yang". ucap tia dengan suara khas bangun tidur dengan lemah .
"iya ". ucap aris tersenyum melihat istrinya bangun dan menjahuin hp tia agar orang sebrang sana tak mendengar ucapan mereka
"siapa yang nelpon pagi pagi ". tanya tia sambil memeluk aris.
"nih". ucap aris menyerahkan hp tia , tia pun mengambilnya membaca nama ternyata andre membuat tia bingung tumben andre telepon pagi pagi begini sedangkan aris pergi kekamar mandi membersihkan diri.
"halo ada apa ndre". tanya tia cuek.
"eh ..gak , kamu masuk kerjakan". tanya andre sedangkan tia mengerutkan dahi bingung tentang pertanyaan andre tapi menanggapinya cuek .
"hmm.. yha udah dulu yha". ucap tia mematikan hpnya.
__ADS_1
aris yang baru selesai mandinya keluar dengan wajah kesalnya , tia tersenyum mengetahuin apa penyebab suaminya itu cemberut dia segera menghampirin suaminya yang sedang mencari pakaian walaupun menahan sakit perbuatan semalam mereka.
" yang " ucap tia memeluk aris dari belakang walau hanya menggunakan selimut menutupin tubuh polosnya.
"apa" ucap aris cuek yang maaih sibuk mencari pakaiannya tanpa memperdulikan tia.
"kok gitu sih yang marah yha".ucap tia membalikan tubuh aris agar menghadap dirinya.
"udah nelponnya". ucap aris cuek.
"cupp...(tia mengecup bibi aris) udah donk marahnya, akukan sudah milik kamu seutuhnya" ucap tia wajah tia seperti kepiting rebus mengingat kejadian semalam semalam.
"iya sayang ". ucap aris memeluk tia, tia pun membalas pelukan suaminya itu.
"ahh ris". teriak tia terkejut repleks tangan tia mengalungkan ke leher aris.
"maaf kan aku perbuatan semalam membuat kamu sakit berjalan" ucap aris sampai di kamar mandi menurunkan tia dan menyiapkan air hangat.
"terima kasih kamu keluar gih". ucap tia kepada aris.
"kenapa harus keluar". ucap aris mengerjain tia
"ih.. aku malu yang". ucap tia memegangin selimut nya agar tidak lepas.
"kenapa malu aku sudah melihat nya bahkan kita sudah merasakan nya". goda aris membuat wajah tia kepiting rebus.
__ADS_1
"bagaimana kita mengulangin lagi kegiatan semalam di kamar mandi ini". goda aris membuat tia tambah malu
"apasin kamu sih sana cepet keluar nanti kita telat ". ucap tia mendorong aris keluar , aris ketawa sangat kencang suka sekali mengerjain istrinya itu.
selesai mandi tia keluar dia tidak melihat suaminya dia pun memakai pakaian dan merias wajah nya natural lalu turun melihat ayah , mamah dan suaminya sudah sarapan.
"ih kok gak nungguh nungguh si"ucap tia duduk si kursi meja dan memakan sarapanya yang sudah di siapkan oleh suaminya.
"sudah cepat sarapan nanti kita telat". ucap aris
"oh ris apa kamu hari ini akan pindah rumah". ucap papah tia
"iya mah semua sudah saya siapkan mah, nanti soreh tinggal pamit sama ayah dan mamah saja". ucap aris walaupun istrinya berat meninggalkan orang tua nyatapi aris memberi pengertian membuat tia mau untuk pindah rumah.
"baiklah nak." ucap papah tia mengerti soal itu
"yah soal menggantikan aris gimana". tanya aris membuat semua yang ada di mejah makan melihat ke aris tanpah komentar.
"oh sudah ada yaitu kepecayaan ayah kamu gak usah hawatir". ucap ayah tia tersenyum dibalas dengan aris senyumman saja.
mereka pun selesai sarapan tia dan aris pergi bersama sedangkan ayah tia diantar supir.
bersambung
like dan vote
__ADS_1